- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Pelatihan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian, Pembuatan dan Pengembangan Pupuk Organik NPK dan Nitrobacter
.jpg)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian, Pembuatan dan Pengembangan Pupuk Organik NPK dan Nitrobacter
Pupuk merupakan salah satu faktor krusial yang berpengaruh terhadap keberhasilan produktivitas pertanian. Dalam mengatasi kondisi pupuk subsidi yang tidak menentu, perlu adanya usaha untuk petani dapat mandiri pupuk. Praktek pembuatan perbanyakan nitrobacter sangat direkomendasikan karena menghemat biaya pembelian pupuk kimia urea. Nitrobacter merupakan bakteri yang bisa menambat nitrogen dari udara menjadi nitrogen yang dapat diserap oleh tanaman.
Unsur hara nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) menjadi tiga jenis unsur hara penting yang berguna untuk menyuburkan tanaman. Ketiga unsur dalam pupuk NPK membantu pertumbuhan tanaman dalam tiga cara yaitu N (nitrogen) untuk membantu pertumbuhan vegetatif terutama daun, P (fosfor) membantu pertumbuhan akar dan tunas, K (kalium) membantu pembungaan dan pembuahan.
Pada hari Senin / 5 Februari 2024 jam 09.00 – 13.00 WIB bertempat di Balai Desa Kuwurejo, diadakan Pelatihan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian, Pembuatan dan Pengembangan Pupuk Organik NPK dan Nitrobacter. Kegiatan pelatihan dihadiri oleh PPL Wilayah Binaan Desa Kuwurejo, pengurus kelompok tani dan gapoktan Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo, perangkat desa Kuwurejo dengan jumlah peserta 40 orang.
Bapak Bejo Santoso selaku pengurus gapoktan mengatakan merasa terbantu karena pembuatan pupuk tersebut bisa dilakukan secara mandiri dan tentunya lebih irit. Dengan pemakaian nitrobacter pada tanaman, tanaman akan jauh lebih sehat, daunnya menjadi lebih hijau dan terhindar dari serangan layu fusarium, layu daun, daun kuning dan daun keriting. Selain itu nitrobacter yang diaplikasikan langsung pada tanah, dapat mengubah tanah tandus menjadi tanah yang lebih subur dan gembur.
Alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan perbanyakan nitrobacter yaitu alat antara lain : drum air ukuran 100 liter, pengaduk dari bahan kayu; bahan antara lain : urea 5 kg, tetes tebu 2 liter, biang nitrobacter 5 liter, air 100 liter.
Proses pembuatan perbanyakan nitrobacter yaitu masukkan pupuk urea, tambahkan tetes tebu, biang nitrobakter sesuai takaran yang telah disebutkan ke dalam drum air, masukkan air sumur sebanyak 100 liter, diaduk berlawanan arah jarum jam, tutup rapat drum dan ditempatkan di lokasi yang tidak terkena sinar matahari langsung, karena bakteri nitrobacter adalah bakteri yang sangat peka terhadap cahaya, terutama cahaya matahari. Diamkan selama kurang lebih 10 hari, dan nitrobacter siap digunakan.
Untuk mengaplikasikan bakteri nitrobacter ini dapat dilakukan dengan cara yaitu disemprotkan ke tanaman dengan dosis larutan nitrobacter sebanyak 2 – 3 gelas aqua untuk dicampurkan ke dalam tangki ukuran 14 – 16 liter air, kemudian semprotkan pada daun-daun tanaman. Pada daun-daun itulah nitrobacter melekat dan berperan untuk mengikat nitrogen dari udara, kemudian diubah menjadi nitrit, kemudian diubah lagi menjadi nitrat dan langsung diserap oleh tanaman
Cara membuat pupuk NPK organik cair adalah sebagai berikut :
1. Membuat unsur N (nitrogen) dengan menggunakan kleresede, nitrobakter, dan tetes tebu. Kleresede sebanyak 2 kg, nitrobakter 3 liter, dan tetes tebu 250 ml (yang sudah dilarutkan dalam air) dicampur dalam ember, setelah itu ditambahkan air 25 liter dan diaduk-aduk sampai rata.
2. Membuat unsur P (fosfor) dengan menggunakan batang pisang (diambil hatinya) nitrobakter, dan tetes tebu. Pertama batang pisang (diambil hatinya) dicacah, lalu dimasukan dalam ember. Setelah itu ember yang telah berisi cacahan batang pisang ditambahkan nitrobakter 3 liter, dan tetes tebu 250 ml (yang sudah dilarutkan dalam air). Setelah itu ditambahkan air 25 liter lalu diaduk-aduk sampai rata.
3. Membuat unsur K (Kalium) diperoleh dari sabut kelapa yang masih segar 2 – 3 butir kelapa, nitrobakter, dan tetes tebu.
Isi ember dengan sabut kelapa yang telah dirajang halus, nitrobakter 3 liter, dan tetes tebu 250 ml (yang sudah dilarutkan dalam air), Setelah itu ditambahkan air 25 liter lalu diaduk-aduk sampai rata.
Setelah semua langkah diatas telah dilakukan tutup rapat ember penyimpanan dengan rapat agar dapat terfermentasi dengan baik, setelah 10 hari fermentasi maka pupuk sudah dapat digunakan. Pengaplikasiannya cukup mudah yaitu campur ketiga unsur tersebut dengan komposisi 1 aqua gelas unsur N ditambah 1 aqua gelas unsur P dan 1 aqua gelas unsur K digunakan untuk 1 tangki semprot 14 liter. Ampas dari pembuatan pupuk organik cair ini baik itu cacahan batang pisang dan sabut kelapa dapat juga dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.
Semoga dengan Pelatihan Teknologi Tepat Guna untuk Pertanian, Pembuatan dan Pengembangan Pupuk Organik NPK, petani menjadi lebih mandiri, tidak ketergantungan dengan pupuk kimia, dan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Salam pertanian maju, mandiri, modern. (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP PPL BPP Kutoarjo)






