KUNJUNGAN PESERTA SL PADI BAYAN KE PPAH SRI REJEKI KECAMATAN BONOROWO, KEBUMEN

By DINPPKP 27 Jul 2023, 09:19:00 WIB Penyuluhan
KUNJUNGAN PESERTA SL PADI  BAYAN KE PPAH SRI REJEKI KECAMATAN BONOROWO, KEBUMEN

KUNJUNGAN PESERTA SEKOLAH LAPANG PADI KECAMATAN BAYAN KE PPAH SRI REJEKI KECAMATAN BONOROWO KABUPATEN KEBUMEN

 

Sekolah Lapang merupakan wahana dan sarana penyuluh pertanian menyebarluaskan inovasi teknologi pertanian kepada para petani. Sekolah lapang bersifat non formal dan model pembelajaran andragogy yaitu pembelajaran orang dewasa. Di kecamatan Bayan kabupaten Purworejo sejumlah dua kelompok tani pelaksana Sekolah Lapang (SL) Padi APBD II tahun 2023, yaitu Kelompok tani Raharjo Desa Bandungrejo dan Kelompok tani Sido Luhur Desa Tangkisan. Masing -masing peserta sekolah lapang berjumlah dua puluh  orang petani.

            Pada hari Selasa tanggal 18 Juli 2023 peserta SL Padi kecamatan Bayan beserta penyuluh pertanian BPP kecamatan Bayan dan Koordinator KJF DKPP Kabupaten Purworejo melaksanakan kunjungan ke Pos Pengembangan Agent Hayati (PPAH) Sri Rejeki Desa Mrentul Kecamatan Bonorowo Kabupaten Kebumen. Kunjungan ini merupakan implementasi dari penyelenggaraan SL yaitu peserta dapat mengamati kegiatan secara langsung dan praktek pembuatan agensia pengendali hayati (APH).

            PPAH Sri Rejeki sekaligus RPH (Regu Pengendali Hama) Sri Rejeki telah melaksanakan kegiatan pengembangan agensia hayati sejak tahun 2012 sejak kelompok mengukuti SL PHT Padi pada tahun tersebut. Selanjutnya berjalan dari tahun 2012 sampai 2014 dan memperoleh sarana dan prasana dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.

            Pada kunjungan tersebut disampaikan beberapa materi yang dapat menambah wawasan dan menjadikan motivasi bagi peserta Sekolah Lapang Padi. Disampaikan oleh Koordinator PPL Kelompok Jabatan Fungsional (KJF) DKPP Kabupaten Purworejo Panuju Bekti S.P, M.M kepada seluruh peserta SL bahwa setelah pelaksanaan Sekolang Lapang di masing-masing kelompok agar petani menerima materi SL secara baik dan menindaklanjutinya. Setelah Sekolah Lapang berakhir diharapkan  petani  tetap menerapkan teknologi anjuran seperti penggunaan benih bermutu, pengolahan tanah secara baik, sistem tanam jajar legowo, penggunaan pupuk organik serta menerapkan PHT. Menggunakan istilah learning by doing yaitu petani terus  belajar sambil bekerja .

Ketua Gapoktan desa Mrentul menyampaikan bahwa untuk kegiatan pengembangan agensia hayati di PPAH Sri Rejeki dilakukan dengan mengembangkan jamur Beauveria bassiana dan bakteri Paeny bacillus. Jamur Beauveria bassiana digunakan untuk mengendalikan hama insekta yaitu penggerek batang padi, wereng, walang sangit. Bakteri Paeny bacillus digunakan untuk mengendalikan penyakit kresek bakteri. Kelompok PPAH dan RPH Sri Rejeki mengembangkan  jamur Beauveria bassiana dan Bakteri Paeny bacillus  sampai saat ini masih tetap mengembangkannya walaupun penggunaannya masih terbatas untuk masyarakat petani desa Mrentul. Lokasi eksplorasi jamur agensia hayati di wilayah setempat karena jika jamur agrensia hayati dberasal dari wilayah setempat maka akan  lebih efektif mengendalikan OPT padi yang ada di wilayah tersebut.

Eksplorasi jamur dilakukan dengan cara mencari serangga hama padi seperti walang sangit yang mati terinfeksi jamur Beauveria bassiana. Selanjutya dimurnikan pada media kentang agar gula pada petridish atau cawan , setelah tumbuh  baik isolat jamur murni dibiakkan. Sebelum dikembangkan jamur hasil eksplorasi tersebut diujikan di Laboratotium Pengamatan Hama Dan Penyakit Kedu. Dengan demikian jamur hasil eksplorasi betul-betul jamur yang dikehendaki.  Setelah diperoleh jamur agensia hayati Beauveria bassiana maka dikembangkan pada media  kentang agar gula di tabung reaksi. Setelah jamur tumbuh murni dan tidak terdapat kontaminasi mikrobia lainnya selanjutnya diperbanyak pada media ekstrak kentang gula selama dua minggu, dan diaplikasikan pada tanaman padi.

Di desa Mrentul ini aplikasi jamur agensia hayati ini rutin dilakukan pada setiap musim tanam padi dan aplikasi / penyemprotan dilakukan oleh regu pengendali hama. Petani pemilik lahan mengganti biaya penyemprotan dengan harga yang relatif murah.

Materi kunjungan berikutnya adalah praktek menumbuhkan isolat jamur Beauveria bassiana dan bakteri Paeny bacillus pada media agar kentang gula di tabung reaksi. Peserta SL melakukan praktek pembiakkan jamur dan bakteri di laboratorium  PPAH tersebut.

Dari kegiatan kunjungan ini diharapkan kelompok tani di kecamatan Bayan dapat meniru (study tiru) dalam pembuatan dan pengembangan agensia hayati, serta penerapan agensia hayati yang berkelanjutan. Kegiatan kunjungan diakhiri dengan pelaksanan post tes badi peserta Sekolah Lapang Padi.

(Pengirim : Nursilahturahmi, S.P PPL Kecamatan bayan)

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung