- LAPORAN HASIL VERIFIKASI LAPANGAN PERMOHONAN BANTUAN BIBIT JERUK PURUT DESA KEMANUKAN
- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
Menyambut Kiprah Muhammadiyah di Sektor Pertanian: Sinergi JaTaM dan Program Ketahanan Pangan
Menyambut Kiprah Muhammadiyah di Sektor Pertanian: Sinergi JaTaM dan Program Ketahanan Pangan
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani
# CybersquadX BPP Bruno
______________
Muhammadiyah telah menorehkan sejarah panjang dalam membangun pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Ratusan ribu sekolah mulai dari paud sampai dengan perguruan tinggi, rumah sakit, dan klinik Muhammadiyah telah menjadi pilar utama dalam mencerdaskan dan menyehatkan bangsa. Kini sudah saatnya Muhammadiyah memperluas kiprahnya di sektor pertanian—sebuah bidang strategis yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Kehadiran JaTaM (Jaringan Tani Muhammadiyah) menjadi langkah awal yang patut disambut dengan antusias. Sebagai inisiatif baru dalam pemberdayaan petani Muhammadiyah, JaTaM diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem pertanian yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Ketahanan Pangan: Tantangan dan Peluang
Ketahanan pangan adalah isu krusial bagi Indonesia. Perubahan iklim, alih fungsi lahan, ketergantungan impor, dan fluktuasi harga pangan global menjadi tantangan yang harus segera diatasi. Pemerintah telah mencanangkan berbagai program untuk meningkatkan produksi pangan, mendukung petani, dan memperkuat sistem distribusi.
Namun upaya ini tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan partisipasi dari masyarakat termasuk organisasi besar seperti Muhammadiyah agar ketahanan pangan dapat diwujudkan secara lebih komprehensif. Inilah yang menjadikan JaTaM sebagai langkah strategis yang relevan dengan kebutuhan bangsa saat ini.
JaTaM: Sinergi Muhammadiyah dan Program Pemerintah
Sebagai jaringan yang menghimpun petani di lingkungan Muhammadiyah, JaTaM diharapkan bisa menjadi jembatan antara petani dengan berbagai program pemerintah, seperti:
1. Peningkatan Produktivitas Pertanian
JaTaM dapat membantu petani Muhammadiyah mengakses pelatihan teknologi pertanian modern, penggunaan pupuk organik, dan sistem pertanian berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.
2. Akses Pasar dan Hilirisasi Produk
Dengan jejaring Muhammadiyah yang luas JaTaM bisa berperan dalam memperkuat rantai distribusi hasil tani agar petani mendapatkan harga yang lebih baik. Sinergi dengan program pemerintah seperti koperasi tani dan BUMDes juga bisa dikembangkan.
3. Pendampingan dan Edukasi
Muhammadiyah memiliki modal besar dalam pendidikan dan kaderisasi. Penguatan kapasitas petani melalui pelatihan, pendampingan usaha tani, hingga literasi keuangan dan digitalisasi pertanian bisa menjadi program unggulan JaTaM.
4. Ekonomi Berbasis Kemandirian
Konsep ekonomi yang berbasis nilai-nilai Islam seperti tijarah (perniagaan yang adil) dan zakat produktif, bisa diterapkan dalam model bisnis JaTaM untuk membangun pertanian yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga berkeadilan sosial.
Muhammadiyah: Hadir dan Berkontribusi untuk Negeri
Ketika Muhammadiyah masuk kesektor pertanian ini bukan hanya soal meningkatkan produksi pangan tetapi juga bagian dari dakwah bil hal—dakwah melalui aksi nyata. Kehadiran Muhammadiyah dalam pertanian bisa menjadi solusi bagi petani kecil yang selama ini menghadapi tantangan besar dalam akses modal, teknologi, dan pasar.
Kunjungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pituruh beberapa waktu lalu menjadi momentum penting untuk menguatkan langkah ini. Dalam acara tersebut semangat kebersamaan dan optimisme terlihat jelas terutama dalam mewujudkan JaTaM sebagai bagian dari gerakan dakwah yang lebih luas.
"Ketahanan pangan bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga bagian dari pengabdian Muhammadiyah untuk bangsa. Kita harus memastikan bahwa petani Muhammadiyah mandiri, sejahtera, dan tetap menjadi bagian penting dalam gerakan persyarikatan," ujar Drs. H. Pujiono dari PDM dalam sambutannya.
Meneguhkan Komitmen, Menyongsong Masa Depan
Langkah Muhammadiyah di sektor pertanian adalah ikhtiar besar yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Sinergi dengan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat luas akan menentukan keberhasilan JaTaM sebagai model pertanian berbasis organisasi keagamaan.
Kini pintu kontribusi telah terbuka. Muhammadiyah, dengan segala sumber dayanya dapat menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan nasional. Masyarakat menyambut dengan hangat kehadiran JaTaM, karena ini bukan hanya tentang petani Muhammadiyah tetapi tentang masa depan pertanian Indonesia.
> “Ketika kita berbuat kebaikan dengan istiqamah, Allah akan membukakan rezeki dari arah yang tak terduga. Dan melalui JaTaM, kita berikhtiar untuk menjadi bagian dari solusi bagi petani dan bangsa.”






