- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PELATIHAN PEMBUATAN PESNAB MOJO DAN BROTOWALI DI KWT KLEDUNG BAROKAH DESA BRUNOSARI

PELATIHAN PEMBUATAN PESNAB
MOJO DAN BROTOWALI DI KWT KLEDUNG BAROKAH DESA BRUNOSARI
Jumat (12/01), Kelompok Wanita Tani Kledung Barokah
mengawali awal tahun dengan membuat pesnab dari buah maja, batang brotowali, daun
mimba dan daun suren bersama POPT dan PPL Wibi setempat.
Kebiasaan petani menggunakan pupuk dan pestisida kimia
secara berlebihan berdampak pada kerusakan fungsi lingkungan dan sumber daya
alam sehingga mendorong Penyuluh dan POPT untuk mengajak petani membuat pestisida
nabati dari bahan-bahan yang ada di sekitar lingkungan KWT.
Alat dan bahan yang perlukan adalah buah maja,
brotowali, daun mimba dan daun suren, air serta ember. Cara pembuatan buah maja
dikerok dan dihancurkan di dalam ember bersama air, daun mimba, daun suren dan
brotowali di tumbuk dan dicampurkan bersama larutan buah maja dan air. Setelah
itu di rendam semalaman, dan disaring kemudian dapat diaplikasikan.
“Cara penggunaannya dengan melarutkan cairan pesnab
dan air dengan perbandingan 1 : 10. Disemprotkan setiap 3 atau 7 hari sekali
pada tanaman. Pestisida nabati ini digunakan untuk ulat, penggerek batang,
wereng dan belalang.” Jelas Sugiyo, POPT Kecamatan Bruno.
“Semoga pelatihan pembuatan pestisida nabati ini dapat
bermanfaat untuk ibu-ibu petani KWT Kledung Barokah Desa Brunosari dan sebagai
langkah mengurangi penggunaan pestisida kimia.” Ujar Musti Widya, PPL
Brunosari.
Pengirim : Musti Widya PPL Brunosari






