- SEKOLAH LAPANG TEMBAKAU
- Jamin Aspek ASUH, Daging Sapi dari RPH Kutoarjo Kantongi Sertifikat Halal dan NKV
- KWT Mugi Rahayu Kelurahan Lugosobo Bagikan Bibit Cabai dan Terong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
- Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan
- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
PELATIHAN LITERASI EDUKASI KEUANGAN (PLEK) BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA KELOMPOK TANI BAYAN

PELATIHAN LITERASI EDUKASI KEUANGAN (PLEK) BAGI PENGURUS DAN ANGGOTA KELOMPOK TANI DI KECATAMAN BAYAN
Rabu, 21 September 2022 dan Kamis, 22 September 2022 penyuluh pertanian lapangan bersama Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Batu menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Literasi Edukasi Keuangan (PLEK) bagi pengurus dan anggota kelompok tani penerima bantuan IPDMIP di wilayah Kecamatan Bayan.
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang mengelola keuangan agar dapat mencapai hidup lebih sejahtera di masa yang akan datang. Literasi keuangan terjadi ketika individu memiliki sekumpulan keahlian dan kemampuan yang membuat orang tersebut mampu memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Pengetahuan literasi keuangan seseorang akan mempengaruhi bagaimana seseorang menabung, meminjam, berinvestasi dan mengelola keuangan. Tinggi rendahnya tingkat literasi keuangan dapat mempengaruhi individu yang mengelola keuangan rumah tangga dan kemampuan menabung untuk tujuan jangka panjang seperti membeli sebuah rumah, mencari pendidikan tinggi, atau mendanai pensiun. Pengelolaan uang yang tidak efektif bisa juga berakibat pada perilaku yang membuat konsumen lebih rapuh terhadap krisis keuangan yang parah. Terdapat hubungan antara manajemen keuangan dengan literasi keuangan yang bertujuan untuk merencanakan pengelolaan keuangan pribadi, mengatur perolehan dan mengatur penggunaan dana semaksimal mungkin.
Pada kesempatan pelatihan kali ini penyuluh pertanian selaku fasilitator pelatihan beserta Ibu Tri Handajani selaku widyaiswara pendamping memaparkan pentingnya perilaku menabung utamanya dalam sebuah kelompok. Harapannya kelompok tani dapat membentuk suatu kelembagaan simpan pinjam (KSP). Kelompok simpan pinjam dapat berfungsi sebagai lembaga untuk menyelenggarakan tabungan dan penyediaan pembiayaan bagi anggotanya dengan syarat-syarat yang mudah berdasarkan kepercayaan dan kekeluargaan. Dalam konteks yang lebih luas kelompok simpan pinjam dapat berperan sebagai institusi mediasi antara lembaga penyalur kredit dan pemerintah dengan masyarakat lapisan bawah.
(Wiwit Utami, SP – Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Bayan)






