- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Menekan serangan Ulat Grayak pada tanaman Jagung

Ulat grayak merupakan serangga ngengat asli daerah tropis yang sebelumnya hanya ditemukan pada pertanaman jagung di Amerika Serikat, Argentina, dan Afrika. Pada awal tahun 2019, hama jagung ini ditemukan pertama kali menyerang pertanaman padi di Indonesia, yaitu di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat dan Lampung
Jagung merupakan ranaman pangan yang ditanam dengan urutan nomor dua setelah tanaman padi bagi petani di kecamatan Purwodadi wilayah selatan. Guna mengamankan produksi jagung perlu dilakukan pengamatan hama ulat grayak pada tanaman jagung.
Pengamatan hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda) dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 16 Oktober 2021 jam 14.00 sampai dengan 16.00 WIB di lahan tanaman jagung desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo. Pengamatan dilakukan oleh petugas pengamat hama Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Semarang F. Ningrum DS, S.P dihadiri ketua kelompok tani Jati Makmur desa Jatimalang Riyanto beserta petani jagung, Koordinator PPL Kecamatan Purwodadi Suyudiyono, S.ST serta Penyuluh Pertanian Desa Jatimalang Nursilahturahmi, S.P.
Pengamatan ulat grayak berada pada hamparan lahan jagung dengan luasan kurang lebih 2 (dua) hektar dengan variasi umur tanaman jagung yaitu umur tanaman 2 (dua) minggu sesudah tanam, umur tanaman 40-50 HST dan 70-75 HST dengan masing-masing pengamatan 50 batang tanaman jagung.
Hasil pengamatan pengamatan pada umur tanaman 2 minggu terdapat ulat grayak dengan populasi mendekati ambang batas ekonomi, ditemukan beberapa kelompok telur dan larva instar 1, 2. Rekomendasi pengendalian adalah penyemprotan insektisida sistemik berbahan aktif emamektin, waktu penyemprotan pagi hari atau sore hari. Pengamatan umur 40-50 HST ada ditemukan 4-5 ekor namun perlu waspada karena berada pada instar 4,5,6 dengan tingkat keganasan yang lebih tinggi. Pada umur 70-75 HST tidak ditemukan ulat grayak namun ditemukan hama penggerek tongkol jagung.
Serangan ulat grayak berada pada periode kritis tanaman jagung umur 2 minggu dan diperlukan pengendalian yang tepat. Semoga hasil pengamatan ini dapat memberikan rekomendasi yang tepat pengandilan ulat grayak pada tanaman jagung.






