- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Mendampingi Kelompok Tani Gemah RIpah Desa Bayan

Mendampingi Kelompok Tani Gemah RIpah Desa Bayan melakukan kegiatan tanam di demplot SIMURP dengan menerapkan sistem jajar legowo 4 : 1. Sistem jajar legowo sendiri merupakan pola tanam yang berselang seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo diambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata “lego” berarti luas dan “dowo” berarti memanjang.Legowo diartikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong. Adapun keuntungan dari Sistem tanam jajar legowo ini dapat memberikan ruang tumbuh yang longgar sekaligus populasi lebih tinggi, mampu memberikan sirkulasi udara dan pemanfaatan sinar matahari lebih baik untuk pertanaman.Selain itu upaya pengendalian gulma dan pemupukan dapat dilakukan dengan lebih mudahserta yang terpenting sistem ini dapat meningkatkan produktivitas padi sebesar 12-22%.
Sistem tanam jajar legowo sampai saat ini masih belum banyak diterapkan oleh petani khususnya di Desa Bayan. Hal ini diduga terjadi karena system tanam jajar legowo merupakan suatu inovasi baru bagi petani, sehingga dalam mengaplikasikannya petani membutuhkan waktu untuk mempelajarinya sehingga respon yang diberikan belum baik untuk menerapkannya dalam budidaya padi sawah. Melihat kondisi latar belakang petani yang berbeda-beda, menyebabkan perbedaan keputusan petani dalam menerapkan sistem tanam jajar legowo.






