*Menjaga Kesuburan dan Produktivitas: Penyiangan dan Pembubunan Tembakau oleh KT Rukun Tani Desa Gowong

By DINPPKP 20 Jun 2025, 18:56:37 WIB Pangan
*Menjaga Kesuburan dan Produktivitas: Penyiangan dan Pembubunan Tembakau oleh KT Rukun Tani Desa Gowong

*Menjaga Kesuburan dan Produktivitas: Penyiangan dan Pembubunan Tembakau oleh KT Rukun Tani Desa Gowong*

______________

# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pertanian Berkelanjutan

# _CybersquadX_ BPP Bruno

# Bruno _Come Back on Fire_ 

______________

*Gowong, Bruno, 20 Juni 2025__*

Salah satu kegiatan penting yang menjadi bagian dari penerapan _Good Agricultural Practices_ (GAP) adalah penyiangan dan pembubunan. Kelompok Tani (Poktan) Rukun Tani desa Gowong, kecamatan Bruno menjadi salah satu contoh aktif dalam menerapkan tahapan ini dengan penuh semangat dan kesadaran agronomis yang kuat.


Dalam kegiatan yang digelar pagi ini Jum'at 20 Juni 2025, tampak tujuh orang anggota Poktan Rukun Tani terlibat langsung dalam kerja bersama untuk menyiangi gulma dan membubun tanaman tembakau mereka yang sudah memasuki usia pertumbuhan vegetatif. Gulma, khususnya jenis rumput teki _(Cyperus rotundus),_ menjadi perhatian utama karena pertumbuhannya yang sangat cepat dan kemampuannya bersaing dengan tanaman utama dalam hal penyerapan unsur hara, air, dan sinar matahari.


Penyiangan dilakukan secara manual dengan alat-alat sederhana seperti cangkul kecil/kored dan sabit, menyesuaikan dengan kondisi lahan dan jarak tanam tembakau. Sementara pembubunan dilakukan dengan menarik tanah ke arah pangkal batang tembakau, membentuk gundukan yang memperkuat akar dan memperbaiki aerasi tanah. Teknik ini juga mencegah air menggenang di sekitar akar tanaman yang bisa memicu serangan penyakit tular tanah.


Menurut PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) Kecamatan Bruno, Sutoyo, kegiatan penyiangan tidak semata soal membersihkan lahan, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran langsung mengenai ekologi lahan dan pertanda alam. Ia menjelaskan bahwa munculnya gulma secara subur, terutama rumput teki, bisa menjadi indikator bahwa tanah di lahan tersebut kaya akan unsur hara. _“Pertumbuhan rumput yang subur sebenarnya merupakan petunjuk dari alam bahwa lahan yang diupayakan petani kaya akan unsur hara,”_ tutur Sutoyo saat mendampingi kegiatan tersebut.


Lebih lanjut, Sutoyo mengajak para petani untuk tidak terbebani dengan banyaknya gulma yang harus disiangi. _“Oleh karena itu, petani tidak perlu khawatir atau merasa terbebani. Justru rumput hasil siangan ini nantinya akan kembali menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanaman tembakau,”_ tambahnya. Gulma yang telah dibersihkan bisa dimanfaatkan sebagai bahan organik, dikomposkan, atau dibiarkan membusuk di antara bedengan sebagai pelindung tanah dari erosi.


Dari sudut pandang petani kegiatan ini bukan hanya pekerjaan rutin tetapi juga bentuk komitmen terhadap kualitas hasil tembakau yang akan dipanen. Salah satu petani muda Rizal, mengungkapkan bahwa penyiangan dan pembubunan selalu menjadi momen penting setiap musim tanam. _“Kalau tidak disiangi, tembakau kalah bersaing. Tapi kalau dibersihkan, hasilnya beda. Daunnya lebih lebar dan batangnya lebih kuat,”_ ujarnya sembari memeriksa tanaman di petaknya.


Kegiatan penyiangan dan pembubunan juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar anggota kelompok. Dengan sistem kerja gotong royong, beban kerja menjadi lebih ringan dan komunikasi antar petani semakin terbangun. Ini penting dalam menjaga semangat kolektif dan saling tukar pengalaman dalam menghadapi dinamika pertanian yang tak jarang penuh dengan tantangan.


Ditengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga, serta ancaman serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), kegiatan seperti ini menjadi pondasi utama dalam membangun sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Petani tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi juga semakin dibekali dengan pengetahuan teknis yang memperkuat pengambilan keputusan di lapangan.


Dengan pendampingan yang konsisten dari PPL serta semangat belajar yang tinggi dari para petani, GAP tembakau di Desa Gowong tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar dijalankan dengan prinsip agronomi yang baik. Penyiangan dan pembubunan hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan praktik tersebut, namun peranannya krusial dalam menjamin produktivitas dan mutu daun tembakau yang menjadi andalan daerah ini.


Melalui langkah-langkah sederhana namun penting ini, KT Rukun Tani menunjukkan bahwa pertanian tembakau yang berkualitas hanya bisa dicapai dengan kerja keras, ilmu yang terus diperbarui, dan kerjasama yang kuat antar pelaku di lapangan.

_____________





Berita Purworejo

Counter Pengunjung