PASTIKAN PUPUK SUBSIDI TEPAT SASARAN, BPP NGOMBOL ADAKAN SOSIALISASI PENEBUSAN PUPUK BERSUBSIDI 2024 DAN PENYUSUNAN RDKK TAHUN 2025

By DINPPKP 19 Jun 2024, 15:32:22 WIB Penyuluhan
PASTIKAN PUPUK SUBSIDI TEPAT SASARAN, BPP NGOMBOL ADAKAN SOSIALISASI PENEBUSAN PUPUK BERSUBSIDI 2024 DAN PENYUSUNAN RDKK TAHUN 2025

PASTIKAN PUPUK SUBSIDI TEPAT SASARAN, BPP NGOMBOL ADAKAN SOSIALISASI PENEBUSAN PUPUK BERSUBSIDI 2024 DAN PENYUSUNAN RDKK TAHUN 2025

 

Pupuk bersubsidi merupakan salah satu sarana produksi pertanian yang bertujuan untuk mengoptimalkan dan meningkatkan produktivitas serta kualitas hasil pertanian.  Hal serupa disampaikan Mentan Amran, pupuk merupakan komoditas yang penting dalam usaha mencapai ketahanan dan produksi pangan nasional. Untuk mendukung hal tersebut mulai 1 Mei 2024, pemerintah memberikan alokasi tambahan pupuk bersubsidi dari 4,73 juta ton menjadi 9,55 juta ton. “Pemerintah terus berupaya untuk menambah alokasi pupuk bersubsidi, sesuai dengan arahan Bapak Presiden dan saat ini telah disetujui oleh DPR untuk mengembalikan alokasi pupuk subsidi menjadi 9,55 juta ton," tandasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menambahkan, dengan adanya Permentan No 01 Tahun 2024 ini, pihaknya berharap permasalahan pupuk bersubsidi dan solusinya dikedepankan dahulu. Petani diberikan kemudahan dalam menebus pupuk bersubsidi. "Bila ada petani mengalami kendala, seperti sudah tua, sakit, atau jarak yang sangat jauh dari kios sehingga bisa diwakilkan akan diakomodir dengan syarat dan ketentuan. Hal ini untuk memastikan tujuan program pupuk bersubsidi sesuai target yang telah ditetapkan," pungkas Ali Jamil.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi, maka kebutuhan pupuk harus berdasarkan kebutuhan riil petani, pekebun, peternak dan petambak yang disusun secara berkelompok dalam bentuk Rencana Definitif Kebutuhan kelompok (RDKK). Oleh karena penyusunan RDKK harus dilakukan secara serentak dan tepat waktu, maka perlu dilakukan satu upaya untuk mendorong kelompok tani menyusun RDKK yang dibimbing oleh Penyuluh dan didukung oleh Kepala Desa/Lurah setempat.

Berdasarkan latar belakang tersbut, bertempat di Aula Balai Desa Jeruken Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo pada Kamis Tanggal 13 Juni 2024 dilakukan sosialisasi penebusan pupuk bersubsidi tahun 2024 dan rencana penyusunan RDKK tahun 2025. Hadir dalam acara ini sebanyak 50 orang terdiri dari DKPP Kabupaten Purworejo, Forkompinca Kecamatan Ngombol, PPL Kecamatan Ngombol, Kepala Desa Glondongan Candi beserta perwakilan ketua kelompok tani, BPD Desa Jeruken dan anggota kelompok tani di Desa Jeruken.

 Sosialisasi  ini dilaksanakan dalam rangka pengelolaan kebijakan pupuk bersubsidi dan sebagai upaya menjamin keterbukaan, ketepatan sasaran dan kecepatan dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.  Dalam sambutannya, Kepala Desa Jeruken R Agus Sarminto menyampaikan Pemeruntah Desa siapa memfasilitasi dan mendampingi penyusunan RDKK pupuk bersubsidi sehingga petani tidak kesulitan dalam mendapatkan akses pupuk bersubsidi. “Kami siap memback-up penyusunan RDKK pupukbersubsidi sehingga kebutuhan pupuk untuk tanaman padi di Desa Jeruken aman terkendali”, tambahnya.

Woro selaku PPL Ngombol mengatakan tujuan penyusnan RDK dan RDKK adalah meningkatkan peran kelompok tani dalam menyusun rencana kegiatan usaha tani berkelompok serta meningkatkan peran penyuluh pertanian dalam membimbing kelompok tani menyusun rencana kegiatan usaha tani berkelompok.

Woro juga menyampaikan bahwa kelompok tani harus berperan aktif terhadap penyusunan RDKK pupuk bersubsidi sehingga kebutuhan petani akan pupuk untuk lahannya tidak ada yang tertinggal. “Pupuk untuk petani yang terdaftar di RDKK sesuai kebutuhan yang diperlukan, dengan demikian produktivitas pertanian baik tanaman pangan maupun hortikultura tidak terganggu karena  keterbatasan alokasi pupuk bersubsidi”,tandasnya.

Acara dilanjutkan dengan sosialisasi penyusunan RDKK pupuk bersubsidi dan penebusan pupuk bersubsidi serta permasalahan kartu tani yang disaampaiakn oleh Woro selaku PPL Ngombol. Dalam sosialisasi tersebut, Woro menyampaikan bahwa ada tambahan pupuk subsidi yang sudah masuk ke kartu tani masing-masing petani di Kecamatan Ngombol. “Untuk Kecamatan Ngombol, alokasi Urea 2.125.020 Kg (78,59%) atau 216 kg/ha/musim dan NPK 1.892.573 Kg (62,81%) atau setara 157 kg/ha/musim. Sedangkan untuk penebusan pupuk bersubsidi menggunakan KTP adalah pemohon baru pada 2024 yang belum memiliki kartu tani atau yang kartu tani nya bermasalah tetapi harus terdaftar di eRDKK”, tambahnya.

Untuk penyusunan RDKK tahun 2025, Woro mengharapkan dari perwakilan kelompok tani berkoordinasi dengan PPL wilayah masing-masing untuk menyusun jadwal musyawarah penyusunan RDKK pupuk bersubsidi dan maksimal 31 Juli 2024 data RDKK setiap kelompok sudah masuk ke BPP Kecamatan Ngombol. Woro berharap proses penyusunan RDKK pupuk bersubsidi tahun 2025 dapat berjalan dengan lancar, keterlibatan pihak yang terkait dan tentu saja anggota petani ikut semua mengetahui dan memahami proses penyusunan RDKK.

Penyusunan RDK dan RDKK tingkat kelompok tani merupakan kegiatan strategis yang harus dilaksanakan secara serentak dan tepat waktu, sehingga diperlukan suatu gerakan untuk mendorong kelompok tani dalam menyusun RDK dan RDKK sesuai dengan kebutuhan petani. Peran penyuluh pertanian sangat penting dalam proses perencanaan kegiatan pengembangan usahatani kelompok, termasuk kebutuhan sarana produksi pertanian (Saprotan) yang disusun oleh Poktan/Gapoktan melalui RDK/RDKK maupun RDKK Pupuk Bersubsidi. 

Disusun Oleh : Bakti Woro Haryanti, SP

PPL Kecamatan Ngombol

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung