- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Mengubah Kebiasaan, Menjaga Masa Depan: (Petani desa Gowong Beralih ke Pupuk Organik)

Mengubah Kebiasaan, Menjaga Masa
Depan: (Petani desa Gowong Beralih ke Pupuk Organik)
____________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian
# Pegiat literasi dan Praktisi
Pertanian Berkelanjutan
____________
Gowong, Rabu 5 Februari 2025,
Para petani Desa Gowong, Kecamatan Bruno
yang tergabung didalam Kelompok Tani (Poktan) "Rukun Tani" tampak serius
mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik yang diselenggarakan secara
mandiri dengan dipandu oleh PPL.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga menjadi
titik awal langkah berani melakukan perubahan kebiasaan dalam penggunaan
pupuk.
Pelatihan dimulai di
sekretariat Poktan (rumah Pak Amin) untuk sesi teori dengan membahas mengenai
urgensi penggunaan pupuk organik. Para peserta diberikan pemahaman mengenai
dampak negatif dari pupuk kimia terhadap tanah dan lingkungan, serta manfaat
jangka panjang pupuk organik dalam menjaga kesuburan tanah.
Dilanjutkan dengan sesi diskusi
dan tanya jawab PPL memandu dinamika kelompok ini guna membahas lebih dalam
lagi mengenai berbagai bahan alami yang berlimpah dan mudah didapatkan untuk
digunakan, diproses dengan teknik fermentasi yang cepat dan tepat, serta
teknik aplikasinya di lahan pertanian. Dalam sesi ini para petani juga
diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang
mereka hadapi selama dalam penggunaan
pupuk kimia sehingga menciptakan suasana
diskusi yang dinamis dan interaktif.
"Awalnya, banyak petani yang
ragu karena pupuk organik dianggap lebih lambat memberikan hasil dibanding
pupuk kimia. Namun, setelah dijelaskan bahwa efek jangka panjangnya jauh lebih
baik untuk tanah dan hasil panen, kami mulai terbuka untuk mencoba," ujar ketua Poktan Pak Muh Patah.
Setelah dirasa cukup dalam
mendapatkan teori dan pemahaman dasar, para peserta beramai-ramai menuju sawah
untuk melakukan analisis langsung di lapangan. Mereka belajar mengamati kondisi
tanah, kesehatan tanaman, serta mengenali tanda-tanda dampak dari penggunaan
pupuk kimia dalam jangka panjang.
Salah satu peserta pelatian (Pak
Sholeh) mengungkapkan antusiasmenya, "Setelah melihat langsung
perbedaannya di sawah, saya semakin yakin untuk beralih ke pupuk organik. Ini
tidak hanya menghemat dari segi biaya produksi, tetapi juga membuat tanah lebih
subur dalam jangka panjang."
Pelatihan ini diharapkan menjadi
awal dari perubahan pola pikir dan kebiasaan petani dalam mengelola lahan
mereka. Dengan semakin banyaknya petani yang memahami dan menerapkan pupuk
organik maka diyakini bahwa bukan tidak mungkin Desa Gowong kelak dapat menjadi
salah satu contoh keberhasilan pertanian ramah lingkungan yang mandiri dan
berkelanjutan.
"Mengubah kebiasaan memang tidak mudah,
tetapi jika kita ingin menjaga masa depan pertanian kita, maka perubahan ini
harus dimulai dari sekarang," demikian kata penutup dari ketua Poktan.






