LUNCURKAN GERTAM PADI GOGO, UPAYA DESA DILEM KEMIRI TINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERING DAN KETAHANAN PANGAN

By DINPPKP 12 Sep 2024, 08:31:22 WIB Penyuluhan
LUNCURKAN GERTAM PADI GOGO, UPAYA DESA DILEM KEMIRI TINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERING DAN KETAHANAN PANGAN

LUNCURKAN GERTAM PADI GOGO, UPAYA DESA DILEM KEMIRI TINGKATKAN PRODUKTIVITAS LAHAN KERING DAN KETAHANAN PANGAN

KEMIRI KEREN NEWS –– Gerakan Tanam Bersama (GERTAM) Padi Gogo di Desa Dilem, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo pada Rabu 11 September 2024 (11/09/2024) mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Program ini dipandang sebagai langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian pada lahan kering dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam yang terbatas, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan kekurangan air irigasi. Dalam sambutannya, Tenaga Ahli Wamentan, Dian Supardiyanto menyatakan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap program ini. Menurutnya, Gertam Padi Gogo sejalan dengan program nasional untuk peningkatan ketahanan pangan dan diversifikasi pangan, terutama di wilayah yang sering menghadapi tantangan air.

“Padi gogo adalah solusi yang sangat relevan bagi daerah yang memiliki keterbatasan akses air, seperti Desa Dilem ini. Dengan teknologi dan pola tanam yang tepat, padi gogo bisa menjadi alternatif yang produktif dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah kering,” ujar Dian dalam sambutannya.

Drangka mendukung GERTAM Padi Gogo sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman krisis pangan, Kepala Pusat PVTPP sekaligus Penanggung Jawab Satgas Antisipasi Darurat Pangan Kabupaten Purworejo, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc, memberikan arahan penting kepada seluruh stakeholder terkait. Dalam kegitan GERTAM Padi Gogo tersebut, Leli menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor serta peran aktif masyarakat dalam menyukseskan program ini.

Dalam arahannya, Leli mengungkapkan bahwa padi gogo merupakan salah satu solusi strategis untuk mengantisipasi kekurangan pangan akibat perubahan iklim dan keterbatasan air. Ia meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk petani, perangkat desa, serta instansi terkait, untuk bekerja sama secara maksimal dalam mendukung keberhasilan gerakan ini.

“Program GERTAM Padi Gogo harus kita jadikan prioritas, mengingat tantangan yang kita hadapi terkait ketahanan pangan semakin nyata. Kami, dari Satgas Antisipasi Darurat Pangan, akan terus memantau dan mendukung upaya ini. Namun, yang paling penting adalah sinergi antara pemerintah daerah, petani, serta lembaga-lembaga terkait untuk memastikan padi gogo ini dapat menjadi sumber pangan alternatif yang andal,” tegas Leli.

Selain itu, Leli juga menggarisbawahi pentingnya peran Satgas dalam mengatasi potensi kendala yang mungkin muncul di lapangan, seperti kekurangan pupuk, akses air yang terbatas, atau masalah teknis lainnya. Ia menegaskan bahwa Satgas akan siap turun langsung ke lapangan untuk memberikan solusi cepat dan efektif jika ditemukan kendala yang menghambat keberhasilan program GERTAM Padi Gogo di Desa Dilem tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Hadi Sadsila, SP, MM dalam paparanya tentang potensi padi gogo Kabupaten Purworejo menekankan bahwa Desa Dilem memiliki kondisi geografis yang sangat cocok untuk pengembangan padi gogo, terutama di lahan tadah hujan dan kering yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Desa Dilem memiliki potensi yang luar biasa untuk pengembangan padi gogo. Lahan-lahan yang selama ini kurang produktif bisa kita maksimalkan. Ini adalah peluang besar bagi petani untuk meningkatkan hasil panen mereka,” ujar Hadi Sadsila.

Ia juga menyoroti bahwa dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim, padi gogo bisa menjadi solusi bagi para petani yang sering menghadapi masalah kekurangan air. Pengembangan padi gogo juga dinilai selaras dengan program pemerintah daerah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada lahan irigasi.

