- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
PANEN SAYURAN KANGKUNG BERSAMA KWT KLEDUNG BAROKAH
.jpg)
PANEN
SAYURAN KANGKUNG BERSAMA KWT KLEDUNG BAROKAH
(Brunosari,
16/02) - KWT
Kledung Barokah, Jumat pagi 16 Februari 2024 mengadakan kegiatan memanen di
Kebun KWT di Kledung Padukuhan Kalicurug. Hasil kebun KWT yang berasal dari
lahan seluas 100m2 ini dipergunakan untuk kebutuhan gizi keluarga
sisanya dijual untuk kas kelompok. KWT Mentari diketuai oleh Ibu Wulandari dan
dibawah binaan PPL Musti Widya dari Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Bruno.
“Selain
untuk kegiatan KWT dan memenuhi pasokan stok sayuran di Desa Brunosari, masih
kurangnya pemanfaatan lahan pekarangan menjadi alasan utama anggota KWT Kledung
Barokah menanam berbagai macam sayuran di lahan pekarangan.” Jelas, Wulan Ketua
KWT.
Pemanfaatan pekarangan rumah untuk keluarga antara
lain sebagai:
- Pemenuhan gizi keluarga : ada beberapa
tanaman, ternak dan ikan yang dapat dipelihara di pekarangan dan
menghasilkan makanan yang dibutuhkan keluarga.
- Seperti umbi-umbian sebagai sumber vitamin,
sedangkan ternak dan ikan sebagai sumber protein dan lemak.
- Sebagai lumbung ternak : hasil dari usaha
pekarangan dapat diambil sewaktu-waktu dan tidak ada musim pacekliknya.
- Apotik hidup : pekarangan dapat ditanami
berbagai tanaman obat yang berkhasiat, jika anggota keluarga sewaktu-waktu
sakit dapat ditanggulangi sementara dengan obat yang ada di pekarangan.
- Menambah penghasilan : pekarangan yang
dikelola dengan baik, hasilnya dapat dijual sebagai sumber pendapatan
keluarga karena banyak komoditas yang tidak membutuhkan lahan yang luas
untuk membsudidayakannya.
- Menghasilkan bahan bangunan : jenis tanaman
pohon seperti bambu, kelapa, nangka dan tanaman lainnya yang ditanam di
pekarangan dapat dijadikan bahan bangunan dan kerajinan rumah tangga.
- Sebagai tempat rekreasi keluarga : pekarangan
yang ditata dan dirawat secara teratur akan memberikan keindahan dan rasa
tentram bagi orang yang melihatnya.
“Hasil yang didapat oleh kelompok wanita tani ini semua atas
kemauan, keinginan dan tekad yang kuat dari ibu-ibu untuk maju dan berkembang.
Semoga dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya dalam
mengembangkan pertanian. Dan peran Pemerintah disini
untuk mendukung sarana, prasarana serta promosi penjualannya.” pungkas Musti
Widya PPL Bruno.






