- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
MINA PADI, SISTEM BUDIDAYA YANG MENGGIURKAN

MINA PADI, SISTEM BUDIDAYA YANG MENGGIURKAN
Jumat (21/01) PPL Pertanian bersama PPL Perikanan dan petani yang tergabung dalam kelompok tani Ngudi Makmur Desa Brunorejo melakukan tebar benih ikan nila di lahan mina padi.
Mina Padi adalah usaha budidaya ikan di sawah yang dilakukan secara bersamaan dengan tanaman padi dalam suatu areal yang sama. Dengan kata lain sambil menyelam minum air, usaha padi lancar, budidaya ikan pun lancar. Salah satu optimalisasi potensi lahan sawah irigasi dan peningkatan pendapatan petani adalah dengan merekayasa lahan dengan teknologi tepat guna. Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengubah strategi pertanian dari sistem monokultur ke sistem diversifikasi pertanian, salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi budidaya Mina Padi dengan sistem tanam jajarlegowo.
Dengan adanya pemeliharaan ikan di persawahan selain dapat meningkatkan hasil pertanian dan pendapatan petani juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan air juga dapat mengurangi hama penyakit pada tanaman padi.
“Sistem tanam padi menggunakan sistem jajarlegowo 2:1 dengan varietas Ciherang. Tebar benih ikan dilakukan 14 hari setelah padi ditanam.” Jelas Wahono, Petani Poktan Ngudi Makmur.
Keuntungan yang dapat diperoleh dari mina padi dengan sistim tanam jajar legowo adalah:
a). Pada cara tanam jajar legowo 2:1, semua maupun tanaman seolah-olah berada pada barisan pinggir pematang, sedangkan pada cara tanam jajar legowo 4:1, separuh tanaman berada pada bagian pinggir (mendapat manfaat border effect),
b). Jumlah rumpan padi meningkat sampai 33%/ha,
c). Meningkatkan produktivitas padi 12-22%,
d), Memudahkan pemeliharaan tanaman,
e). Masa pemelihaan ikan dapat lebih lama, yaitu 75 hari, dibanding cara tandur jajar biasa yang hanya 45 hari,
f). Hasil ikan yang diperoleh dapat menutupi sebagian biaya usaha tani,
g). Dapat meningkatkan pendapatan usahatani antara 30-50%. (Litbang,2014).
“Budidaya padi dengan mina padi ini merupakan percobaan pertama kali di lahan kelompok tani Ngudi Makmur Desa Brunorejo. Harapannya dengan sistem mina padi ini, bisa lebih menguntungkan petani terutama anggota kelompok tani Ngudi Makmur Desa Brunorejo dan bisa menjadi percontohan untuk kelompok yang lain di wilayah kecamatan Bruno.” Ujar PPL Wibi Brunorejo, Musti Widya.
Pengirim : Musti Widya BPP Bruno






