- RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JUT
- SURVEY KE PETERNAKAN AYAM PETELUR
- Monitoring PPTS, Sinergi DKPP dan PPL Kec. Butuh Pastikan Pasokan Pupuk Bersubsidi Aman
- Purworejo Jadi Tuan Rumah Pembinaan Produsen Benih Hortikultura Se-Jawa Tengah
- Seleksi Perdana Hibah Domba Dimulai, DKPP Purworejo Pastikan Ternak Berkualitas Siap Disalurkan
- PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KUANTITAS BANTUAN PANGAN BERAS PERIODE BULAN JULI-SEPTEMBER 2026 DI GUDANG BULOG BUTUH
- Kunjungi Kelompok Tani Makaryo Wonosari, Ditjen Hortikultura Bersama DKPP dan PPL Lakukan Verifikasi CPCL
- GERAKAN PANGAN MURAH KEMBALI MERIAHKAN ALUN-ALUN PURWOREJO DALAM RANGKAIAN KEGIATAN GEMAR TAHUN 2026
- Mendukung Mutu Benih Tembakau: DKPP Purworejo Bersama BPSB Jawa Tengah Lakukan Pemeriksaan Lapangan di Desa Rowobayem
- DKPP Purworejo Pastikan Kualitas Hibah Sejak Awal Melalui Seleksi Ketat Kambing Jawa Randu
KWT MELATI SUKSES PANEN JAGUNG MANIS DARI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN BERGIZI( P2B)

KWT MELATI SUKSES PANEN JAGUNG MANIS
DARI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN BERGIZI( P2B)
Loano, 13 November 2025 – Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Desa Guyangan, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, berhasil memetik hasil manis dari usaha budidaya jagung manis yang mereka tanam melalui program Pekarangan Pangan Bergizi yang digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Panen yang dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, menjadi momen penuh kebanggaan bagi para anggota KWT Melati. Jagung manis hasil budidaya mereka tumbuh subur dan menghasilkan kualitas panen yang memuaskan baik dari segi rasa maupun tampilan.
Ketua KWT Melati, Ibu Sulasmi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan panen kali ini.Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memberikan dukungan melalui program Pekarangan Pangan Bergizi. Program ini benar-benar membantu kami meningkatkan kemandirian pangan keluarga dan menambah penghasilan anggota kelompok,” ujarnya.
Selain untuk konsumsi keluarga, hasil panen jagung manis ini juga dijual secara online melalui berbagai platform digital lokal. Cara ini mempermudah pemasaran hasil panen sekaligus memperluas jangkauan pembeli, sehingga hasil kerja keras para anggota KWT dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Pendamping dari Balai Penyuluhan Kecamatan Loano, Ibu Putri Ayunda Pratiwi, S.P, turut mengapresiasi capaian KWT Melati.Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal dapat memberikan hasil nyata. Kami berharap KWT lain di wilayah Loano bisa meniru langkah sukses ini,” katanya.
Program Pekarangan Pangan Bergizi dari Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, gizi keluarga, serta kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan pekarangan yang produktif.






