Panen Padi MT III di KWT Subur Lestari Desa Loano Kecamatan Loano

By DINPPKP 18 Nov 2021, 07:53:02 WIB Penyuluhan
Panen Padi MT III di KWT Subur Lestari Desa Loano Kecamatan Loano

Padi merupakan tanaman utama di Indonesia, khususnya Kabupaten Purworejo. Beras merupakan hasil dari tanaman padi. Kebutuhan beras terus meningkat karena beras merupakan makanan pokok rakyat Indonesia dan masyarakat Purworejo pada khususnya. Oleh karena itu sangatlah penting untuk memperhatikan budidaya padi mulai dari tanam sampai dengan proses panen dan pasca panen.
Panen merupakan rangkaian budidaya padi berupa pemetikan hasil tanaman padi sesuai dengan kriteria tingkat kemasakan. Adapun tanda-tanda padi siap panen adalah :
1. 90-95% gabah sudah menguning dan daun bendera telah mengering
2. Umur optimal panen yang tepat sekitar 135-145 hari setelah tanam (HST) tergantung dari varietas padi yang ditanam
3. Kadar air dalam gabah 22-23% pada musim kemarau dan 24-26% pada musim penghujan
Cara pemanenan padi bisa dilakukan dengan cara tradisional maupun modern. Cara pemanenan dengan cara tradisional biasanya menggunakan alat pemotong padi berupa ani-ani atau sabit, alat perontok biasanya menggunakan gepyok atau pedal threser. Sedangkan cara pemanenan dengan cara modern biasa nya menggunakan alat perontok power threser dan mesin panen combain harvester. 
Pada hari Rabu tanggal 17 November 2021, BPP Kecamatan Loano melakukan panen padi MT III atau biasa dikenal dengan sebutan ubinan di lahan KWT Subur Lestari     Dusun Jogotamu Desa Loano Kecamatan Loano. Padi yang dipanen merupakan padi yang berasal dari benih bantuan pemerintah (Banpem) dengan varietas Inpari 32 seluas 10 Ha. 
Ubinan yang dilakukan dengan mengambil sampel ukuran 2,5 meter X 2,5 meter dengan hasil ubinan 5,2 kg. Dengan demikian provitasnya adalah 83,2 kuintal/ha atau 8,32 ton/ha. Proses pemanenan yang dilakukan masih dengan cara tradisional atau sederhana yaitu menggunakan alat pemotong sabit dan alat perontok pedal threser yang diberi alas terpal yang cukup lebar agar mengurangi kehilangan hasil. Ubinan ini dihaditi oleh anggota KWT Subur Lestari Desa Loano dan PPL Wibi Desa Loano Kecamatan Loano.
Diharapakan dengan pendampingan penanganan panen yang tepat dapat meminimalisir kehilangan hasil sehingga produksi dapat optimal dalam mendukung ketahanan pangan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung