PELATIHAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI DESA CEPEDAK

By DINPPKP 12 Sep 2024, 15:45:39 WIB Penyuluhan
PELATIHAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L)  DI DESA CEPEDAK

PELATIHAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L)

DI DESA CEPEDAK

Rabu (11/9) bertempat di rumah ketua KWT Sejahtera Ibu Siti Sakinah telah dilaksanakan pelatihan budidaya tanaman hortikultura dan pengenalan serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Pelatihan ini merupakan rangkaian dari kegiatan bantuan yang diterimakan kelompok Wanita tani beerupa paket kegiatan untuk kegiatan P2l berupa: pembuatan rumah benih, demplot pemanfaatan pekarangan, dan juga pengembangan pekarangan di rumah tangga masing masing anggota kelompok Wanita tani. Paket bantuan yang diterima oleh KWT kemudian dibelanjakan sesuai dengan RAB yang sudah direncanakan.

Pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta. Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Kecamatan Bruno Bapak Wahidun, S.IP., Kepala Desa Desa Cepedak Bapak Sugeng Haryono beserta Perangkat Desa Cepedak. Pelatihan dibuka pada pukul 09.00 wib oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang diwakili oleh Staff Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Bapak Ery Puspandoyo, S.P.,MM. dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Program P2L merupakan inisiatif pemerintah untuk menangani prioritas intervensi stunting serta mengatasi daerah rawan/rentan pangan dan memantapkan lahan pangan. Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan lahan yang ada. "Kami berharap melalui program P2L, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, program ini juga berperan penting dalam upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Purworejo," Kemudian acara dilanjutkan oleh salah satu praktisi  yaitu Ibu Tri Ernawati (Ketua KWT Dwi Manunggal Karya Desa Karanggedang). Dalam penyampaiannya beliau menyampaikan :

1.     Semangat dalam berkelompok tani, bersama sama memajukan desanya

Menjadi anggota kelompok tani jangan mutungan / mletre, karena kelompok tani adalah organisasi nirlaba

2.     Kolaborasi antara KWT dan PKK pokja 3 untuk memanfaatkan pekarangan, sehingga tersedia bahan pangan (sayuran) secara mandiri dan berkelanjutan -menuju pekarangan lestari

3.     Manfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan B2SA (Beragam, Bergisi, Seimbang dan Aman) secara berkesinambungan.

4.     Disiplin dalam berorganisasi/berkegiatan dan disiplin administrasi

 

 

Sementara Pemateri  selanjutnya disampaikan oleh Bapak Koko Wahyudi :

1.     Budidaya Tanaman Hortikultura

Jenis Tanaman Sayur yang dibudidayakan di pekarangan

ü  Jenis tanaman sayur yang dapat ditanam di pekarangan rumah seperti

kangkung, sawi, selada, seledri, bayam, cabe, terong, tomat, dan kol.

ü  Pada prinsipnya tanaman ini membutuhkan banyak air tetapi tidak boleh tergenang air

ü  Membutuhkan sinar matahari yang cukup.

 

Penyemaian Benih :

ü  Komposisi = tanah : pasir : kompos = 1 : 1 : 1

ü  Penyemaian bisa dilakukan di dalam tray semai, polybag, karton bekas, atau botol air mineral bekas

ü  Setelah tebar benih tutup dengan karung plastic

ü  Setelah 4-5 hari tutup dibuka, penyiraman tiap hari

 

Pindah Tanam

ü  MEDIA TANAM = campuran dari tanah, pupuk kompos dan sekam bakar untuk menunjang perakarannya.

ü  Ditanam pada pot atau media tanam bedengan

ü  Pindah tanam jika benih cukup besar setelah tanaman setinggi 5-10 cm.

ü  Isi 1 polybag dengan 1 atau 2 tanaman

 

Pemeliharaan

ü  Disiangi dari gulma

ü  Diberi pupuk tambahan

ü  Penyiraman 1 – 2 kali sehari

ü  Penyulaman jika diperlukan

ü  Pengendalian dan Penanganan OPT

 

2.     Hama dan Penyakit Tanaman Hortikultura

Pengenalan dan pengendalan OPT tanaman Hortikultura penting dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar petani dan pelaku usaha dapat melakukan budidaya Hortikultura dengan benar dan dapat panen secara optimal.

HAKEKAT PHT PEMBERANTASAN  TIDAK SAMA PENGENDALIAN

Pemberantasan: memusnahkan, Pengendalian: memperhatikan jumlah/ populasi hama, penyakit ada di bawah ambang kendali, Memperhatikan kelestarian lingkungan, musuh alami dan keberlanjutan sistem produksi

Hama utama pada tanaman Hortikultura :

1.     Trips (Thrips sp.)

2.     Kutu daun (Myzus sp.)

3.     Ulat tanah (Agrotis sp.)

4.     Lalat  pengorok daun (Liriomysa sp.)

5.     Oteng- oteng

6.     Ulat Grayak (Spodoptera sp.)

7.     Ulat buah (Helicoverpa armigera)

a.   Helicoverpa armigera pada tanaman tomat

b.   Helicoverpa zea pada tanaman jagung

8.     Kutu kebul

9.     Lalat buah (Bactrocera sp.)

Kegiatan pelatihan di wilayah kecamatan Bruno ini dilaksanakan di tiga kelompok Wanita tani pelaksana kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) selain di KWT Sejahtera desa Cepedak juga di laksanakan di KWT Arum Sari desa Blimbing serta KWT Sekar Tani desa Gowong. Dengan diadakannya pelatihan ini semoga dapat menambah wawasan, ilmu dan semangat anggota KWT agar dapat mensukseskan program ini dengan baik, meningkatkan perekonomian petani dan juga mengurangi resiko stunting di wilayah Kabupaten Purworejo.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung