Kurangi Bahan Kimia, Kelompok Tani di Desa Butuh Aplikasikan Bio Insect

By DINPPKP 21 Feb 2024, 14:41:32 WIB Penyuluhan
Kurangi Bahan Kimia, Kelompok Tani di Desa Butuh Aplikasikan Bio Insect

  1. Berita

Kurangi Bahan Kimia, Kelompok Tani di Desa Butuh Aplikasikan Bio Insect

Penulis: Jivana Zulfi, S.P.

Padi merupakan komoditas utama di Kecamatan Butuh. Sama halnya di wilayah lain, budidaya padi sangat erat dengan hama penyakit yang menyerang. Wereng Batang Coklat adalah salah satu hama yang umum menyerang tanaman padi. Berbagai upaya selalu dilakukan oleh petani guna mengendalikan hama tersebut. Serangan Wereng Batang Coklat perlu sesegera mungkin dilakukan pengendalian karena serangan hama tersebut berdampak cepat pada tanaman dan sangat berpotensi menyebabkan penurunan hasil panen bahkan gagal panen. Pengendalian secara kimia hingga saat ini masih menjadi andalan petani namun tanpa disadari penggunaan terus menerus apalagi melebihi dosis menyebabkan dampak bagi lingkungan salah satunya adalah resistensi hama.

Di awal tahun 2024 ini, Desa Butuh melalui Kelompok Tani Tani Makmur IV mendapatkan program kegiatan Gerakan Pengendalian OPT. Gerakan pengendalian ini menggunakan Bio Insektisida, Metarizep. Bio Insektisida ini berfungsi sebagai biokontrol hama tanaman padi diantaranya Wereng Batang Coklat.

Petani sangat antusias mengikuti gerdal ini. Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang petani dari Kelompok Tani Tani Makmur IV Desa Butuh dan dihadiri oleh PPL serta POPT dari provinsi dan kabupaten pada Selasa, 20 Maret 2024. Area yang menjadi sasaran kegiatan ini berada di seberang Gudang Bulog Butuh dengan radius luasan 10 Ha dari titik KSA (Kerangka Sampel Area). Kegiatan ini mendapat dukungan yang sangat baik dari Pemerintah Desa Butuh, dengan harapan penggunaan Bio Insektisida pada kegiatan ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi petani dalam penggunaan bahan hayati dan mengurangi penggunaan bahan kimia dan dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani.

WBC merupakan salah satu organisme pengganggu tanaman yang ditemukan pada tanaman padi. Serangan OPT WBC bila tidak dikendalikan luasan serangannya bisa menurunkan produksi bahkan menyebabkan puso pada komoditas padi. Apabila populasi tinggi, warna daun dan batang tanaman berubah menjadi, kning kemudian berubah menjadi coklat jerami, dan akhirnya seluruh tanaman bagaikan disiram air panas kuning-coklat dan mengering. WBC juga dapat menularkan penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Tentu hal ini sangar merugikan bagi petani jika terlambat melakukan pengendalian, tindakan pencegahan tetap diutamakan. Jeda tanam, pergiliran pola taman, ataupun gilir varietas dapat dilakukan sebagai upaca pencegahan.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung