- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
Memperbaiki Struktur Tanah Yang Rusak Dengan Penggunaan Pupuk Organik
Memperbaiki Struktur Tanah Yang Rusak Dengan Penggunaan Pupuk Organik
Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada struktur tanah. Kerusakan yang ditimbulkan seperti struktur tanah menjadi keras dan kehilangan porositasnya. Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk kimia dapat meningkatkan kadar asam dalam tanah. Perusakan mineral tanah membuat tanah kehilangan porositasnya. Tanah yang kehilangan porositas menjadi padat sehingga air sulit masuk dan sirkulasi udara berkurang. Untuk mengurangi kerusakan tanah yang terus terjadi,dihimbau kepada petani untuk beralih menggunakan pupuk kimia ke pupuk organik. Hal ini yang mendasari Pelatihan Pertanian Tematik Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2023 mengambil tema Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 3 Agustus 2023 bertempat di Desa Blimbing Kecamatan Bruno. Peserta yang berpartisipasi dalam pelatihan tematik sejumlah 30 peserta yang terdiri dari penyuluh dan perwakilan anggota kelompok tani di kecamatan Bruno.
Dalam pelatihan tematik kali ini, peserta diberikan materi tentang pembuatan pupuk organik. Setelah materi selesai dipaparkan, selanjutnya peserta diajak untuk praktek langsung pembuatan pupuk organik. Disini peserta tampak begitu antusias. Ada beberapa peserta yang bertanya, ketika mereka merasa kurang memahami tahapan-tahapan dalam pembuatan pupuk organik yang sedang dipraktekan.
Bahan : kotoran sapi, bekatul, kapur, tetes tebu, air dan EM4
Alat : cangkul, sekop, terpal, ember, gembor
Cara pembuatan :
- Siapkan kotoran sapi dan ratakan.
- Taburkan bekatul dan kapur diatas kotoran sapi secara merata.
- Tetes tebu diencerkan dan siramkan merata diatas adukan.
- Aduk bahan secara merata dana tur kelembaban ± 60% dengan ciri bila adukan di genggam tidak pecah, tidak ada tetesan air dan tangan tidak basah. Apabila kurang lembab dapat ditambahkan air secukupnya.
- Bahan yang sudah diaduk ditutup dengan terpal.
- Pengecekan proses pengomposan dilakukan pada hari ketiga, jika terasa panas, maka terjadi proses pengomposan. Pembalikan dilakukan setiap minggu.
- Setelah 3 minggu pupuk kandang sudah jadi ditandai dengan bahan tidak panas dan tidak bau.
Setelah mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik, diharapkan kelompok tani dapat membuat pupuk organik secara mandiri untuk mencukupi kebutuhan pupuk anggotanya. Dengan menggunakan pupuk organik maka struktur tanah menjadi lebih baik dan komoditas yang dihasilkan lebih menyehatkan.
BPP Kec. Bruno






