- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH / SAMPAH ORGANIK DI SD NEGERI 1 CEPEDAK KECAMATAN BRUNO

PELATIHAN
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH / SAMPAH ORGANIK
DI SD NEGERI 1
CEPEDAK KECAMATAN BRUNO
Jumat
(08/11) bertempat di SDN 1 Cepedak diadakan pelatihan pembuatan pupuk organik
dari sampah / limbah rumah tangga / sisa jajanan / sisa sayuran pasar. Menurut
Kepala Sekolah SDN 1 Cepedak Verica Khasani, S. Pd. SD program pelatihan ini
merupakan implementasi dari kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila) yang saat ini menjadi program nasional. Kegiatan pelatihan ini
mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Purworejo
berupa bahan – bahan praktek antara lain : Gerobag sampah, tong sampah, drum
sampah (reactor), bakteri pengurai.
Sebagai
pemateri disampaikan oleh Nurman Saifudin, S. Pt selaku koordinator PPL Wilayah
Kecamatan Bruno. Dalam uraiannya dijelaskan terkait dengan masalah sampah dan
cara pengelolaannya. Sedikit apa yang disampaikan yakni sampah adalah sisa
buangan dari suatu produk atau barang yang sudah tidak digunakan lagi, tetapi
masih dapat di daur ulang menjadi barang yang bernilai. Sampah organik adalah
sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara alami
tanpa proses campur tangan manusia untuk dapat terurai. Sampah organik bisa
dikatakan sebagai sampah ramah lingkungan bahkan sampah bisa diolah kembali
menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Tetapi sampah bila
tidak dikelola dengan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap
hasil dari pembusukan sampah organik yang cepat. Sampah anorganik adalah sampah
yang sudah tidak dipakai lagi dan sulit terurai. Sampah anorganik yang
tertimbun di tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah karena sampah anorganik
tergolong zat yang sulit terurai dan sampah itu akan tertimbun dalam tanah
dalam waktu lama, ini menyebabkan rusaknya lapisan tanah.
Untuk
sesi praktik disampaikan oleh penyuluh wilayah binaan Cepedak Hari Prabowo, S.
TP. Dalam uraiannya dilakukan proses pembuatan pupuk organik cair dan padat
dari sisa limbah rumah tangga, jajanan dan sisa limbah pasar. Pada prinsipnya
disampaikan bahwa proses pembuatannya cukup simple seperti proses pembuatan poc
ember tumpuk. Langkah pertama yang harus disiapkan adalah melakukan
pengenceran/aktifasi bakteri pengurai dengan penambahan air dan gula/ tetes
tebu, lalu sampah yang telah dipilah berupa sampah organik dimasukan kedalam
tabung/ tong reactor kemudian air campuran tadi disiramkan kedalamnya kemudian
tutup rapat. Ditunggu selama kurang lebih 1 bulan maka pupuk cair (lindi) sudah
bisa dipanen, dan dapat digunakan untuk memupuk tanaman. Namun demikian
terlebih dahulu cairan lindi itu dijemur pada terik matahari sampai airnya
berubah dari warna kecoklatan menjadi agak gelap/ kehitaman.
Dari
pelatihan ini terlihat antusiasme anak - anak SD Cepedak sejumlah 200 anak
begitu bersemangan dan penuh kecerian dalam mengikuti pelatihan ini. Pelatihan
ini diharapkan dapat memberikan dampak kepada anak anak untuk dapat menerapkan
gaya hidup berkelanjutan dengan melakukan pemanfaatan sampah baik organik
maupun an organik secara bijak, menerapkan hidup bersih dan gaya hidup yang
selaras dengan lingkungan.
Pengirim
: BPP Bruno






