- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Panen Tembakau Demplot Uji Multilokasi (UML) Kelompok Tani Clangkring, Tepus Wetan, Kutoarjo

Panen Tembakau Demplot Uji Multilokasi (UML)
Kelompok Tani Clangkring
Desa Tepus Wetan Kecamatan Kutoarjo
Industri hasil tembakau merupakan salah satu sektor strategis domestik yang memiliki daya saing tinggi dan terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Sumbangan sektor yang dikategorikan sebagai kearifan lokal ini meliputi penyerapan tenaga kerja, pendapatan negara melalui cukai serta menjadi komoditas penting bagi petani dari hasil perkebunan berupa tembakau dan cengkeh.
Kabupaten Purworejo memiliki beberapa lokasi yang berkontribusi dari hasil perkebunan khususnya tembakau, diantaranya : Kecamatan Purworejo, Kecamatan Bagelen, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Kutoarjo, Kecamatan Kemiri, Kecamatan Bayan dan Kecamatan Gebang. Masing-masing lokasi memiliki karakter tembakau yang berbeda. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Purworejo Kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam rangka seleksi galur untuk mendapatkan Varietas Tembakau Unggul Kabupaten Purworejo. Terdapat 5 kecamatan yang melaksanakan Demplot Uji Multi Lokasi (UML) Tembakau yaitu Kecamatan Purworejo, Kecamatan Bagelen, Kecamatan Kutoarjo, Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Kemiri.
Kelompok Tani pelaksana demplot UML tembakau di Kecamatan Kutoarjo yaitu Kelompok Tani Clangkring Desa Tepus Wetan dengan 3 lokasi ulangan yaitu ulangan I, ulangan II dan ulangan III. Demplot dilaksanakan sejak bulan Juli 2023 pada musim tanam ke-III di mulai dari pengolahan lahan, sedangkan tanam tembakau di laksanakan pada tanggal 03 Agustus 2023. Tembakau yang ditanam ada 12 varietas yaitu : Sili Kenongo, Sili Kenongo Tangkai Panjang, Sayangan Bedono, Bendungan Ombo, Sili Kenongo Sayangan, Sembowo, Sayangan Gober, Kenongo Ketangi, Bendungan Dowo, Sembowo Ketangi, kemloko 3 dan bibit asal petani Purworejo.
Pada tanggal 22 Oktober 2023, dilaksanakan panen demplot Uji Multi Lokasi (UML) pada lokasi Ulangan II. Pada 12 varietas yang ditanam terdapat tanaman tembakau yang tidak terpanen yaitu pada varietas Sembowo Ketangi sebanyak 1 tanaman, varietas Sayangan Bedono sebanyak 1 tanaman, varietas Kenongo Ketangi sebanyak 1 tanaman dan varietas Sili Kenongo Tangkai Panjang sebanyak 1 tanaman. Rata-rata tanaman yang tidak terpanen terserang virus sehingga pertumbuhan menjadi tidak normal (kerdil). Hasil panen pada Ulangan II sebagai berikut :
Tabel 1. Tabel Hasil Panen Tembakau Ulangan II Kelompok Tani Clangkring Desa Tepus Wetan, Kec. Kutoarjo
|
No |
VARIETAS |
BERAT BASAH (Kg) |
|
1 |
Sili Kenongo |
45 |
|
2 |
Sili Kenongo Tangkai Panjang |
42 |
|
3 |
Sayangan Bedono |
46 |
|
4 |
Bendungan Ombo |
41 |
|
5 |
Sili Kenongo Sayangan |
45 |
|
6 |
Sembowo |
40 |
|
7 |
Sayangan Gober |
49 |
|
8 |
Kenongo Ketangi |
48 |
|
9 |
Bendungan Dowo |
30 |
|
10 |
Sembowo Ketangi |
39 |
|
11 |
Kemloko 3 |
38 |
|
12 |
Bibit asal petani di Purworejo |
41 |
|
|
Jumlah |
505 |
Tembakau yang telah di panen diambil batangnya (dirowek) kemudian didiamkan selama 4 hari sebelum dirajang dan selanjutnya dilakukan penjemuran hingga kering dan penimbangan tembakau kering sehingga akan diketahui hasil akhirnya. Hasil panen juga akan dilakukan uji
Petani mengaku bersemangat dengan adanya Uji Multi Lokasi (UML) Tembakau karena petani bisa belajar lebih banyak tentang tembakau, belajar pembibitan dan juga bersosialisasi dengan petani dari kecamatan lain juga pihak-pihak yang terkait dengan Kegiatan Uji Multi Lokasi (UML) Tembakau. Uji Multi Lokasi (UML) di harapkan akan mendapatkan galur yang mempunyai produktivitas tinggi, tahan hama penyakit dan mutu hasil yang baik. (Sri Handayani Adji, SP-PPL Kutoarjo)






