- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
- Tingkatkan Akurasi Data Hasil Panen, DKPP Purworejo Bersama PPL dan Pemdes Kesugihan Gelar Kegiatan Ubinan Padi
- Bimbingan Teknis Program Subali Sapira Tingkatkan Pengetahuan Peternak Sapi di Desa Kedungpomahan Kulon Kecamatan Kemiri
- Gerdal OPT Tanaman Tembakau di Pacekelen Purworejo
- Tim UPT Puskeswan Sosialisasikan SIMKESWAN dan Laksanakan Pelayanan Kesehatan Hewan di 51Farm Karangsari
Meningkatkan Profesionalisme UPJA: Sosialisasi Kelembagaan dan Pengelolaan Alsintan di Desa Sumberejo

Meningkatkan
Profesionalisme UPJA: Sosialisasi Kelembagaan dan Pengelolaan Alsintan di Desa
Sumberejo
Purworejo, 20 Mei
2025 – Sebagai
upaya untuk meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola alat dan mesin
pertanian (alsintan), Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian mengadakan sosialisasi mengenai kelembagaan, pembukuan,
dan pengelolaan alsintan di Balai Desa Sumberejo, Kecamatan Ngombol. Kegiatan
ini dihadiri oleh beberapa kelompok tani dan juga dihadiri langsung oleh Bapak
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Provinsi
Jawa Tengah yang memberikan materi penting mengenai bagaimana cara membentuk
kelembagaan yang efektif dalam pengelolaan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA).
Sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan petani, pembentukan
kelembagaan yang baik diharapkan dapat memperlancar proses distribusi dan
pemanfaatan alsintan di kalangan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Kepala Dinas
Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo memberikan sambutan hangat
sekaligus mengapresiasi kehadiran peserta sosialisasi yang sangat antusias. Ia
menjelaskan, melalui UPJA, petani dapat memiliki akses yang lebih mudah
terhadap alsintan, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas
pertanian di wilayah tersebut.
"Sosialisasi ini penting agar para petani bisa
mengelola alsintan dengan lebih efektif. Selain itu, kita juga membekali
kelompok tani dengan pengetahuan tentang pembukuan yang rapi dan pengelolaan
yang transparan, agar tidak hanya menguntungkan petani tetapi juga
berkelanjutan," ujar Kepala Dinas dalam sambutannya.
Sementara itu, narasumber dari Provinsi Jawa Tengah,
dalam materi yang disampaikan, menekankan pentingnya sistem pembukuan yang baik
dalam pengelolaan UPJA. Pembukuan yang jelas akan mempermudah pelaporan dan
pertanggungjawaban, serta menjaga transparansi dalam penggunaan alsintan.
Dengan sistem pembukuan yang terorganisir, diharapkan setiap kelompok tani bisa
memperoleh manfaat maksimal dari alsintan yang mereka kelola.
Selain itu, sosialisasi ini juga mengupas tuntas
berbagai hal terkait pengelolaan alsintan yang efisien. Narasumber
mengungkapkan bahwa pengelolaan alsintan tidak hanya terbatas pada pemeliharaan
mesin, tetapi juga perlu adanya pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas
di dalam kelembagaan UPJA. Dengan pengelolaan yang baik, alsintan yang dimiliki
dapat memberikan keuntungan jangka panjang bagi kelompok tani.
Antusiasme peserta sangat terasa selama sesi diskusi
dan tanya jawab yang berlangsung. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan
terkait pengelolaan UPJA serta bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan
alsintan dalam kegiatan pertanian mereka.
Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah
konkret dalam memajukan sektor pertanian di Kabupaten Purworejo, serta
memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya kelembagaan dan
pengelolaan alsintan yang profesional dan transparan. Ke depan, diharapkan
lebih banyak kelompok tani yang dapat membentuk UPJA yang mandiri, profesional,
dan mampu bersaing di era pertanian modern.
Dengan adanya sosialisasi ini, para petani diharapkan
tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga memahami aspek
administratif dan kelembagaan yang sangat penting dalam menjalankan usaha
pertanian yang berkelanjutan dan produktif.






