- Banter Melaju Disosialisasikan di Kemejing, Warga Antusias Sambut Peluang Ternak Kambing Jawa Randu
- Tindaklanjut Pengaduan Warga Mengenai Peternakan Ayam
- Gapoktan Desa Pakisarum Gelar Sosialisasi eRDKK 2027, Pastikan Petani Akses Pupuk Subsidi
- Ubinan Padi Varietas Inpari 32 di Desa Gowong Tunjukkan Produktivitas Menjanjikan
- Jalan Usaha Tani (JUT) DKPP Tahun Anggaran 2026
- DKPP Lakukan Pengujian Sampel PSAT Pasca Idul Fitri 1447 H
- Refilling Nitrogen Cair untuk Mendukung Kegiatan Inseminasi Buatan Ternak
- Seleksi Hibah Ternak 2027 Dimulai, DKPP Purworejo Verifikasi Proposal dari 14 Kecamatan
- PEMKAB PURWOREJO DAN PERUM BULOG SIAP SALURKAN BANTUAN PANGAN BERAS DAN MINYAK GORENG ALOKASI FEBRUARI-MARET 2026
- Pemantauan Harga Bahan Pokok Penting Pasca HBKN Idul Fitri 1447H
KWT MELATI SUKSES PANEN JAGUNG MANIS DARI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN BERGIZI( P2B)

KWT MELATI SUKSES PANEN JAGUNG MANIS
DARI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN BERGIZI( P2B)
Loano, 13 November 2025 – Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati Desa Guyangan, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, berhasil memetik hasil manis dari usaha budidaya jagung manis yang mereka tanam melalui program Pekarangan Pangan Bergizi yang digagas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Panen yang dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025, menjadi momen penuh kebanggaan bagi para anggota KWT Melati. Jagung manis hasil budidaya mereka tumbuh subur dan menghasilkan kualitas panen yang memuaskan baik dari segi rasa maupun tampilan.
Ketua KWT Melati, Ibu Sulasmi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas keberhasilan panen kali ini.Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian yang telah memberikan dukungan melalui program Pekarangan Pangan Bergizi. Program ini benar-benar membantu kami meningkatkan kemandirian pangan keluarga dan menambah penghasilan anggota kelompok,” ujarnya.
Selain untuk konsumsi keluarga, hasil panen jagung manis ini juga dijual secara online melalui berbagai platform digital lokal. Cara ini mempermudah pemasaran hasil panen sekaligus memperluas jangkauan pembeli, sehingga hasil kerja keras para anggota KWT dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Pendamping dari Balai Penyuluhan Kecamatan Loano, Ibu Putri Ayunda Pratiwi, S.P, turut mengapresiasi capaian KWT Melati.Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal dapat memberikan hasil nyata. Kami berharap KWT lain di wilayah Loano bisa meniru langkah sukses ini,” katanya.
Program Pekarangan Pangan Bergizi dari Kementerian Pertanian bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga, gizi keluarga, serta kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan melalui pemanfaatan pekarangan yang produktif.






