Pelatihan Perbanyakan Trichoderma

By DINPPKP 29 Feb 2024, 09:24:05 WIB Penyuluhan
Pelatihan Perbanyakan Trichoderma

Pelatihan Perbanyakan Trichoderma

 

Trichoderma sp adalah  jamur atau cendawan yang termasuk dalam  kelas ascomycetes. Jamur ini memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan  jamur lainnya atau disebut jamur antagonis. Jamur ini  digunakan untuk mengendalikan patogen utamanya jenis jamur atau bakteri tular tanah. Jamur patogen penyebab penyakit busuk batang yang disebabkan jamur phytophthora sp, Fusarium sp ataupun layu bakteri pada beberapa jenis tanaman seperti cabai, pisang ataupun sebagian besar tanaman hortikultura liannya.

Jamur trichoderma dapat dilakukan perbanyakan dengan melakukan isolasi dan pengembangan pada media pengembangan yang sesuai. Isolasi dilakukan oleh laboatorium Pengamatan  Hama dan Penyakit di Temanggung dengan media Potato Dextroxe agar (PDA). Hasil isolasi atau disebut isolat dapat didistribusikan melalui petugas OPT ke petani atau kelompok tani untuk dilakukan pengembangan atau perbanyakan lebih lanjut.

Perbanyakan trichoderma sp di tingkat petani dilakukan dengan lebih sederhana tidak seperti yang dilakukan pada standar laboratorium. Teknik inokulasi standar laboratorium dilakukan dengan enkas sedangkan di tingkat petani cukup dilakukan diatas meja dengan dilapisi taplak meja yang sudah dibasahi dengan larutan pemutih 5% atau 50ml dalam 1 liter air. Dan tetap menggunakan lampu spirtus dan serta jarum ose untuk mengambil miselium  dari dalam tabung isolat dan dimasukkan kedalam media yang telah dipersiapkan. Media yang digunakan adalah beras yang sudah direndam selama 2 jam kemudian ditiriskan dan dimasukkan kedalam plastik dengan ketebalan 0,3mm dan direkatkan dengan isolasi kemudian dikukus selama 2 jam. Beras yang sudah dikukus kemudian diangkat dan didinginkan dan siap untuk dijadikan media perbanyakan trichoderma. Hasil perbanyakan trichoderma ini nantinya akan dilakukan perbanyakan lanjutan oleh petani dengan metode yang lebih sederhana.

Perbanyakan lanjutan dilakukan dapat dilakukan dengan media yang sama berupa beras atau dapat menggunakan campuran beras dan dedak dengan perbandingan 50%:50%, dengan perlakuan yang sama. Hal ini dilakukan agar proses ini lebih murah. Sedangkan bibit trichoderma yang pada perbanyakan pertama didapatkan dari isolat dapat digantikan dengan trichoderma hasil pengembangan dengan media beras. Cara perbanyakan kali ini jauh lebih mudah dibandingkan dengan cara yang pertama. Penyiapan media perbanyakan dilakukan sama sementara untuk teknik inokulasinya jauh lebih mudah. Media perbanyakan dibuka dari kemasannya lalu dilakukan inokulasi dengan jamur trichoderma hasil perbanyakannya dengan cara melubangi plastik di salah satu sudutnya dan mengeluarkan jamur trichoderma untuk dimasukkan kedalam media perbanyakan yang telah disiapkan tadi.dengan teknik ini jumlah inokulan yang dimasukkan lebih banyak sehingga kemungkinan keberhasilannya akan jauh lebih besar.

Acara Pengembangan trichoderma lanjutan ini dilakukan pada acara pertemuan KTNA yang dilakukan setiap bulannya secara bergilir pada anggota-anggotanya dari 25 desa di kecamatan gebang.  Pada kesempatan ini pertemuan KTNA dilaksanakan di Rumah ibu Sri Hadiati Desa Pelutan kecamatan Gebang yang merupakan tema lanjutan dari kegiatan pelatihan perbanyakan  trichoderma  yang dilakukan di Desa Sidoleren.  Hadir pada kesempatan hari ini sejumlah 51 orang anggota KTNA dari 25 desa se-Kecamatan Gebang. Hadir juga semua PPL serta perwakilan dari pemerintah desa Pelutan dan juga Camat Gebang yang hadir secara pribadi. Pada kesempatan ini Bapak Camat juga menyempatkan waktu untuk mengikuti pelatihan dan ikut pratek perbanyakan trichoderma yang dibimbing oleh POPT serta PPL. Bapak Camat juga menyampaikan bahwa profesi sebagai petani adalah profesi yang mulia karena menyediakan bahan pangan bagi semua warga masyarakat yang membutuhkan makanan. Oleh karena itu sebagai petani akan mendapatkan banyak pahala serta barokah dari Allah SWT.

Pada kesempatan selanjutnya diisi dengan diskusi tentang cara aplikasi trichoderma pada lahan tanaman hortikultura serta cerita-cerita dari petani yang sudah mengaplikasikan jamur trichoderma pada tanaman tomat. Diskusi juga diwarnai dengan pembahasan tentang pupuk, kartu tani serta penebusan pupuk bersubsidi dengan KTP melalui aplikasi ipubers.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung