- Hari Terakhir Pelayanan Keswan di Bulan Suci Ramadhan INi
- Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Cangkrep Lor Kabupaten Purworejo
- Gerdal OPT Walangsangit di KT Semi Gintungan, Gebang
- Rakor Pemantapan Ketahana Pangan DKPP Bersama KADISHANPAN JATENG
- Meski Sedang Puasa, Pelayanan Keswan DKPP Tetap Berjalan
- Menjaga Keamanan Bahan Pangan Asal Hewan, DKPP Laksanakan Pengawasan
- KTNA Kecamatan Purworejo Perkuat Barisan: Susun Pengurus Baru dan Rencana Kerja Strategis 2026
- Antisipasi Kemarau Panjang, Krandegan Tambah Pompa Tenaga Surya 15 PK
- Dari Petak 2,5 Meter, Terbaca Potensi Panen Padi Petani Kedungpomahankulon
- Harga Bawang Merah Bikin Nangis? Tanam Sendiri di Pekarangan, Mengapa Tidak?
Pelaksanaan Surveilans Pasca vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku

Pelaksanaan Surveilans Pasca vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terdaftar oleh Organisasi Internasional Kesehatan Hewan (OIE) sebagai salah satu penyakit hewan terpenting di dunia. PMK disebabkan oleh infeksi virus genus Aphthovirus, famili Picornaviridae yang sangat menular, walaupun sudah diberantas dari belahan dunia tetapi masih umum terjadi di Afrika dan Asia. Virus PMK menginfeksi hewan berkuku belah, domestik dan spesies satwa liar, dapat disebarluaskan dengan berbagai cara dan menyebabkan penyakit yang meluas dan kerugian ekonomi akibat penyakit tersebut, biaya pengendalian dan kerugian perdagangan.
Vaksin PMK digunakan untuk respon keadaan darurat, dapat sangat efektif dalam membatasi penyakit dan penyebaran infeksi. Namun, banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan vaksinasi harus dikontrol dengan hati-hati (Patton et al., 2019). Vaksinasi ternak dengan vaksin PMK menginduksi respons antibodi penetralisir dan melindungi hewan dari infeksi setelah tantangan (Cui et al., 2020). Vaksin yang diberikan harus mempunyai serotype yang sama dengan serotype virus lapangan. Oleh karena itu pemilihan serotype vaksin yang sesuai dengan virus lapang merupakan salah satu titik kritis dalam penanggulangan wabah PMK.
Setelah vaksinasi dilakukan, perlu dilakukan monitoring kekebalan yang terbentuk. Setelah program vaksinasi yang dilaksanakan, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi. Monitoring pasca vaksinasi untuk mengkaji kekebalan ditingkat populasi bertujuan dalam mengukur prevalensi serokonversi pada semua ternak di Indonesia untuk melihat gambaran cakupan vaksinasi. Evaluasi respon imun hewan yang divaksinasi di kondisi lapangan bertujuan untuk mengukur proporsi serokonversi pada ternak yang divaksinasi PMK yang akan menunjukkan efektivitas program vaksinasi. Harapan jangka panjangna adalah untuk tujuan program pembebasan PMK di Indonesia.
Tujuan dilaksanakannya surveilans pasca vaksinasi adalah:
1. Mengetahui respon kekebalan ternak yang divaksinasi PMK pada kondisi lapangan
2. Mengetahui perkembangan virus yang bersirkulasi saat vaksinasi PMK dilakukan
3. Mengetahui efek samping vaksinasi PMK.
Surveilans pasca vaksinasi di Kabupaten Purworejo sudah dilaksanakan pada tanggal 07-09 November 2022 dengan target sapi yang diambil darahnya adalah 219 ekor yang terbagi dalam 3 desa yaitu Desa Jogoresan Kecamatan Purwodadi, Desa Karanganyar Kecamatan Purwodadi, dan Desa Wonosari Kecamatan Ngombol. Syarat hewan yang diambil darahnya ini adalah hewan yang sebelumnya sudah tervaksin dosis ke-1. Darah yang didapat kemudian diambil serumnya dan dilakukan pengecekan di Balai Besar Veteriner Wates.






