- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
- JARINGAN IRIGASI TERSIER (PITER) TA. 2026
MENANAM BAWANG MERAH DI POT, MENGAPA TIDAK?

MENANAM BAWANG MERAH DI POT, MENGAPA TIDAK?
GRABAG-- Apakah Anda pernah menanam bawang merah? Selama ini budidaya bawang merah dilakukan dalam skala luas di lahan pertanian yang cukup luas. Pernahkah terpikir menanamnya dalam polybag atau pot ukurang kecil? Budidaya tanaman ini tidak harus di lahan yang luas, tapi bagi masyarakat yang hanya memiliki lahan terbatas, terutama lahan pekarangan alternatifnya adalah budidaya bawang merah dengan sistem polybag.
Seperti yang disampaikan dalam siaran radio di acara Irama Live Talk di Irama FM pada hari ini, Rabu (12/4/23), oleh narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Umul Khasunah, SP., MAP, bahwa bawang merah dengan harganya yang fluktuatif seperti hal nya cabai, mengharuskan kita untuk berpikir bagaimana cara supaya lebih irit lagi dalam hal memenuhi kebutuhan pokok. Salah satunya yaitu dengan menanamnya sendiri bawang merah di pekarangan rumah kita. Dengan sistem ini, tiap keluarga bisa budidaya dari satu polybag hingga ratusan polybag tergantung pada kemampuan yang dimiliki. Budidaya bawang merah sistem polybag sangatlah cocok dikembangkan dan digerakkan oleh kalangan ibu rumah tangga.
“Ketidakstabilan dari harga bawang merah terkadang membuat masyarakat merasa keberatan untuk membeli bawang merah dipasaran, salah satu solusi yang bisa anda lakukan untuk menanggulangi masalah tersebut adalah dengan menanam sendiri bawang merah untuk digunakan sendiri atau untuk bisnis” ungkap beliau mengawali acara.
Beliau juga menambahkan, selain sebagai bumbu masakan, dengan kandungan gizi didalam satu cangkir bawang merah cincang mengandung sekitar 64 kalori, 15 gram karbohidrat, 0 gram lemak, 0 gram kolesterol, 3 gram serat, 7 gram gula, 2 gram protein dan 10% dan lebih dari kebutuhan harian vitamin C, vitamin B-6 dan mangan, mengkonsumsi bawang merah yang masih mentah akan memberikan manfaat kesehatan diantaranya adalah mencegah kanker karena bawang merah merupakan sumber vitamin C sebagai antioksidan yang membantu untuk memerangi pembentukan radikal bebas yang diketahui sebagai penyebab kanker. Mengatasi perut kembung pada anak-anak, dengan cara menghaluskan bawang merah dan tambahkan sedikit minyak telon, kemudian balurkan pada bagian pusar si kecil. Meredakan batuk, dengan menggunakan parutan bawang merah yang ditambahkan minyak telon balurkan sekujur punggung dengan sedikit diurut.
“Tanaman bawang merah cocok di daerah yang memiliki iklim kering dengan sinar matahari yang cukup dan suhu udara tidak terlalu panas, yakni antara 250C -320C. Jika ditanam pada suhu kurang dari 220C, meski dapat tumbuh dengan baik namun sulit untuk dapat membentuk umbi. Namun ada pula cara untuk menanamnya saat musim hujan yaitu dengan cara di pot. Sehingga kegiatan tanam menanam bawang merah merupakan kegiatan yang fleksibel dan mudah dilakukan”, tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, narasumber, Umul Khasunah SP., MAP, mengatakan untuk mendapatkan bibit bawang merah yang berkualitas baik juga sangat mudah. Bisa dengan membeli atau dengan memanfaatkan sisa bumbu di dapur. Setidaknya Anda harus memilih umbi bawang merah dengan spesifikasi umbi berukuran besar (tunggal bukan anakan), berusia tua, segar, tidak keriput, kondisi umbi baik, tidak cacat dan berkualitas bagus
“Hal yang tak kalah penting untuk bawang merah adalah media tanamnya, Media tanam akan mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman bawang merah. Anda bisa mencampurkan tanah, arang, pupuk kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Setelah semuanya selesai maka anda bisa menambahkan air dan kemudian mendiamkan tanah selama 2 hari dan setelah itu anda bisa memasukkan campuran tanah kedalam polibag dan kemudian anda bisa menatanya dengan baik di pekarangan rumah anda. Pemilihan polibag adalah hal yang sangat penting, anda bisa memilih dengan ukuran 30cm x 40cm. Ukuran polibag ini akan memberikan ruang yang pas untuk pertumbuhan bawang merah”, tambahnya lagi.
Salah satu cara yang paling umum dilakukan para petani bawang merah dalam mengendalikan serangan hama dan penyakit bawang merah adalah dengan menggunakan pestisida, dengan beranggapan bahwa pestisida dapat menjamin keberhasilan usaha tani. Akibatnya petani menggunakan pestisida dengan cara meningkatkan takaran, frekuensi, jenis dan komposisi pestisida secara berlebihan. Untuk mengatasi masalah tersebut, penerapan teknologi pengendalian hama terpadu merupakan alternatif yang tepat yaitu dengan mengkombinasikan beberapa cara pengendalian yang secara ekonomi, ekologi dan sosial dapat dipertanggungjawabkan
Untuk menerapkan PHT pada tanaman bawang merah cara pengendalianya yaitu dengan pergiliran tanaman, penanaman serentak, mengumpulkan dan memusnahkan hama dengan cara manual, penggunaan varietas unggul, pemasangan perangkap, mencabut tanaman yang sudah terinfeksi, aplikasi pestisida nabati, pelestarian musuh alami, penyiraman setelah turun hujan sangat dianjurkan, untuk mencegah kemungkinan menempelnya spora pada permukaan daun akibat percikan tanah dan aplikasi pestisida kimia yang selektif dan efektif, dilakukan apabila telah ditemukan 5% kerusakan tanaman”, ungkap beliau di penghujung acara.






