- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PELATIHAN PEMBUATAN DONAT DARI SUKUN DAN UBI JALAR DI KWT MANUNGGAL KARYA DS KARANGGEDANG

PELATIHAN PEMBUATAN DONAT DARI SUKUN DAN UBI JALAR DI KWT MANUNGGAL KARYA DS KARANGGEDANG
Desa Karanggedang, Bruno, Purworejo, memiliki
beragam produk pertanian yang belum diolah secara optimal. Salah satu contohnya
adalah buah sukun. Budidaya dan pengembangan buah sukun ini telah dimulai oleh masyarakat
secara turun temurun.. Dengan beberapa cara pengolahan, buah sukun dapat
digunakan untuk mendukung diversifikasi pangan. Keberhasilan pengembangan dan
diversifikasi pengolahan buah sukun menjadi makanan daerah dapat meningkatkan
nilai jualnya sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. KWT
Manunggal Karya adalah salah atu Kelompok
Tani di Desa Karanggedang dengan 25 orang anggota. Kelompok ini biasanya
mengolah sukun menggunakan cara tradisional dengan cara mengukus atau
menggoreng, namun cara pengolahan produk seperti ini tidak begitu diterima oleh
masyarakat. Salah satu faktor penyebab minimnya pengolahan produk ini adalah
kurangnya pengetahuan tentang berbagai cara pengolahan, teknologi kemasan dan
manajemen keuangan dalam memproduksi berbagai makanan dari sukun sebagai
peluang bisnis.
Selasa, 4 Januari 2025 bertempat di
Sekretariat KWT Manunggal Karya dilaksanakan pelatihan pembuatan donat ubi
jalar, sukun dan tape singkong. Pelatihan diikuti oleh semua anggota KWT
Manunggal Karya dengan dipandu oleh PPL Wibi Karanggedang Bapak Maryoto. Pelatihan
diawali dengan pemberian materi dengan tujuan memberikan gambaran serta keterampilan
kepada anggota KWT tentang pengolahan donat sederhana, faktor-faktor penting yang
harus diperhatikan, resep pembuatan donat sederhana, serta cara menghasilkan
donat yang empuk dan lembut agar disukai oleh para konsumen. Pelatihan tersebut
disampaikan dengan cara presentasi didepan peserta yang dilanjutkan dengan
tanya jawab seputar donat. Setelah pemberian materi selesai, dilanjutkan dengan
praktek secara langsung pembuatan donat sukun, ubi dan tape singkong. Pelatihan
dilaksanakan dengan melibatkan seluruh anggota KWT Manunggal Karya. Pelatihan
ini dilakukan sampai semua peserta mampu mempraktekkan sendiri.
Ibu Tri ketua KWT Manunggal Karya mengatakan
dengan adanya kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan donat sukun dan ubi ini diharapkan donat dari sukun dan ubi dapat
menjadi makanan yang digemari oleh semua kalangan dari anak-anak hingga dewasa.
“Disamping itu adanya diversifikasi olahan dari buah sukun dan ubi serta adanya
manajemen keuangan dan pembukuan secara sederhana agar setiap transaksi
tercatat dengan baik dan rapi serta dapat membuka lapangan kerja baru dan
tentunya memperbaiki kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat’ Ujarnya
melanjutkan.
Hari Prabowo, S.TP






