- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Pelatihan Tematik DAK Non Fisik Tahun 2024 : Pembuatan Pupuk Organik di BPP Bener

Pelatihan Tematik DAK Non
Fisik Tahun 2024 : Pembuatan Pupuk Organik di BPP Bener
Pada tanggal 6
Desember 2024, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bener menyelenggarakan
pelatihan tematik DAK Non Fisik 2024 yaitu Pembuatan Pupuk Organik dari Kotoran
Hewan. Pelatihan ini bertempat di BPP Bener dan diikuti oleh 30 orang petani
yang sangat antusias untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka
dalam bidang pertanian berkelanjutan.
Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator BPP
Bener yaitu Ibu Febtory Setyo Harsanti, S.P.,M.MA, yang mengucapkan selamat
datang kepada para petani peserta pelatihan. Dalam sambutannya, Koordinator BPP
menekankan pentingnya penggunaan pupuk organik dalam praktik pertanian.
“Penggunaan pupuk organik tidak hanya membantu meningkatkan kesuburan tanah
secara alami, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan
pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia. Pelatihan ini diharapkan dapat
menjadi langkah awal bagi para petani untuk menerapkan teknologi ramah lingkungan
dalam aktivitas pertanian mereka,” ujar Koordinator BPP.
Pemateri utama pada
pelatihan ini adalah PPL Bener, Ibu Hapsari Wara Prabandani, S.TP. Dalam sesi materinya, Hapsari menjelaskan
secara rinci mengenai fungsi pupuk organik yaitu dapat memperbaiki struktur
tanah, menyediakan unsur hara secara berkelanjutan, dan meningkatkan aktivitas
mikroorganisme tanah. Pupuk organik juga memiliki beberapa keunggulan
dibandingkan dengan pupuk kimia, diantaranya pupuk organik lebih ramah
lingkungan, ekonomis dan mudah dibuat, mengurangi pencemaran lingkungan akibat
limbah organik.
Bahan-bahan
yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik antara lain Kotoran hewan, EM4, Tetes
tebu, Dedak, Dolomit, Damen atau hijauan, dan Trikoderma. Proses Pembuatan
pupuk organik memiliki beberapa langkah antara lain mencampurkan kotoran hewan
dengan bahan hijauan/damen, menambahkan dedak, dolomit, dan trikoderma ke dalam
campuran, melarutkan EM4 dan tetes tebu dalam air, lalu siramkan secara merata
ke campuran bahan organik, mengaduk hingga homogen dan simpan dalam kondisi
anaerob selama proses fermentasi. Proses fermentasi berlangsung kurang lebih
2-4 minggu. Setiap minggu, pupuk organik tersebut dibuka dan dibalik supaya
proses fermentasi merata. Pupuk organik siap digunakan setelah proses
fermentasi selesai.
Setelah sesi
teori, peserta diajak untuk langsung mempraktikkan pembuatan pupuk organik di halaman
milik BPP Bener. Dengan bimbingan langsung dari ibu Hapsari Wara Prabandani dan
PPL Bener lainnya, para petani memulai proses pembuatan pupuk organik, mulai
dari pemilahan bahan, pencampuran, hingga tahap fermentasi. Praktik ini
bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung sehingga para peserta dapat
mengaplikasikan teknik yang telah dipelajari di lahan mereka masing-masing.
Diharapkan,
setelah mengikuti pelatihan ini, para petani dapat menerapkan ilmu yang telah
diperoleh untuk mendukung peningkatan hasil pertanian mereka secara
berkelanjutan dan ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi
langkah konkret dalam mendukung program pemerintah untuk mendorong penggunaan
pupuk organik di sektor pertanian. (Annisa Winastuti Nurlitasari, S.P._BPP
Bener)






