- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PANTAU KETERSEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI, PPL NGOMBOL LAKUKAN MONITORING DI PENGECER

PANTAU
KETERSEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI, PPL NGOMBOL LAKUKAN MONITORING DI PENGECER
Adanya
konflik Perang Ukraina dan Rusia memberikan dampak pada petani di Indonesia. Pabrik
pupuk di Indonesia masih mengambil bahan baku dari kedua negara tersebut.
Karena terjadinya perang, maka logistic (kapal) pengangkut bahan pupuk
masih sangat terkendala. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor
kelangkaan pupuk, yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat petani saat ini.
Menteri
Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman pada Kunjungan
kerjanya di Jawa Tengah 13 Desember 2023 bersama Presiden Joko Widodo lalu
menyampaikan bahwa pemberian subsidi pupuk kepada para petani bertujuan untuk
menekan laju inflasi pangan yang cukup tinggi di tahun 2022 lalu. Lonjakan
pangan yang terjadi disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19, kenaikan
BBM subsidi, hingga dampak dari konflik Rusia, dan Ukraina.
Penyuluh pertanian Kecamatan Ngombol pada pertengahan Bulan
Januari 2024 melakukan pemantauan dan monitoring ketersediaan pupuk bersubsidi
di pengecer di wilayah Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini dilakukan untuk
mengetahui ketersediaan stok pupuk bersubsidi yang ada di pengecer. Selain itu
juga dapat mengetahui perkembangan transaksi pembelian pupuk menggunakan kartu
tani serta mendengarkan keluh kesah petani tentang pupuk bersubsidi.
Dari hasil monitoring, secara umum stok pupuk di wilayah Kecamatan
Ngombol masih tercukupi, sebagai contoh di Kios Sari Tani Nugroho stok Urea 1
ton dan NPK 4 ton. Sedangkan Kios Purwotani stok Urea 1 ton dan NPK 2 ton. “Alhamdulilah
dari hasil monitoring, stok pupuk untuk wilayah Pengecer Sari Tani Nugroho dan
Purwotani yang menangani wilayah Ngombol Bagian Selatan relatif cukup aman dan
tercukupi, karena sebagian petani sudah memanfaatkan sisa kuota yang dimiliki
pada akhir tahun 2023 lalu, “ujar Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan
Ngombol.
Pada kesempatan ini juga dilakukan monitoring transaksi
pembelian pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani. Ditemukan beberapa
permasalahan terkait penebusan pupuk bersubsidi, diantaranya kartu tani yang
digesek pada mesin EDC tidak muncul kuota pupuk bersubsidi, ternyata setelah di
cek pada SIMPI BRI, nomor kartu petani tersebut kosong, sehingga perlu
dikoordinasikan kepada BRI untuk diinput ulang nomor kartu taninya sesuai
dengan yang diterima petani. Setelah dilakukan input BRI, kartu tani dapat
digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi.
Wagini selaku pengelola Kios Purwotani menyampaikan banyak
kasus seperti itu, sehingga perlu koordinasi dengan PPL Kecamatan. “Pada awal
tahun 2024 ini petani sudah dapat membeli pupuk bersubsidi tetapi banyak kartu
tani yang bermasalah karena nomor kartu taninya di SIMPI BRI hilang sehingga perlu
koordinasi dengan PPL Kecamatan yang kemudian menyambungkan ke BRI, apabila
sudah diinput otomatis kartu tani bisa digunakan kembali, ujarnya. “PPL Ngombol
sangat responsif dan gercep menyampaikan ke pihak BRI sehingga pelayanan kartu
tani meskipun ada permasalahan kartu tani dapat diatasi”, tambahnya.
Sarman salah satu petani menyampaikan penggunaan kartu tani
sangat bagus karena petani kecil mendapatkan hak nya untuk mendapatkan pupuk
bersubsidi, tidak didominasi petani yang punya banyak modal. Hanya saja
kuotanya sangat terbatas sehingga perlu menggunakan tambahan pupuk non subsidi
untuk mencukupi kebutuhan tanaman. “Semoga Pak Presiden merealisasikan janji
tambahan 14 triliun untuk menambah subsidi pupuk tahun 2024 sehingga dapat
menambah alokasi pupuk musim tanam yang akan datang.”ujarnya.
Woro menambahkan diharapkan dengan adanya kegiatan monitoring
ini, penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani dapat terlayani serta petani
dapat melakukan pemupukan tepat pada waktunya sehingga produksi padi tidak
terganggu.
Pengirim : Bakti Woro Haryanti, SP
PPL Kecamatan Ngombol






