- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
- “PERKUAT KETAHANAN PANGAN LOKAL, DKPP SIAPKAN PELATIHAN DI DESA RENTAN RAWAN PANGAN”.
PELATIHAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI DESA CEPEDAK

PELATIHAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI
(P2L)
DI DESA CEPEDAK
Rabu (11/9) bertempat di
rumah ketua KWT Sejahtera Ibu Siti Sakinah telah dilaksanakan pelatihan
budidaya tanaman hortikultura dan pengenalan serta pengendalian organisme
pengganggu tanaman (OPT). Pelatihan ini merupakan rangkaian dari kegiatan
bantuan yang diterimakan kelompok Wanita tani beerupa paket kegiatan untuk
kegiatan P2l berupa: pembuatan rumah benih, demplot pemanfaatan pekarangan, dan
juga pengembangan pekarangan di rumah tangga masing masing anggota kelompok
Wanita tani. Paket bantuan yang diterima oleh KWT kemudian dibelanjakan sesuai
dengan RAB yang sudah direncanakan.
Pelatihan
ini diikuti oleh 30 orang peserta. Hadir dalam acara tersebut Sekretaris
Kecamatan Bruno Bapak Wahidun, S.IP., Kepala Desa Desa Cepedak Bapak Sugeng
Haryono beserta Perangkat Desa Cepedak. Pelatihan dibuka pada pukul 09.00 wib
oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo yang
diwakili oleh Staff Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Bapak Ery
Puspandoyo, S.P.,MM. dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Program P2L merupakan inisiatif pemerintah untuk menangani
prioritas intervensi stunting serta mengatasi daerah rawan/rentan pangan dan
memantapkan lahan pangan. Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk
memberdayakan masyarakat dalam pemanfaatan lahan yang ada. "Kami berharap
melalui program P2L, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi
kebutuhan pangan dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, program ini
juga berperan penting dalam upaya penanggulangan stunting di Kabupaten
Purworejo," Kemudian acara dilanjutkan oleh
salah satu praktisi yaitu Ibu Tri Ernawati (Ketua
KWT Dwi Manunggal Karya Desa Karanggedang). Dalam penyampaiannya beliau
menyampaikan :
1. Semangat dalam berkelompok tani,
bersama sama memajukan desanya
Menjadi anggota kelompok tani jangan
mutungan / mletre, karena kelompok tani adalah organisasi nirlaba
2. Kolaborasi antara KWT dan PKK pokja 3
untuk memanfaatkan pekarangan, sehingga tersedia bahan pangan (sayuran) secara
mandiri dan berkelanjutan -menuju pekarangan lestari
3. Manfaatkan pekarangan sebagai sumber
pangan B2SA (Beragam, Bergisi, Seimbang dan Aman) secara berkesinambungan.
4. Disiplin dalam
berorganisasi/berkegiatan dan disiplin administrasi
Sementara
Pemateri selanjutnya disampaikan oleh
Bapak Koko Wahyudi :
1.
Budidaya Tanaman Hortikultura
Jenis Tanaman Sayur yang dibudidayakan
di pekarangan
ü
Jenis
tanaman sayur yang dapat ditanam di pekarangan rumah seperti
kangkung,
sawi, selada, seledri, bayam, cabe, terong, tomat, dan kol.
ü
Pada
prinsipnya tanaman ini membutuhkan banyak air tetapi tidak boleh tergenang air
ü
Membutuhkan
sinar matahari yang cukup.
Penyemaian Benih :
ü Komposisi = tanah : pasir :
kompos = 1 : 1 : 1
ü Penyemaian bisa dilakukan di
dalam tray semai, polybag, karton bekas, atau botol air mineral bekas
ü Setelah tebar benih tutup
dengan karung plastic
ü
Setelah
4-5 hari tutup dibuka, penyiraman tiap hari
Pindah Tanam
ü
MEDIA
TANAM = campuran dari tanah, pupuk kompos dan sekam bakar untuk menunjang
perakarannya.
ü
Ditanam
pada pot atau media tanam bedengan
ü
Pindah
tanam jika benih cukup besar setelah tanaman setinggi 5-10 cm.
ü
Isi
1 polybag dengan 1 atau 2 tanaman
Pemeliharaan
ü Disiangi dari gulma
ü Diberi pupuk tambahan
ü Penyiraman 1 – 2 kali sehari
ü Penyulaman jika diperlukan
ü Pengendalian dan Penanganan
OPT
2.
Hama dan Penyakit Tanaman Hortikultura
Pengenalan dan pengendalan
OPT tanaman Hortikultura penting dilakukan. Hal ini dimaksudkan agar petani dan
pelaku usaha dapat melakukan budidaya Hortikultura dengan benar dan dapat panen
secara optimal.
HAKEKAT
PHT PEMBERANTASAN TIDAK SAMA PENGENDALIAN
Pemberantasan: memusnahkan, Pengendalian: memperhatikan jumlah/ populasi hama,
penyakit ada di bawah ambang kendali, Memperhatikan kelestarian lingkungan, musuh alami dan keberlanjutan
sistem produksi
Hama
utama pada tanaman Hortikultura :
1.
Trips
(Thrips sp.)
2.
Kutu
daun (Myzus sp.)
3.
Ulat
tanah (Agrotis sp.)
4.
Lalat pengorok daun (Liriomysa sp.)
5.
Oteng-
oteng
6.
Ulat
Grayak (Spodoptera sp.)
7.
Ulat
buah (Helicoverpa armigera)
a.
Helicoverpa
armigera pada tanaman
tomat
b.
Helicoverpa
zea pada tanaman
jagung
8.
Kutu
kebul
9.
Lalat
buah (Bactrocera sp.)
Kegiatan pelatihan di
wilayah kecamatan Bruno ini dilaksanakan di tiga kelompok Wanita tani pelaksana
kegiatan pekarangan pangan lestari (P2L) selain di KWT Sejahtera desa Cepedak
juga di laksanakan di KWT Arum Sari desa Blimbing serta KWT Sekar Tani desa
Gowong. Dengan diadakannya pelatihan ini semoga dapat menambah wawasan, ilmu
dan semangat anggota KWT agar dapat mensukseskan program ini dengan baik,
meningkatkan perekonomian petani dan juga mengurangi resiko stunting di wilayah
Kabupaten Purworejo.






