Peluang Agribisnis Porang (Amophollus oncophilus) di Desa Puspo

By DINPPKP 08 Apr 2022, 09:33:12 WIB Penyuluhan
Peluang Agribisnis Porang (Amophollus oncophilus) di Desa Puspo

Peluang Agribisnis Porang (Amophollus oncophilus) di Desa Puspo

 

Pemanfaatan lahan dibawah tegakan merupakan kegiatan yang dapat dikembangkan dalam rangka optimalisasi fungsi lahan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya kebun petani yang kurang dimanfaatkan dengan baik bahkan cenderung dibiarkan menjadi semak belukar. Adapun kondisi lahan dibawah tegakan memungkinkan dimanfaatkan dengan berbagai tanaman yang tahan naungan dalam artian tanaman yang tahan terhadap intensitas sinar matahari yang sedikit. Oleh karenanya kondisi seperti ini dapat dijadikan potensi yang dapat dijadikan untuk dapat menambah pendapatan petani dengan modal yang relatif sedikit. Budidaya porang sekaligus agribisnisnya dapat menjadi pilihan dalam menentukan usaha dibidang pertanian yang akhir – akhir ini marak / ngetren dikalangan pelaku usaha pertanian.

Seperti tanaman umbi-umbi yang lainnya, porang juga mengandung karbohidrat, lemak, protein mineral, vitamin, kalsium oksalat, alkaloid, dan serat pangan. Karbohidrat merupakan komponen penting dari umbi porang yang terdiri atas pati, glukomanan serat kasar dan gula reduksi. Senyawa glukomanan ini mudah menyerap dan larut dalam air, sehingga bisa berubah menjadi gel. Karena sifatnya ini, glukomanan digunakan sebagai bahan baku jeli, bihun, pengental, atau selaput obat.

Porang memiliki manfaat yang banyak sehingga menjadikan tanaman ini memiliki nilai ekonomi dan potensi untuk dikembangkan dalam industri. Tanaman porang juga mudah dibudidayakan. Potensi yang besar ini apabila dikelola dengan baik melalui program pemanfaatan lahan dibawah tegakan maka akan mendorong dan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan. Porang memiliki nilai ekonomis tinggi, permintaan yang meningkat terutama dari luar negeri menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku usaha ini. Koordinator BPP Bruno, Nurman Saifudin mengatakan “Selain cukup mudah dibudidakan, tanaman porang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Sehingga diharapkan porang nantinya dapat ditanam di lahan marginal dan mampu menaikan ekonomi warga”.

Nilai ekonomi dari porang yang baik dan kemudahan tanaman ini dibudidayakan membuat banyak warga desa Puspo, kecamatan Bruno akhirnya membudidayakan tanaman ini. Masyarakat banyak yang menanam tanaman ini dibawah tegakan sekitar pekarangan. Dikatakan Aris seorang penggiat porang desa Puspo Senin (05/3/2022) “Porang dibudidayakan dengan perawatan yang relatif mudah sehingga banyak warga puspo khususnya dukuh puspo wetan tertarik dengan komoditas ini”. Menurut keterangan Aris, tahun lalu desa puspo mampu menghasilkan 50 ton umbi porang yang dijual ke probolinggo Jawa Timur. Tahun ini Aris mengharapkan akan lebih banyak petani di desa puspo melirik porang untuk ditanaman di lahan dibawah tegakan yang belum dimanfaatkan.

 

Pengirim : Whisnu Agung S, SP

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung