- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Pekarangan Pangan Bergizi untuk Pemenuhan Makanan Beragam dan Bergizi

Pekarangan Pangan Bergizi untuk Pemenuhan Makanan Beragam dan Bergizi
Pembinaan dan pendampingan kelompok wanita tani merupakan strategi untuk mendukung pemberdayaan, penumbuhan, dan penguatan kelembagaan wanita tani. Bertempat di Rumah Ibu Nenti Damayanti Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki Desa Kuwurejo Kecamatan Kutoarjo pada hari Senin, 14 April 2025 dilakukan pertemuan rutin kelompok wanita tani. Acara ini dihadiri oleh Ibu Sri Lastuti, SP dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Ibu Kepala Desa Kuwurejo, Koordinator dan PPL Wilayah Binaan Desa Kuwurejo, pengurus dan anggota kelompok wanita tani sebanyak 20 orang.
Ibu Sri Lastuti, SP menyampaikan bahwa fungsi kelompok wanita tani yaitu sebagai wahana belajar untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap petani, wahana produksi berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian, wahana kerja sama bagi anggota kelompok tani untuk bekerja sama dalam bidang pertanian. Fungsi pekarangan adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan, meningkatkan penghasilan, dan menciptakan lingkungan yang asri. Lima fungsi pekarangan antara lain sebagai warung hidup, apotik hidup, lumbung hidup, estetika/keindahan, dan tabungan hidup.
Ibu Sri Handayani Adji selaku Koordinator PPL Kecamatan Kutoarjo juga menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan sangatlah tepat untuk memenuhi pangan dan gizi keluarga, mengingat selama ini pekarangan belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal pekarangan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai penghasil pangan, dalam memperbaiki gizi keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Manfaatnya sangat besar, terutama bagi masyarakat golongan ekonomi lemah.
Ibu Reny Marlina Yushanita selaku PPL Wilayah Binaan Desa Kuwurejo mengatakan bahwa pekarangan pangan bergizi adalah konsep pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan yang bergizi. Berikut adalah beberapa manfaat pekarangan pangan bergizi antara lain meningkatkan ketersediaan pangan (pekarangan pangan bergizi dapat meningkatkan ketersediaan pangan bergizi bagi keluarga), menghemat biaya (pekarangan pangan bergizi dapat menghemat biaya belanja pangan), dan meningkatkan kesehatan (pekarangan pangan bergizi dapat meningkatkan kesehatan keluarga dengan menyediakan pangan bergizi).
Tips membuat pekarangan pangan bergizi yaitu pilih tanaman yang bergizi (pilih tanaman yang bergizi seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman herbal), manfaatkan lahan dengan efektif (manfaatkan lahan pekarangan dengan efektif dengan menggunakan teknik penanaman yang tepat), perawatan yang rutin (lakukan perawatan yang rutin untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik).
Contoh tanaman untuk Pekarangan Pangan Bergizi antara lain sayuran (kangkung, bayam, sawi, dan lain-lain), buah-buahan (Stroberi, tomat, cabe, dan lain-lain), tanaman herbal (jahe, kunyit, temulawak, dan lain-lain). Dengan membuat pekarangan pangan bergizi, keluarga dapat meningkatkan ketersediaan pangan bergizi dan meningkatkan kesehatan. (Pengirim : Reny Marlina Yushanita, SP BPP Kecamatan Kutoarjo)






