Panen Kacang Tanah di KT Ngudi Makmur II Desa Kebongunung, Loano

By DINPPKP 21 Des 2021, 09:30:49 WIB Penyuluhan
Panen Kacang Tanah di KT Ngudi Makmur II Desa Kebongunung, Loano

Panen Kacang Tanah di Kelompok Tani Ngudi Makmur II Desa Kebongunung
 Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo

    Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) merupakan tanaman pangan yang mendapat prioritas untuk dikembangkan dan ditingkatkan produksinya setelah padi. Budidaya kacang tanah biasanya dilakukan di sawah atau tegalan dengan system tumpangsari maupun rotasi tanaman.
    Biji kacang tanah memiliki manfaat yang sangat banyak sebagai bahan pangan. Semakin meningkatnya kebutuhan tentang bahan pangan khususnya kacang tanah, perlu adanya solusi bagaimana budidaya kacang tanah yang dapat menghasilkan produksi panen lebih baik dari sebelumnya. 
    Seperti halnya yang dilakukan Kelompok Tani Ngudi Makmur II Desa Kebongunung Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, pada awal bulan Oktober 2021 melaksanakan budidaya kacang tanah dengan benih bantuan yang diberikan oleh DinPPKP Kabupaten Purworejo dari anggaran APBN dengan varietas Kancil, volume 600 kg untuk luasan lahan tanam 5 ha. Dalam budidaya kacang tanah ini dilakukan di lahan kering, dengan pengelolaan tanah menggunakan cangkul, agar tanah gembur, kelembaban cukup dan peredaran udaranya baik. Untuk cara tanam dibuat lubang tanam sedalam kurang lebih 3 cm dengan cara di tugal. Setiap lubang diisi 1-2 biji kacang tanah lalu ditutup tanah. Jarak tanam 30 x 20 cm. Kemudian dilakukan pemeliharaan selama masa pertumbuhan yaitu meliputi :
1.    Pengairan
Tanaman kacang tanah memerlukan pengairan atau lingkungan lembab sejak saat tanam sampai dua minggu sebelum panen. Apalagi saat fase perkecambahan, pembungaan, dan pengisisan polong.
2.    Penyiangan
Penyiangan rutin dilakukan karena tanaman kacang tanah sangat sensitive terhadap persaingan. Bersamaan dengan penyiangan dilakukan penggemburan tanah agar bakal buah mudah masuk ke dalam tanah
3.    Pemupukan
Pemupukan yang diberikan adalah pupuk NPK Banpem dengan dosis 50 kg/ha
4.    Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang menyerang adalah hama tikus, namun dapat dikendalikan dengan pemasangan umpan.
    Rangkaian budidaya kacang tanah yang terakhir adalah panen dan pasca panen kacang tanah. Pada hari Senin, tanggal 20 Desember 2021 dilakukan panen atau ubinan kacang tanah di lahan milik Bapak Supriyanto, Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur II Desa Kebongunung Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo. Kegiatan panen dihadiri oleh pengurus dan beberapa anggota kelompok, PPL di wilayah BPP Kecamatan Loano. Waktu panen kacang tanah dilakukan apabila 75% polong telah tua, daunnya mula menguning dan rontok, umur tanaman sekitar 80-90 HST. Tanaman kacang tanah dapat dipanen dengan cara manual yaitu pencabutan batang demi batang, maka panen akan berupa brangkasan yang terdiri dari polong, akar batang, dan daun. Ubinan yang dilakukan kali ini dengan mengambil sampel ukuran 2,5 m X 2,5 m menghasilkan 4 kg polong basah, atau setara dengan provitas 64 ku/ha polong basah. Produk utama kacang tanah adalah polongnya, sedangkan sisa-sisa lainnya dapat dijadikan pakan ternak atau dibuat pupuk kompos. Proses penangan pasca panen kacang tanah meliputi :
1.    Perontokan dan pembersihan kacang tanah
2.    Pengeringan kacang tanah/penjemuran
3.    Sortasi kacang tanah
4.    Penyimpanan 
        Dengan memperhatikan kegiatan penanganan dan pengelolaan tanaman kacang tanah sejak penyiapan lahan sampai panen, diharapkan dapat diperoleh hasil yang lebih baik, dalam arti memenuhi harapan baik bagi kepentingan pemenuhan kebutuhan keluarga sendiri maupun bagi kepentingan pemenuhan kebutuhan umum atau pasar.

Kontributor : Nani Haryani S, S.P. (PPL BPP Kecamatan Loano)





Berita Purworejo

Counter Pengunjung