- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Meningkatkan Hasil Durian: Praktek Sambung Pucuk Jadi Sorotan dalam Pertemuan KTNA Kaligesing

Meningkatkan
Hasil Durian: Praktek Sambung Pucuk Jadi Sorotan dalam Pertemuan KTNA
Kaligesing
Kaligesing, 12
Desember 2023 - Dalam upaya untuk meningkatkan hasil pertanian durian, Kelompok
Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kaligesing menggelar pertemuan penting
pada tanggal 12 Desember 2023 di rumah Bapak Ngatman Kedunggubah. Pertemuan ini
menyoroti praktik sambung pucuk durian sebagai inovasi kunci, dengan narasumber
Bapak Haryono dari Jatirejo, yang memberikan wawasan kepada perwakilan KTNA
dari tiap desa.
Pertemuan ini
menjadi panggung utama bagi petani durian Kaligesing untuk memahami lebih dalam
tentang praktek sambung pucuk durian. Teknik ini, yang telah terbukti
meningkatkan hasil dan kualitas buah durian, menjadi fokus utama pembahasan. Haryono
dari Jatirejo, seorang narasumber berpengalaman dalam bidang sambung pucuk
durian, memberikan pandangan mendalam tentang teknik sambung pucuk durian.
Dengan pendekatan yang interaktif, ia tidak hanya menjelaskan langkah-langkah
praktis tetapi juga membagikan kiat sukses berdasarkan pengalaman pribadi.
Perwakilan dari setiap desa di
Kecamatan Kaligesing hadir dengan semangat tinggi. Diskusi aktif antara petani,
narasumber, dan PPL menciptakan suasana kolaboratif yang penuh energi. Pertemuan
ini tidak hanya sebatas teori, tetapi juga melibatkan demonstrasi langsung di
lapangan. Petani memiliki kesempatan untuk melihat dan mencoba sendiri teknik
sambung pucuk durian di lokasi pertemuan. Selanjutnya dilakukan praktek sambung
pucuk durian dengan Bahan dan alat tersebut meliputi; pisau okulasi
atau cutter yang tajam dan steril, plastik es lilin, batang bawah, dan batang
atas. Selanjutnya Bapak Haryono menjelaskan tahapan Penyambungan yaitu :
- Potong batang bawah
kurang lebih 20-25 cm dari permukaan tanah.
- Batang bagian bawah
dibelah sekitar 2-2,5 cm dengan menggunakan pisau, cutter atau silet tepat
di tengah sehingga kedua sisinya sama.
- Entres yang sudah
siap untuk disambungkan kemudian disayat kanan kirinya agar membentuk
lancip seperti baji, panjang entres kira-kira 15 cm
- Sisipkan pada belahan
batang bawah, upayakan ukuran batang atas dan bawah kurang lebih sama,
usahakan sambungan serapat mungkin an tidak terdapat rongga
- Kemudian ikat
sambungan, jika menggunakan plastik es untuk mengikat maka ditarik
terlebih dahulu agar memanjang kemudian dibelah menggunakan cutter/pisau.
- Ikat sambungan
menggunakan plastik PE atau plastik es tersebut, dengan cara melilitnya
yang dimulai dari bagian bawah ke atas dengan sistem pemasangan genting
hingga seluruh bagian sambungan tertutup rapat, rapatkan dan perkuat
ikatan di bagian atas sambungan agar saat hujan, air tidak masuk mengenai
sambungan
- Sungkup entres
menggunakan plastik es, jika kurang panjang plastik bisa ditarik dan
disesuaikan dengan panjang entres yang akan disungkup. Ikat bagian bawah
plastik sungkup untuk menjaga kelembaban agar entres tidak kering, akan
tetapi pengikatan jangan terlalu kencang dengan tujuan agar uap air yang
berada di dalam plastik sungkup nantinya dapat keluar.
- Jika batang bawah
ditanam dalam polybag maka letakkanlah di area yang tidak terkena sinar
matahari secara langsung, akan tetapi jika batang bawah ditanam pada lahan
maka buatlah naungan agar bibit tidak terpapar sinar matahari secara
langsung.
Sesi diskusi
terbuka memungkinkan para petani berbagi pengalaman mereka dalam menerapkan
teknik sambung pucuk durian. Tantangan dan solusi praktis dibahas bersama untuk
mencapai hasil yang optimal. Para petani dan pihak terkait berharap bahwa
dengan mengadopsi praktek sambung pucuk durian, mereka dapat mencapai
peningkatan signifikan dalam hasil panen durian, meningkatkan kualitas buah,
dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani di Kaligesing.
Pertemuan KTNA
ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pertanian durian di Kaligesing.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi yang tinggi, petani berkomitmen untuk
menerapkan praktek sambung pucuk durian demi masa depan yang lebih cerah dalam
pertanian mereka.






