Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme, Cairan Sejuta Manfaat dari Limbah Dapur

By DINPPKP 24 Jul 2023, 14:32:51 WIB Penyuluhan
Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme, Cairan Sejuta Manfaat dari Limbah Dapur

Pelatihan Pembuatan Eco Enzyme, Cairan Sejuta Manfaat dari Limbah Dapur

Pelatihan pembuatan eco enzyme dilaksanakan di poktan Budi Rahayu pada hari Kamis, 6 Juli 2023. Pelatihan ini merupakan salah satu materi dari rangkaian kegiatan Sekolah Lapang (SL). Pelatihan dihadiri oleh PPL Wibi Desa Kaliboto dengan peserta pelatihan dari poktan sejumlah 20 orang petani.

Eco enzyme merupakan hasil fermentasi limbah dapur organik yaitu buah-buahan dan sayuran, gula, dan air.  Perbandingan bahan-bahan dalam pembuatan eco enzyme adalah sampah organik : Gula : air adalah 3 : 1 : 10. Bahan-bahan tersebut dimasukan ke dalam ember dan ditutup rapat. Proses pembuatan eco enzyme memerlukan waktu 3 bulan sehingga terbentuk enzyme. Pada bulan pertama proses  fermentasi akan menghasilkan alkohol, bulan kedua proses fermentasi akan menghasilkan asam, bulan ketiga barulah terbentuk enzyme yang dapat kita manfaatkan. Penyimpanan ember wadah eco enzyme tersebut harus terhindar dari sinar matahari langsung. Ketika proses fermentasi sedang berlangsung petani harus mengeluarkan gas yang ada di dalam ember penyimpanan eco enzyme secara rutin supaya eco enzyme tidak meledak. Panen eco enzyme di poktan Budi Rahayu dapat dilakukan pada tanggal 6 Oktober 2023.

Tujuan pembuatan eco enzyme adalah supaya sampah buah-buahan yang biasanya dibuang tanpa dimanfaatkan dapat diolah sebagai sesuatu yang bermanfaat. Terdapat beberapa manfaat dari eco enzyme antara lain sebagai pupuk tanaman, pengusir hama, disinfektan, dan menjaga lingkungan sekitar. Eco enzyme mampu membunuh bakteri dan jamur sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pembersih dan pestisida berbahan kimia.

Harapannya setelah petani mengetahui cara pembuatan eco enzyme, petani memiliki alternatif lain pupuk organik yang dapat digunakan. Terlebih dengan kuota subsidi pupuk kimia yang kian berkurang setiap tahunnya. Dengan semakin banyaknya pilihan pupuk organik yang dapat dibuat oleh petani, diharapkan pula permasalahan terkait kekurangan pupuk bersubsidi dapat teratasi.

Dibuat oleh Annisa Winastuti Nurlitasari, S.P (BPP Bener)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung