- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
PELATIHAN LITERASI EDUKASI KEUANGAN (PLEK) BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA KELOMPOK TANI BAYAN

PELATIHAN LITERASI EDUKASI KEUANGAN (PLEK) BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA KELOMPOK TANI DI KECATAMAN BAYAN
Rabu, 21 September 2022 dan Kamis, 22 September 2022 penyuluh pertanian lapangan bersama Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Batu menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Literasi Edukasi Keuangan (PLEK) bagi pengurus dan anggota kelompok tani penerima bantuan IPDMIP di wilayah Kecamatan Bayan.
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang mengelola keuangan agar dapat mencapai hidup lebih sejahtera di masa yang akan datang. Literasi keuangan terjadi ketika individu memiliki sekumpulan keahlian dan kemampuan yang membuat orang tersebut mampu memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pengetahuan literasi keuangan seseorang akan mempengaruhi bagaimana seseorang menabung, meminjam, berinvestasi dan mengelola keuangan. Tinggi rendahnya tingkat literasi keuangan dapat mempengaruhi individu yang mengelola keuangan rumah tangga dan kemampuan menabung untuk tujuan jangka panjang seperti membeli sebuah rumah, mencari pendidikan tinggi, atau mendanai pensiun. Pengelolaan uang yang tidak efektif bisa juga berakibat pada perilaku yang membuat konsumen lebih rapuh terhadap krisis keuangan yang parah. Terdapat hubungan antara manajemen keuangan dengan literasi keuangan yang bertujuan untuk merencanakan pengelolaan keuangan pribadi, mengatur perolehan dan mengatur penggunaan dana semaksimal mungkin.
Pada kesempatan pelatihan kali ini penyuluh pertanian selaku fasilitator pelatihan beserta Ibu Tri Handajani selaku widyaiswara pendamping memaparkan pentingnya perilaku menabung utamanya dalam sebuah kelompok. Harapannya kelompok tani dapat membentuk suatu kelembagaan simpan pinjam (KSP). Kelompok simpan pinjam dapat berfungsi sebagai lembaga untuk menyelenggarakan tabungan dan penyediaan pembiayaan bagi anggotanya dengan syarat-syarat yang mudah berdasarkan kepercayaan dan kekeluargaan. Dalam konteks yang lebih luas kelompok simpan pinjam dapat berperan sebagai institusi mediasi antara lembaga penyalur kredit dan pemerintah dengan masyarakat lapisan bawah.
(Wiwit Utami, SP – Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Bayan)






