- SELEKSI CALON TENAGA FASILITATOR LAPANGAN (TFL)
- Audit BPK Turun ke Lapangan, DKPP Purworejo Tunjukkan Transparansi Program Hibah
- Pelatihan Kader Zoonosis, Upayakan Prinsip One Health
- Evaluasi MT I Jadi Dasar, Kemiri Siap Genjot Tanam 2026
- HARGA BERAS DI PENGGILINGAN PADI PURWOREJO DEKATI HET, PASOKAN TERPANTAU STABIL
- Pembukaan Sekolah Lapang (SL) Kelapa Kelompok Tani Berkah Tani Milenial Desa Girigondo
- Penguatan Silaturahmi dan Sinergi Petani melalui Pertemuan KTNA dan Halal Bihalal Kecamatan Bener Tahun 2026 dalam Mendukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan
- Sekolah Lapang Kelapa 2026 Poktan Tanjung Sari, Kel Lugosobo, Kec Gebang
- SL Kelapa Kecamatan Grabag Tahun 2026 Upaya Tingkatkan Kapasitas Petani Kelapa Purworejo
- SL Kelapa Kecamatan Bagelen Tahun 2026 untuk amankan Produksi Kelapa Tetap Maksimal
Mendampingi Kelompok Tani Gemah RIpah Desa Bayan

Mendampingi Kelompok Tani Gemah RIpah Desa Bayan melakukan kegiatan tanam di demplot SIMURP dengan menerapkan sistem jajar legowo 4 : 1. Sistem jajar legowo sendiri merupakan pola tanam yang berselang seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo diambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata “lego” berarti luas dan “dowo” berarti memanjang.Legowo diartikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong. Adapun keuntungan dari Sistem tanam jajar legowo ini dapat memberikan ruang tumbuh yang longgar sekaligus populasi lebih tinggi, mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih baik untuk pertanaman.Selain itu upaya pengendalian gulma dan pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudahserta yang terpenting sistem ini dapat meningkatkan produktivitas padi sebesar 12-22%.
Sistem tanam jajar legowo sampai saat ini masih belum banyak diterapkan oleh petani khususnya di Desa Bayan. Hal ini diduga terjadi karena system tanam jajar legowo merupakan suatu inovasi baru bagi petani, sehingga dalam mengaplikasikannya petani membutuhkan waktu untuk mempelajarinya sehingga respon yang diberikan belum baik untuk menerapkannya dalam budidaya padi sawah. Melihat kondisi latar belakang petani yang berbeda-beda, menyebabkan perbedaan keputusan petani dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo.






