- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
PANEN RAYA JAGUNG NUSANTARA DI KABUPATEN PURWOREJO : JAGUNG LANGKA? KE WONOSARI AJA

Jagung adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia
Komoditas jagung memiliki peran sangat strategis dalam sistem ketahanan pangan nasional maupun sebagai penggerak ekonomi bangsa. Selain itu juga, jagung memiliki kontribusi dalam ketersedian protein yang menjadi bahan baku pakan baik ternak maupun perikanan serta industri lainnya.
Menteri Pertanian memimpin langsung acara panen raya jagung nusantara yang berlangsung di Desa Banjarsari, Kecamatan Krandegan Kabupaten Grobogan pada Hari Rabu, 29 September 2021. Acara ini serentak diikuti oleh Gubernur dan Walikota/Bupati se Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa pada masa Pandemi Covid 19, pertanian merupakan sektor yang tetap eksis dan mampu bertahan, bahkan dapat melakukan ekspor produk unggulan. Selain itu, jagung dapat ditanam di semua lahan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi dan tidak memerlukan perlakuan khusus dalam budidayanya. Sedangkan untuk dinamika harga jagung akan ditangani secara bersama-sama dengan melibatkan pihak yang terkait.
Tujuan dari kegiatan ini yaitu dapat mewakili gerakan pertanian tanaman dan menunjukkan potensi serta ketersediaan panen jagung se Indonesia sampai akhir tahun, sehingga perusahaan yang membutuhkan bahan baku jagung dapat menghubungi kelompok tani yang terdekat dengan wilayahnya dan pemerintah tidak memberlakukan impor jagung.
Untuk Kabupaten Purworejo, acara panen raya secara virtual dipusatkan di lahan tegalan Kelompok Tani Mitra Usaha, Desa Wonosari Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Dalam kesempatan ini, dihadiri oleh Asisten II Kabupaten Purworejo, Kadin PPKP beserta jajarannya, PPL dan POPT Kecamatan Ngombol, Pemerintah Desa Wonosari, Pengurus dan anggota Kelompok Tani.
Desa Wonosari merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo yang memiliki luasan tegalan 204 hektar. Dari luasan tersebut, mayoritas ditanami jagung, semangka, melon, dan lainnya. Dalam satu tahun, petani Wonosari dapat menanam jagung sebanyak 3-4 kali. Pada tahun 2021 ini, Kelompok Tani Mitra Usaha mendapatkan bantuan benih jagung untuk luasan 100 hektar untuk meningkatkan produksi jagung. Menurut Sutamto, Ketua kelompok tani Mitra Usaha, dari jumlah tersebut, sampai Bulan September 2021 ini sudah tertanam sebanyak 70 hektar dengan provitas 7 ton/ha pipilan kering. Petani Wonosari sangat antusias menanam jagung pada tahun ini disebabkan karena harga jagung yang lumayan tinggi, yaitu di kisaran harga Rp 5.400- Rp 5.500 serta adanya serangan hama penyakit pada tanaman semangka sehingga petani beralih menanam jagung. Para petani berharap harga jagung bisa stabil sehingga dapat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kelompok tani juga membuka peluang kerjasama dan kemitraan yang seluas-luasnya kepada perusahaan yang ingin membeli jagung hasil panen di Desa Wonosari untuk memutus rantai pemasaran sehingga dapat menambah keuntungan bagi petani.
Jenis Varietas Jagung Unggul (Hibrida Dan Komposit)
Terdapat berbagai varietas unggul mempunyai sifat antara lain; berproduksi tinggi, umur pendek, tahan serangan penyakit utama dengan memiliki sifat-sifat yang menguntungkan. Varietas unggul tanaman jagung dapat dibedakan menjadi dua yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas (Komposit).
Terdapat jenis-jenis varietas jagung unggul yang cukup ternama dan paling banyak dicari petani antara lain: Abimanyu, Arjuna, Bromo, Bastar Kuning, Bima, Genjah Kertas, Harapan, Harapan Baru, Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1), Hibrida IPB 4, Kalingga, Kania Putih, Malin, Metro, Nakula, Pandu, Parikesit, Permadi, Sadewa, Wiyasa, Bogor Composite.
- Kalingga,memiliki masa panen 96 hari dengan tingkat produksi 5,4 – 7 ton / ha dan tahan penyakit bulai
- Wiyasa,memiliki masa panen 96 hari dengan produksi ton7 / ha serta tahan penyakit bulai dan karat daun
- Arjuna,dengan umur panen berkisar 85 – 90 hari dengan produksi 5-6 ton / ha dan tahan terhadap penyakit bulai dan karat daun
- Nakula,memiliki umur panen 85 hari , produksi 3,6 ton / ha, tahan terhadap penyakit bulai dan karat daun
- Sadewa,Umur panen 86 hari , produksi 3-7 ton / ha, agak tahan terhadap penyakit bulai dan tahan terhadap penyakit karat daun
- Srikandi,Umur panen 97 hari, produksi 8 ton / ha pipilan kering, tahan rebah, tahan penyakit bulai, tahan penyakit karat daun, tahan penyakit busuk tongkol dan toleran terhadap kekeringan
- Palakka,Masak fisiologis 97 hari, produksi 8 ton / ha pipilan kering, tahan rebah, tahan bulai, tahan karat daun, tahan penyakit busuk tongkol dan toleran terhadap kekeringan
- Sukmaraga,masak fisiologis 105-110 hari , produksi 8,5 ton / ha, akar dalam dan kuat, dan agak tahan penyakit rebah
- Pioner 2,umur panen 100 hari , produksi 6,3-10 ton/ ha, tahan rebah dan agak tahan penyakit bulai
- Pioner 1,Umur panen 100 hari , produksi 5-6 ton/ ha, dan agak tahan penyakit bulai
- Bisi 18,umur masak 100 hari ( dataran rendah ), serta125 hari ( dataran tinggi ), potensi produksi 12 ton / ha, tahan karat daun, tahan hawar dan, seragam, tahan rebah, akar baik , serta batang besar- kokoh dan tegak
- C1,Umur panen 95-100 hari, produksi 5,8 ton / ha dan agak tahan penyakit bulai
- PB,Umur panen 100 hari ( dataran rendah), 118 hari ( dataran tinggi ), produksi 10 – 11,96 ton / ha, tahan penyakit karat daun.
- P9,Umur panen 100 hari ( dataran rendah ) dan 113 hari ( dataran tinggi ), produksi 10 – 11,71 ton / ha, tahan karat daun dan tahan busuk tongkol
- Cpl 1,Umur panen 100 hari, produksi 6,2 ton / ha dan agak tahan bulai
Masih banyak jenis benih jagung yang beredar di Indonesia, semuai sesuai dengan lahan dan minat petani untuk menanam.






