Mastitis, Infeksi Ambing Pada Kambing Kaligesing

By DINPPKP 28 Feb 2025, 13:54:21 WIB Peternakan dan Keswan
Mastitis, Infeksi Ambing Pada Kambing Kaligesing

Mastitis, Infeksi Ambing Pada Kambing Kaligesing

 

 

Kambing Kaligesing merupakan sumber daya genetik hewan asli Kaligesing yang merupakan hasil persilangan kambing lokal dengan Kambing Jamnapari/Etawa yang berasal dari India yang didatangkan oleh Belanda pada tahun akhir 1920-an dan awal 1930-an. Dengan ketekunan dan kesabaran masyarakat Kaligesing, lahirlah kambing persilangan yang awalnya dinamakan Kambing Peranakan Etawa (PE) dan semenjak tahun 2010 oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kambing PE ini ditetapkan sebagai galur tersendiri dengan nama Kambing Kaligesing. Berdasarkan performanya, Kambing Kaligesing merupakan kambing dual purpose atau dwi guna, penghasil daging dan susu yang baik, bahkan kini sudah berkembang menjadi triple purpose dengan menjadikan Kambing Kaligesing sebagai pet animal, sebagai kambing kontes dengan harga yang fantastis.

 

Pada hari Kamis, 27 Pebruari 2025, masuk laporan dari Bapak Samsul, Trirejo, Loano, kambing indukan yang sudah beberapa bulan telah menyapih anaknya, nafsu makannya turun dan kesulitan berdiri. Untuk menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala UPT Puskeswan menugaskan medik veteriner untuk menangani kasus tersebut.

 

Dari hasil pemeriksaan oleh medik veteriner ditemukan kondisi indukan dalam posisi nderum,pakan utuh baik hijauan maupun pakan tambahan. Dari hasil pemeriksaan air susunya, ditemukan kelainan yaitu air susu pecah, ada jendalan kental dan cairannya encer. Temperatur sedikit naik, ambing teraba panas dan agak besar pada puting sebelah kiri sedangkan yang puting sebelah kanan kondisinya normal baik air susunya maupun bentuknya. Dari anamnesa  pemilik, kambing tersebut telah menyapih anaknya dua bulan yang lalu dan memiliki riwayat mastitis pada periode laktasi sebelumnya... Berdasarkan anamnesa pemilik dan hasil pemeriksaan, indukan Kambing Kaligesing tersebut didiagnosa mengalami infeksi radang ambing atau mastitis.

 

 

  

 

Kambing Kaligesing yang mengalami Mastitis

 

Mastitis merupakan salah satu penyakit pada kambing yang umumnya merupakan infeksi non tunggal. Kambing dual purpose dengan produksi susu yang tinggi memiliki kerentanan terhadap penyakit ini. Kejadian penyakit biasanya pada waktu menjelang dan beberapa hari pasca partus serta pada periode pasca penyapihan terutama pada indukan yang produksi susunya tinggi.

 

 

 

 

 

Penyebab

 

Agen penyebab mastitis bisa berupa agen infekius maupun non infeksius. Agen infeksius biasanya non tunggal, melibatkan berbagai agen patogen seperti bakteri, virus, fungi dan mycoplasma. Bakteri yang umum adalah Streptococcus aureusStaphylococcus agalactiaeStaphylococcus dysagalactiaeS uberisS CapriPseudomonas aeruginosaE Coli, and Clostridium spp. Virus yang sering ditemukan pada penyakit ini adalah Caprine arthritis-encephalitis virus (CAEV) serta golongan mycoplasma (Mycoplasma capricolumM mycoides, and M putrefaciens) menjadi penyebab pada kambing.

 

Sejumlah kecil  spesies yeast, penggunaan obat anti radang yang berlebihan dan luka pada ambing dan putting juga dapat menyebabkan mastitis

 

Ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor timbulnya mastitis, antara lain : buruknya sanitasi dan hygiene kandang dan lingkungannya, kepadatan populasi yang tinggi, kelembaban tinggi dan cuaca ekstrim, perubahan pakan secara mendadak dan abnormalitas anatomi ambing dan puting susu.

Tanda-Tanda Klinis

 

Manifestasi klinis kasus mastitis pada kambing dapat bersifat klinis maupun subklinis, tergantung tingkat keparahan penyakit.

Pada kasus ini tanda-tanda yang teramati kambing mengalami sedikit demam, penurunan nafsu makan, lesu, lemah dan kesulitan berdiri. Air susunya pecah terdapat material padat yang menjendal, terpisah dengan cairannya yang lebih encer.

Diagnosa Mastitis


Kasus mastitis pada kambing dapat didiagnosa dengan cara berikut:

·        Riwayat kejadian mastitis sebelumnya baik pada tingkat individu maupun farm.

·        Tanda-tanda klinis yang spesifik.

·        Determinasi sel somatik di dalam air susu yang angkanya  100.000/ml.

·        California Mastitis Test (CMT).

·        ELISA untuk bakteri yang spesifik.

 

 

 

Pengobatan

Kambing yang sakit sebaiknya dipisahkan dari yang lainnya. Obat yang digunakan adalah kombinasi dari beberapa komponen obat yaitu antibiotik yang kompatibel dengan agen penyebabnya, NSAID (nonsteroid anti inflamatory drug) dan antiseptik intramammary dan diberikan untuk waktu lima hari atau sampai sembuh..

Pemerahan dilakukan pagi dan sore sampai apuh, susunya diafkir tidak boleh dikonsumsi manusia maupun anak kambing. Pengobatan diikuti dengan pemeriksaan air susu dengan menggunakan CMT atau bisa juga dengan mastitis detector untuk memastikan bahwa kambing yang diobati benar-benar telah sembuh.

Pencegahan dan Kontrol Mastitis

Ada pepatah yang familier bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati. Tindakan-tindakan yang bisa diambil untuk mencegah dan mengontrol kejadian penyakit mastitis antara lain :

·       Menjaga sanitasi kaandang dan lingkungannya

·       Membersihkan lantai kandang secara reguler

·       Mengurangi tingkat stress di dalam kandang

·       Mengurangi tingkat kepadatan di dalam kandang

·       Lakukan perlakuan antiseptik pada lubang puting setelah pemerahan

·       Asupan pakan tidak boleh diubah secara mendadak.

#de-Qosim





Berita Purworejo

Counter Pengunjung