- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
KWT SEHATI DESA KALIMIRU MEMANFAATKAN SABUT KELAPA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR

KWT SEHATI DESA KALIMIRU MEMANFAATKAN SABUT KELAPA
SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR
Pada hari Kamis, 25 April 2024 di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sehati Desa
Kalimiru melaksanakan pertemuan rutin bulanan. Pada pertemuan kali ini KWT Sehati
melaksanakan praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah sabut
kelapa. Di Desa Kalimiru sendiri terdapat banyak pohon kelapa. Kulit
buah kelapa atau sabut kelapa sering diabaikan begitu saja dan selama ini di Desa Kalimiru belum pernah memanfaatkan
limbah sabut kelapa itu sendiri. Padahal sabut kelapa bisa
dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk kalium organik. Kalium (K) Unsur Kalium berperan sebagai pengatur proses
fisiologi tanaman seperti fotosintetis, akumulasi, translokasi,
transportasi karbohidrat, membuka menutupnya stomata, atau mengatur distribusi
air dalam jaringan dan sel. Kekurangan unsur ini menyebabkan daun seperti
terbakar dan akhirnya gugur.
Maka dari itu KWT Sehati Desa Kalimiru melakukan upaya
untuk pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai POC. Adapun alat
dan bahan yang disiapkan untuk pembuatan POC sabut kelapa diantaranya yaitu :
1. Wadah
(Ember / Tong bekas / Jerigen)
2. Sabut 1 kg (Kering)
3. Gula merah 100 gram
4. EM4 / dekomposer 100 ml
5. Air 10 liter
Cara
Membuat :
1. Cincang /
potong-potong sabut kelapa hingga menjadi potongan-potongan kecil. Kemudian
masukkan kedalam wadah
2. Larutkan
gula merah dengan air 10 liter
3. Campurkan
EM4 dengan larutan gula merah tersebut
4. Tuangkan
larutan tersebut kedalam jerigen yang berisi potongan sabut kelapa. Kemudian
ditutup rapat
5. Buka
tutup jerigen setiap pagi selama beberapa detik untuk membuang gas yang timbul
6. Simpan
pada tempat yang tidak terpapar sinar matahari langsung. Biarkan selama 2
minggu.
Setelah difermentasi
selama dua minggu maka dapat diaplikasikan ke tanaman. Adapun caranya yaitu :
1.
Aplikasi Akar : Campurkan 1 bagian POC
dengan 3 bagian air bersih. Kocorkan pada tanaman dengan dosis 250 ml /
tanaman. Pengaplikasian dilakukan satu minggu sekali.
2. Aplikasi Daun : Campurkan 1
bagian POC dengan 5 bagian air bersih. Semprotkan pada daun dan batang tanaman
satu minggu sekali.






