- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Pelatihan Perbanyakan Trichoderma
.jpg)
Pelatihan Perbanyakan Trichoderma
Trichoderma sp adalah jamur
atau cendawan yang termasuk dalam
kelas ascomycetes. Jamur ini memiliki aktivitas penghambatan terhadap pertumbuhan jamur lainnya atau disebut jamur antagonis. Jamur ini digunakan untuk mengendalikan patogen
utamanya jenis jamur atau bakteri tular tanah. Jamur patogen penyebab penyakit busuk
batang yang disebabkan jamur phytophthora sp, Fusarium sp ataupun layu
bakteri pada beberapa jenis tanaman seperti cabai, pisang ataupun sebagian
besar tanaman hortikultura liannya.
Jamur trichoderma dapat dilakukan
perbanyakan dengan melakukan isolasi dan pengembangan pada media pengembangan
yang sesuai. Isolasi dilakukan oleh laboatorium Pengamatan Hama dan Penyakit di Temanggung dengan media
Potato Dextroxe agar (PDA). Hasil isolasi atau disebut isolat dapat
didistribusikan melalui petugas OPT ke petani atau kelompok tani untuk
dilakukan pengembangan atau perbanyakan lebih lanjut.
Perbanyakan trichoderma sp di tingkat
petani dilakukan dengan lebih sederhana tidak seperti yang dilakukan pada
standar laboratorium. Teknik inokulasi standar laboratorium dilakukan dengan
enkas sedangkan di tingkat petani cukup dilakukan diatas meja dengan dilapisi
taplak meja yang sudah dibasahi dengan larutan pemutih 5% atau 50ml dalam 1
liter air. Dan tetap menggunakan lampu spirtus dan serta jarum ose untuk
mengambil miselium dari dalam tabung
isolat dan dimasukkan kedalam media yang telah dipersiapkan. Media yang
digunakan adalah beras yang sudah direndam selama 2 jam kemudian ditiriskan dan
dimasukkan kedalam plastik dengan ketebalan 0,3mm dan direkatkan dengan isolasi
kemudian dikukus selama 2 jam. Beras yang sudah dikukus kemudian diangkat dan
didinginkan dan siap untuk dijadikan media perbanyakan trichoderma. Hasil
perbanyakan trichoderma ini nantinya akan dilakukan perbanyakan lanjutan
oleh petani dengan metode yang lebih sederhana.
Perbanyakan lanjutan dilakukan dapat dilakukan
dengan media yang sama berupa beras atau dapat menggunakan campuran beras dan
dedak dengan perbandingan 50%:50%, dengan perlakuan yang sama. Hal ini
dilakukan agar proses ini lebih murah. Sedangkan bibit trichoderma yang
pada perbanyakan pertama didapatkan dari isolat dapat digantikan dengan trichoderma
hasil pengembangan dengan media beras. Cara perbanyakan kali ini jauh lebih
mudah dibandingkan dengan cara yang pertama. Penyiapan media perbanyakan
dilakukan sama sementara untuk teknik inokulasinya jauh lebih mudah. Media
perbanyakan dibuka dari kemasannya lalu dilakukan inokulasi dengan jamur trichoderma
hasil perbanyakannya dengan cara melubangi plastik di salah satu sudutnya dan
mengeluarkan jamur trichoderma untuk dimasukkan kedalam media
perbanyakan yang telah disiapkan tadi.dengan teknik ini jumlah inokulan yang
dimasukkan lebih banyak sehingga kemungkinan keberhasilannya akan jauh lebih
besar.
Acara Pengembangan trichoderma lanjutan ini
dilakukan pada acara pertemuan KTNA yang dilakukan setiap bulannya secara
bergilir pada anggota-anggotanya dari 25 desa di kecamatan gebang. Pada kesempatan ini pertemuan KTNA
dilaksanakan di Rumah ibu Sri Hadiati Desa Pelutan kecamatan Gebang yang
merupakan tema lanjutan dari kegiatan pelatihan perbanyakan trichoderma yang dilakukan di Desa Sidoleren. Hadir pada kesempatan hari ini sejumlah 51 orang
anggota KTNA dari 25 desa se-Kecamatan Gebang. Hadir juga semua PPL serta
perwakilan dari pemerintah desa Pelutan dan juga Camat Gebang yang hadir secara
pribadi. Pada kesempatan ini Bapak Camat juga menyempatkan waktu untuk
mengikuti pelatihan dan ikut pratek perbanyakan trichoderma yang
dibimbing oleh POPT serta PPL. Bapak Camat juga menyampaikan bahwa profesi
sebagai petani adalah profesi yang mulia karena menyediakan bahan pangan bagi
semua warga masyarakat yang membutuhkan makanan. Oleh karena itu sebagai petani
akan mendapatkan banyak pahala serta barokah dari Allah SWT.
Pada kesempatan selanjutnya diisi dengan
diskusi tentang cara aplikasi trichoderma pada lahan tanaman
hortikultura serta cerita-cerita dari petani yang sudah mengaplikasikan jamur
trichoderma pada tanaman tomat. Diskusi juga diwarnai dengan pembahasan tentang
pupuk, kartu tani serta penebusan pupuk bersubsidi dengan KTP melalui aplikasi
ipubers.






