- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
- Tingkatkan Akurasi Data Hasil Panen, DKPP Purworejo Bersama PPL dan Pemdes Kesugihan Gelar Kegiatan Ubinan Padi
- Bimbingan Teknis Program Subali Sapira Tingkatkan Pengetahuan Peternak Sapi di Desa Kedungpomahan Kulon Kecamatan Kemiri
- Gerdal OPT Tanaman Tembakau di Pacekelen Purworejo
- Tim UPT Puskeswan Sosialisasikan SIMKESWAN dan Laksanakan Pelayanan Kesehatan Hewan di 51Farm Karangsari
*\"Lebih Banyak Mendengar, Lebih Sedikit Bicara: Perjalanan Menyemai Harapan\"*

*"Lebih Banyak Mendengar, Lebih Sedikit Bicara: Perjalanan Menyemai Harapan"*
_(Storytelling)_
______________
# Sutoyo : Penyuluh Pertanian, Pegiat Literasi dan Pemerhati Pemberdayaan Petani
# CybersquadX BPP Bruno
______________
*Gowong, Bruno (Jumat, 21 Maret 2025).* Matahari mulai merayap diantara hamparan sawah yang menguning menjelang panen. Udara pagi yang sejuk perlahan berganti menjadi hangat. Di kejauhan tampak beberapa petani terlihat sibuk memanen hasil kerja keras mereka. Aku merogoh saku mengeluarkan ponsel lalu mencoba menghubungi Ketua Kelompok Tani (Poktan) untuk menanyakan jadwal panen.
*"Ngobrol di rumah saja, Pak. Saya di rumah kok—ngopi atau ngeteh, pokoknya lengkap! Pas banget, teman-teman juga saya minta merapat,"* jawabnya ramah, nyaris tanpa jeda.
Benar saja tak lama setelah aku tiba, beberapa anggota Poktan mulai berdatangan. Mereka masih muda penuh energi dan harapan. Kunjungan kali ini memang berbeda—aku sengaja datang untuk lebih banyak mendengarkan. Mendengarkan cerita mereka tentang tanah yang digarap, mimpi yang dikejar, hingga tantangan yang terus membayangi perjalanan mereka didunia pertanian.
> *“Kita butuh lebih banyak mendengar, karena solusi yang baik selalu lahir dari memahami apa yang benar-benar dirasakan di lapangan.”*
Selama ini suara mereka kerap tenggelam—dianggap terlalu muda untuk didengarkan atau terlalu naif untuk menghadapi realitas dunia pertanian. Namun hari ini berbeda. Mereka mulai berbicara dan aku siap mendengarkan.
Seorang pemuda bernama Rizal 27 tahun mengangkat tangan. Dengan nada serius ia berbagi kegelisahannya.
*"Kami bisa menanam Pak. Tapi menjualnya? Itu soal lain. Kadang harga jatuh, kadang kami kalah bersaing dengan produk luar,"* keluhnya.
Beberapa pemuda lain pun mengangguk setuju. Mereka tak ingin hanya menjadi petani biasa. Mereka bermimpi menjadi petani yang berdaya—menguasai teknologi, memahami pasar, dan membawa hasil bumi mereka melampaui batas-batas desa.
Aku mendengarkan setiap kata mereka tanpa menyela. Bagi kami di BPP Bruno,
mendengarkan bukanlah sekadar formalitas. Ini adalah langkah awal membangun kepercayaan. Dan dari kepercayaan itulah, perubahan bisa dimulai.
> *“Kalian tidak sendiri. Kami di BPP Bruno siap mendampingi. Kita bisa mulai dari kelas tani muda—belajar teknik pertanian modern hingga pemasaran digital. Kalau kalian siap bermimpi besar, kami siap berjalan bersama kalian.”*
Kata-kataku ternyata disambut penuh semangat. Dimata mereka aku melihat percikan harapan yang mulai menyala. Mereka mulai membayangkan masa depan dimana pertanian bukan lagi sekadar pekerjaan warisan yang dipandang kuno, melainkan arena inovasi yang menjanjikan. Kini bayangan mereka tentang bertani mulai berubah—bukan hanya soal cangkul di tangan tapi juga teknologi di genggaman.
Saat matahari mulai condong ke barat pertemuan pun usai. Namun bagi Rizal dan teman-temannya, ini bukanlah akhir. Ini adalah awal dari perjalanan baru—perjalanan menyemai harapan dan membangun masa depan yang lebih baik.
Aku pulang dengan keyakinan yang semakin menguat:
> *Mendengarkan bukan sekadar cara memahami—mendengarkan adalah langkah pertama untuk mengubah masa depan.*
______________






