- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
OPTIMALKAN KOTORAN HEWAN TERNAK, BPP NGOMBOL LATIH PETANI BUAT PUPUK ORGANIK
OPTIMALKAN KOTORAN HEWAN TERNAK, BPP NGOMBOL LATIH PETANI BUAT PUPUK ORGANIK
Tingginya penggunaan zat kimia dalam sistem pertanian menjadi perhatian khusus masyarakat Indonesia, sehingga perlu digalakkan kampanye tentang pertanian organik sebagai budaya dengan mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Pupuk organik padat adalah pupuk yang terbuat dari bahan organik dan hasil akhir dari pembuatan pupuk ini berbentuk padatan. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat pupuk organik yaitu kotoran hewan, hijauan tanaman, hingga limbah rumah tangga. Selain bahan-bahan yang mudah didapat, proses pembuatan pupuk organik padat juga cukup mudah.
Kotoran hewan (Kohe) sapi selain mampu diolah menjadi biogas ternyata bermanfaat diolah menjadi pupuk organik. Pupuk jenis ini bisa diperoleh dengan harga murah, memiliki nilai ekonomis serta aman bagi tanaman. “Sampai saat ini masih ada kotoran sapi yang belum termanfaatkan, dibuang begitu saja bahkan hanya ditumpuk di sekitar kandang yang mengundang banyak penyakit bagi hewan ternak itu sendiri, padahal, kotoran itu dapat lebih bermanfaat setelah melalui proses pengolahan menjadi kompos atau pupuk organik,” kata Woro PPL Kecamatan Ngombol pada sambutannya pada Bimbingan Teknis Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik yang diselenggarakan di BPP Kecamatan Ngombol baru-baru ini.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan petani yang ada di Kecamatan Ngombol berjumlah 30 orang. Pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan pelatihan DAK Non Fisik yang difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini diisi dengan penyampaian materi oleh Budiono, PPL Kecmatan Ngombol mengenai pentingnya pemanfaatan kotoran hewan diolah menjadi pupuk organik dilanjutkan praktek pembuatan pupuk. “Penggunaan pupuk kompos/organik pada lahan pertanian mampu menjaga kesuburan tanah dan bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan” imbuhnya.
Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika mengikuti penanaman padi petani di Desa Senori, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban. Kelebihan pupuk organik dapat membuat sistem ekologi pesawahan lebih baik karena terdapat kehidupan bagi kodok, belut dan cacing. Berbeda dengan kimia yang secara perlahan akan membunuh ekosistem yang ada. "Organik itu memperbaiki lingkungan dan ekosistem. Jadi semua yang ada disini menjadi tumbuh kembali cacing-cacing mulai banyak, belut mulai banyak, katak mulai banyak ini kan mulai lagi ekologinya akan diperbaiki kembali," katanya.
Pengirim : Bakti Woro Haryanti, SP
PPL Kecamatan Ngombol






