- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Maggot, Belatung si Pembawa Untung

Irama Live Talk hari ini Rabu, 26 Januari 2022 di Irama FM dengan narasumber Umul Khasunah, SP., MAP Penyuluh Pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Adapun tema yang dibahas yaitu, budidaya maggot, belatung si pembawa untung dan mengapa digunakan dalam pengelolaan sampah.
Menurut narasumber, setiap hari dari aktivitas rumah tangga, pasti akan menghasilkan yang namanya sampah organik berupa sampah sisa makanan seperti sayuran atau buah-buahan, bumbu dapur yang sudah tak terpakai, hingga dedaunan yang rontok di halaman rumah. Jika tidak diolah dengan tepat, bukan hanya menimbulkan bau tidak sedap, tapi juga berbahaya. Pasalnya, sampah organik bisa menghasilkan gas metana yang berisiko menciptakan ledakan dan juga pemanasan global.
Langkah kecil yang kita lakukan, tentu saja dapat membantu mengurangi risiko bahaya yang bisa terjadi. Maka dari itu, banyak masyarakat yang mulai mengolah sendiri sampah organiknya dengan memanfaatkan maggot. Mungkin masyarakat banyak yang belum mengetahui, apa itu maggot, si belatung pembawa untung. Maggot atau Black Soldier Fly (BSF) yang dikenal sebagai lalat tentara ini, lebih panjang dan besar. Meskipun dari keluarga lalat, namun BSF tidak menularkan bakteri, bukan vektor penyakit, bahkan kuman kepada manusia, memiliki antibiotik, hanya makan bahan organik mati dan bukan oragnisme patogen ataupun parasit seperti lalat pada umumnya
“Selain bermanfaat untuk mereduksi sampah organik, maggot mempunyai nilai ekonomis, yaitu bisa menjadi sumber pakan ternak dan menjadi pupuk. Di pasaran maggot ini cukup laku, bahkan tak jarang stoknya masih kurang untuk memenuhi permintaan yang ada. Makanya, bisa dijadikan peluang usaha yang menjanjikan. Telur maggot BSF pun mempunyai harga jual yang tinggi. Selain itu, maggot dapat diolah menjadi maggot beku, maggot kering, dan tepung maggot, untuk digunakan sebagai pakan alternatif protein tinggi pada ternak, unggas, dan ikan. Dibandingkan jenis pakan lainnya, maggot cenderung lebih tidak berbau amis sehingga lebih unggul dibandingkan larva lainnya”, terang narasumber mengakhiri acara.
Kontributor : Umul Khasunah, SP., MAP PPL BPP Grabag






