PANTAU KETERSEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI, PPL NGOMBOL LAKUKAN MONITORING DI PENGECER

By DINPPKP 17 Jan 2024, 15:51:36 WIB Penyuluhan
PANTAU KETERSEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI, PPL NGOMBOL LAKUKAN MONITORING DI PENGECER

PANTAU KETERSEDIAAN PUPUK BERSUBSIDI, PPL NGOMBOL LAKUKAN MONITORING DI PENGECER

Adanya konflik Perang Ukraina dan Rusia memberikan dampak pada petani di Indonesia. Pabrik pupuk di Indonesia masih mengambil bahan baku dari kedua negara tersebut. Karena  terjadinya perang, maka logistic (kapal) pengangkut bahan pupuk  masih sangat terkendala. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor kelangkaan pupuk, yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat petani saat ini.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman pada Kunjungan kerjanya di Jawa Tengah 13 Desember 2023 bersama Presiden Joko Widodo lalu menyampaikan bahwa pemberian subsidi pupuk kepada para petani bertujuan untuk menekan laju inflasi pangan yang cukup tinggi di tahun 2022 lalu. Lonjakan pangan yang terjadi disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19, kenaikan BBM subsidi, hingga dampak dari konflik Rusia, dan Ukraina.

Penyuluh pertanian Kecamatan Ngombol pada pertengahan Bulan Januari 2024 melakukan pemantauan dan monitoring ketersediaan pupuk bersubsidi di pengecer di wilayah Kecamatan Ngombol. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui ketersediaan stok pupuk bersubsidi yang ada di pengecer. Selain itu juga dapat mengetahui perkembangan transaksi pembelian pupuk menggunakan kartu tani serta mendengarkan keluh kesah petani tentang pupuk bersubsidi.

Dari hasil monitoring, secara umum stok pupuk di wilayah Kecamatan Ngombol masih tercukupi, sebagai contoh di Kios Sari Tani Nugroho stok Urea 1 ton dan NPK 4 ton. Sedangkan Kios Purwotani stok Urea 1 ton dan NPK 2 ton. “Alhamdulilah dari hasil monitoring, stok pupuk untuk wilayah Pengecer Sari Tani Nugroho dan Purwotani yang menangani wilayah Ngombol Bagian Selatan relatif cukup aman dan tercukupi, karena sebagian petani sudah memanfaatkan sisa kuota yang dimiliki pada akhir tahun 2023 lalu, “ujar Woro selaku Koordinator PPL Kecamatan Ngombol.

Pada kesempatan ini juga dilakukan monitoring transaksi pembelian pupuk bersubsidi menggunakan kartu tani. Ditemukan beberapa permasalahan terkait penebusan pupuk bersubsidi, diantaranya kartu tani yang digesek pada mesin EDC tidak muncul kuota pupuk bersubsidi, ternyata setelah di cek pada SIMPI BRI, nomor kartu petani tersebut kosong, sehingga perlu dikoordinasikan kepada BRI untuk diinput ulang nomor kartu taninya sesuai dengan yang diterima petani. Setelah dilakukan input BRI, kartu tani dapat digunakan untuk membeli pupuk bersubsidi.

Wagini selaku pengelola Kios Purwotani menyampaikan banyak kasus seperti itu, sehingga perlu koordinasi dengan PPL Kecamatan. “Pada awal tahun 2024 ini petani sudah dapat membeli pupuk bersubsidi tetapi banyak kartu tani yang bermasalah karena nomor kartu taninya di SIMPI BRI hilang sehingga perlu koordinasi dengan PPL Kecamatan yang kemudian menyambungkan ke BRI, apabila sudah diinput otomatis kartu tani bisa digunakan kembali, ujarnya. “PPL Ngombol sangat responsif dan gercep menyampaikan ke pihak BRI sehingga pelayanan kartu tani meskipun ada permasalahan kartu tani dapat diatasi”, tambahnya.

Sarman salah satu petani menyampaikan penggunaan kartu tani sangat bagus karena petani kecil mendapatkan hak nya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, tidak didominasi petani yang punya banyak modal. Hanya saja kuotanya sangat terbatas sehingga perlu menggunakan tambahan pupuk non subsidi untuk mencukupi kebutuhan tanaman. “Semoga Pak Presiden merealisasikan janji tambahan 14 triliun untuk menambah subsidi pupuk tahun 2024 sehingga dapat menambah alokasi pupuk musim tanam yang akan datang.”ujarnya.

Woro menambahkan diharapkan dengan adanya kegiatan monitoring ini, penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani dapat terlayani serta petani dapat melakukan pemupukan tepat pada waktunya sehingga produksi padi tidak terganggu.

Pengirim : Bakti Woro Haryanti, SP

PPL Kecamatan Ngombol

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung