PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH / SAMPAH ORGANIK DI SD NEGERI 1 CEPEDAK KECAMATAN BRUNO

By DINPPKP 14 Nov 2024, 15:49:25 WIB Penyuluhan
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH / SAMPAH ORGANIK  DI SD NEGERI 1 CEPEDAK KECAMATAN BRUNO

PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DARI LIMBAH / SAMPAH ORGANIK

DI SD NEGERI 1 CEPEDAK KECAMATAN BRUNO

 

Jumat (08/11) bertempat di SDN 1 Cepedak diadakan pelatihan pembuatan pupuk organik dari sampah / limbah rumah tangga / sisa jajanan / sisa sayuran pasar. Menurut Kepala Sekolah SDN 1 Cepedak Verica Khasani, S. Pd. SD program pelatihan ini merupakan implementasi dari kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang saat ini menjadi program nasional. Kegiatan pelatihan ini mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Purworejo berupa bahan – bahan praktek antara lain : Gerobag sampah, tong sampah, drum sampah (reactor), bakteri pengurai.

Sebagai pemateri disampaikan oleh Nurman Saifudin, S. Pt selaku koordinator PPL Wilayah Kecamatan Bruno. Dalam uraiannya dijelaskan terkait dengan masalah sampah dan cara pengelolaannya. Sedikit apa yang disampaikan yakni sampah adalah sisa buangan dari suatu produk atau barang yang sudah tidak digunakan lagi, tetapi masih dapat di daur ulang menjadi barang yang bernilai. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa mahkluk hidup yang mudah terurai secara alami tanpa proses campur tangan manusia untuk dapat terurai. Sampah organik bisa dikatakan sebagai sampah ramah lingkungan bahkan sampah bisa diolah kembali menjadi suatu yang bermanfaat bila dikelola dengan tepat. Tetapi sampah bila tidak dikelola dengan benar akan menimbulkan penyakit dan bau yang kurang sedap hasil dari pembusukan sampah organik yang cepat. Sampah anorganik adalah sampah yang sudah tidak dipakai lagi dan sulit terurai. Sampah anorganik yang tertimbun di tanah dapat menyebabkan pencemaran tanah karena sampah anorganik tergolong zat yang sulit terurai dan sampah itu akan tertimbun dalam tanah dalam waktu lama, ini menyebabkan rusaknya lapisan tanah.

Untuk sesi praktik disampaikan oleh penyuluh wilayah binaan Cepedak Hari Prabowo, S. TP. Dalam uraiannya dilakukan proses pembuatan pupuk organik cair dan padat dari sisa limbah rumah tangga, jajanan dan sisa limbah pasar. Pada prinsipnya disampaikan bahwa proses pembuatannya cukup simple seperti proses pembuatan poc ember tumpuk. Langkah pertama yang harus disiapkan adalah melakukan pengenceran/aktifasi bakteri pengurai dengan penambahan air dan gula/ tetes tebu, lalu sampah yang telah dipilah berupa sampah organik dimasukan kedalam tabung/ tong reactor kemudian air campuran tadi disiramkan kedalamnya kemudian tutup rapat. Ditunggu selama kurang lebih 1 bulan maka pupuk cair (lindi) sudah bisa dipanen, dan dapat digunakan untuk memupuk tanaman. Namun demikian terlebih dahulu cairan lindi itu dijemur pada terik matahari sampai airnya berubah dari warna kecoklatan menjadi agak gelap/ kehitaman.

Dari pelatihan ini terlihat antusiasme anak - anak SD Cepedak sejumlah 200 anak begitu bersemangan dan penuh kecerian dalam mengikuti pelatihan ini. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak kepada anak anak untuk dapat menerapkan gaya hidup berkelanjutan dengan melakukan pemanfaatan sampah baik organik maupun an organik secara bijak, menerapkan hidup bersih dan gaya hidup yang selaras dengan lingkungan.

Pengirim : BPP Bruno





Berita Purworejo

Counter Pengunjung