Selain itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi pertanian modern, seperti penerapan sistem tanam jajar legowo, yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi lahan. Menurutnya, teknologi ini memungkinkan petani untuk mendapatkan hasil yang lebih baik meskipun lahan yang digunakan terbatas.

“Kami mengajak petani untuk menerapkan teknologi modern seperti sistem tanam jajar legowo, yang terbukti dapat meningkatkan hasil produksi padi, bahkan di lahan yang tidak terlalu luas. Kami yakin dengan teknologi yang tepat, hasil panen padi gogo di Desa Dilem bisa meningkat signifikan,” jelas Hadi.

Ia berharap, dengan keberhasilan GERTAM Padi Gogo di Desa Dilem dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Purworejo yang memiliki kondisi lahan serupa. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, petani, TNI, dan lembaga terkait, Hadi Sadsila optimis bahwa program ini dapat memberikan kontribusi besar dalam memastikan ketersediaan pangan, bahkan di tengah tantangan alam yang semakin sulit diprediksi. Komando Distrik Militer (Kodim) 0708 Purworejo juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan GERTAM Padi Gogo di Desa Dilem.

Dukungan ini merupakan bagian dari peran aktif TNI dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di daerah yang memiliki lahan kering dan terbatas air irigasi, seperti di Desa Dilem. Kapten CPM Sutiyono, Pasiter Kodim 0708 Purworejo, dalam arahannya menyatakan bahwa TNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat petani untuk memastikan keberhasilan program GERTAM Padi Gogo ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mengatasi tantangan pangan yang dihadapi akibat perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air.

“Kodim Purworejo mendukung penuh GERTAM Padi Gogo ini sebagai upaya strategis dalam mengatasi masalah pangan di lahan kering. Dengan keterlibatan TNI, kami ingin memastikan bahwa program ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi para petani,” ujar Kapten CPM Sutiyono.

Kapten CPM Sutiyono juga menekankan bahwa keterlibatan TNI tidak hanya sebatas dukungan fisik, tetapi juga memastikan agar para petani mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, baik dalam hal peralatan maupun akses terhadap bibit dan pupuk yang disediakan oleh pemerintah.

“Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya berjalan di permukaan, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. TNI akan terus mendampingi dan memberikan dukungan teknis serta logistik agar tidak ada kendala yang menghambat pelaksanaan GERTAM Padi Gogo,” tambahnya.

Kepala Desa Dilem, Budi Saptono, memberikan arahan penting kepada para petani dan warga desa terkait pelaksanaan GERTAM Padi Gogo di wilayahnya. Dalam sambutannya, Budi menegaskan bahwa program ini merupakan peluang besar bagi warga Desa Dilem untuk memanfaatkan lahan kering secara maksimal guna meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Program GERTAM Padi Gogo ini adalah solusi yang tepat untuk desa kita yang memiliki banyak lahan kering. Kami harus bisa memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan di desa,” ujar Budi dalam arahannya.

Ia juga mengajak para petani untuk mengikuti setiap tahap program dengan serius, mulai dari persiapan lahan hingga panen nanti. Menurutnya, keberhasilan program ini sangat tergantung pada kerjasama dan kesungguhan petani dalam menerapkan metode dan teknologi yang telah disarankan oleh para penyuluh pertanian.

“Jika program ini berhasil, kita tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga kesejahteraan para petani. Panen yang lebih banyak berarti pendapatan yang lebih baik, dan itu akan menggerakkan ekonomi desa kita,” tambahnya.

Salah seorang petani, Pak Zubaidi, mengaku sangat bersyukur dengan adanya program ini.

“Kami jadi lebih paham cara mengolah lahan kering untuk menanam padi. Ini bisa jadi alternatif bagus selain menanam jagung atau singkong yang biasa kami tanam di sini,” katanya.

GERTAM Padi Gogo ini diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan beras dari luar daerah, serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian warga Desa Dilem. ––





Berita Purworejo

Counter Pengunjung