Memperbaiki Struktur Tanah Yang Rusak Dengan Penggunaan Pupuk Organik

By DINPPKP 23 Agu 2023, 13:26:47 WIB Penyuluhan
Memperbaiki Struktur Tanah Yang Rusak Dengan Penggunaan Pupuk Organik

Memperbaiki Struktur Tanah Yang Rusak Dengan Penggunaan Pupuk Organik

 

Penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan pada struktur tanah. Kerusakan yang ditimbulkan seperti struktur tanah menjadi keras dan kehilangan porositasnya. Hal ini dikarenakan penggunaan pupuk kimia dapat meningkatkan kadar asam dalam tanah. Perusakan mineral tanah membuat tanah kehilangan porositasnya. Tanah yang kehilangan porositas menjadi padat sehingga air sulit masuk dan sirkulasi udara berkurang. Untuk mengurangi kerusakan tanah yang terus terjadi,dihimbau kepada petani untuk beralih menggunakan pupuk kimia ke pupuk organik. Hal ini yang mendasari Pelatihan Pertanian Tematik Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2023 mengambil tema Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 3 Agustus 2023 bertempat di Desa Blimbing Kecamatan Bruno. Peserta yang berpartisipasi dalam pelatihan tematik sejumlah 30 peserta yang terdiri dari penyuluh dan perwakilan anggota kelompok tani di kecamatan Bruno.

 

Dalam pelatihan tematik kali ini, peserta diberikan materi tentang pembuatan pupuk organik. Setelah materi selesai dipaparkan, selanjutnya peserta diajak untuk praktek langsung pembuatan pupuk organik. Disini peserta tampak begitu antusias. Ada beberapa peserta yang bertanya, ketika mereka merasa kurang memahami tahapan-tahapan dalam pembuatan pupuk organik yang sedang dipraktekan.
Bahan : kotoran sapi, bekatul, kapur, tetes tebu, air dan EM4

Alat : cangkul, sekop, terpal, ember, gembor

Cara pembuatan :

  1. Siapkan kotoran sapi dan ratakan.
  2. Taburkan bekatul dan kapur diatas kotoran sapi secara merata.
  3. Tetes tebu diencerkan dan siramkan merata diatas adukan.
  4. Aduk bahan secara merata dana tur kelembaban ± 60% dengan ciri bila adukan di genggam tidak pecah, tidak ada tetesan air dan tangan tidak basah. Apabila kurang lembab dapat ditambahkan air secukupnya.
  5. Bahan yang sudah diaduk ditutup dengan terpal.
  6. Pengecekan proses pengomposan dilakukan pada hari ketiga, jika terasa panas, maka terjadi proses pengomposan. Pembalikan dilakukan setiap minggu.
  7. Setelah 3 minggu pupuk kandang sudah jadi ditandai dengan bahan tidak panas dan tidak bau.

Setelah mengikuti pelatihan pembuatan pupuk organik, diharapkan kelompok tani dapat membuat pupuk organik secara mandiri untuk mencukupi kebutuhan pupuk anggotanya. Dengan menggunakan pupuk organik maka struktur tanah menjadi lebih baik dan komoditas yang dihasilkan lebih menyehatkan.

 

BPP Kec. Bruno





Berita Purworejo

Counter Pengunjung