- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Memanfaatkan Sampah Organik Rumah Tangga Sebagai POC Melalui SL di Kelompok Tani Mugi Lancar Desa Puspo

Memanfaatkan Sampah Organik Rumah Tangga Sebagai POC Melalui Sekolah Lapang di Kelompok Tani Mugi Lancar Desa Puspo
Sampah organik rumah tangga merupakan limbah yang dihasilkan dari rumah tangga, dan biasanya belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat khususnya petani. Padahal dari limbah sampah organik dapat dihasilkan pupuk organik dengan kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tanaman. Melihat potensi yang begitu besar maka dalam pertemuan sekolah lapang kelompok tani Mugi Lancar Desa Puspo belajar untuk memanfaatkan sampah organic rumah tangga agar lebih berdaya guna. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2023 yang diikuti oleh 20 orang anggota dari kelompok tani Mugi Lancar desa Puspo. Dalam kesempatan ini, narasumber memberikan materi memanfaatkan sampah organik sebagai POC dengan metode ember tumpuk.
Ember tumpuk adalah alat pemroses pupuk yang dibuat dengan menyatukan 2 buah ember yang disusun bertingkat. Ember bawah berfungsi sebagai penampung lindi yang nantinya diolah menjadi pupuk organik cair. Sedangkan ember atas mempunyai fungsi sebagai tempat penampungan sampah organik yang akan diolah menjadi pupuk. Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan ember tumpuk meliputi : dua buah ember, pisau, solder, gunting, kran air, lem pipa, EM4 (Opsional) dan sampah dapur. Sampah organik yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah kulit buah dan buah-buah an yang sudah tidak layak konsumsi. Sampah organik sisa sampah rumah tangga dimasukkan ke ember yang kemudian ditutup hingga rapat. Suasana panas dan lembap di dalam ember membuat mikroba bawaan dari sampah rumah tangga akan cepat berkembang. Lindi yang dihasilkan dibiarkan saja di dalam ember bawah selama kurang lebih satu bulan. Setelah itu, baru dapat diteruskan proses pematangan menjadi Pupuk Organik Cair (POC). POC yang sudah jadi dapat dipakai dengan cara diencerkan, sekitar tiga sendok makan POC ditambahkan 1 liter air. Manfaat pupuk organik cair antara lain meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca,dan serangan patogen penyebab penyakit.
Harapan kami selaku penyuluh pertanian, setelah kegiatan sekolah lapang berakhir, anggota kelompok tani Mugi Lancar dapat membuat POC secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam usaha bertaninya, agar tidak bergantung dengan pupuk kimia yang harganya semakin naik.
BPP Kec. Bruno






