Pelatihan Tematik DAK Non Fisik Tahun 2024 : Pembuatan Pupuk Organik di BPP Bener

By DINPPKP 20 Des 2024, 10:45:01 WIB Penyuluhan
Pelatihan Tematik DAK Non Fisik Tahun 2024 : Pembuatan Pupuk Organik di BPP Bener

Pelatihan Tematik DAK Non Fisik Tahun 2024 : Pembuatan Pupuk Organik di BPP Bener

Pada tanggal 6 Desember 2024, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bener menyelenggarakan pelatihan tematik DAK Non Fisik 2024 yaitu Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran Hewan. Pelatihan ini bertempat di BPP Bener dan diikuti oleh 30 orang petani yang sangat antusias untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam bidang pertanian berkelanjutan.

Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator BPP Bener yaitu Ibu Febtory Setyo Harsanti, S.P.,M.MA, yang mengucapkan selamat datang kepada para petani peserta pelatihan. Dalam sambutannya, Koordinator BPP menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik dalam praktik pertanian. “Penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu meningkatkan kesuburan tanah secara alami, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi para petani untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan dalam aktivitas pertanian mereka,” ujar Koordinator BPP.

Pemateri utama pada pelatihan ini adalah PPL Bener, Ibu Hapsari Wara Prabandani, S.TP.  Dalam sesi materinya, Hapsari menjelaskan secara rinci mengenai fungsi pupuk organik yaitu dapat memperbaiki struktur tanah, menyediakan unsur hara secara berkelanjutan, dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Pupuk organik juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan pupuk kimia, diantaranya pupuk organik lebih ramah lingkungan, ekonomis dan mudah dibuat, mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah organik.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik antara lain Kotoran hewan, EM4, Tetes tebu, Dedak, Dolomit, Damen atau hijauan, dan Trikoderma. Proses Pembuatan pupuk organik memiliki beberapa langkah antara lain mencampurkan kotoran hewan dengan bahan hijauan/damen, menambahkan dedak, dolomit, dan trikoderma ke dalam campuran, melarutkan EM4 dan tetes tebu dalam air, lalu siramkan secara merata ke campuran bahan organik, mengaduk hingga homogen dan simpan dalam kondisi anaerob selama proses fermentasi. Proses fermentasi berlangsung kurang lebih 2-4 minggu. Setiap minggu, pupuk organik tersebut dibuka dan dibalik supaya proses fermentasi merata. Pupuk organik siap digunakan setelah proses fermentasi selesai.

Setelah sesi teori, peserta diajak untuk langsung mempraktikkan pembuatan pupuk organik di halaman milik BPP Bener. Dengan bimbingan langsung dari ibu Hapsari Wara Prabandani dan PPL Bener lainnya, para petani memulai proses pembuatan pupuk organik, mulai dari pemilahan bahan, pencampuran, hingga tahap fermentasi. Praktik ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung sehingga para peserta dapat mengaplikasikan teknik yang telah dipelajari di lahan mereka masing-masing.

Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, para petani dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh untuk mendukung peningkatan hasil pertanian mereka secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah konkret dalam mendukung program pemerintah untuk mendorong penggunaan pupuk organik di sektor pertanian. (Annisa Winastuti Nurlitasari, S.P._BPP Bener)

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung