KTNA NGOMBOL PRAKTEKKAN PEMBUATAN KOMPOS DARI KOTORAN AYAM

By DINPPKP 18 Agu 2022, 08:29:08 WIB Penyuluhan
KTNA NGOMBOL PRAKTEKKAN PEMBUATAN KOMPOS DARI KOTORAN AYAM

KTNA NGOMBOL PRAKTEKKAN PEMBUATAN KOMPOS DARI KOTORAN AYAM

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) adalah organisasi profesi bersifat independent, berorientasi pada kegiatan ekonomi, sosial dan budaya di sektor agribisnis, berbasis di pedesaan, berwawasan lingkungan formal, berdaulat dan berskala nasional.

Pada pertengahan Agustus 2022 bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngombol diadakan pertemuan rutin KTNA yang diikuti oleh 30 petani di wilayah Kecamatan Ngombol. Acara ini membahas kegiatan pertanian di Kecamatan Ngombol dan permasalahan yang dihadapi petani di masing-masing desa serta langkah solutif yag bisa diterapkan. Salah satu kendala yang dihadapi petani yaitu keterbatasan pupuk bersubsidi untuk budidaya tanaman pangan. Panuju dari Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo mengimbau para petani menggunakan pupuk kandang saat subsidi tiga jenis pupuk, yakni ZA, SP-26 dan organik dicabut oleh pemerintah. "Pemerintah sudah resmi memberlakukan pupuk subsidi hanya untuk jenis urea dan NPK sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian yang ditetapkan pada 6 Juli 2022," katanya.

Berdasarkan data statistik Kecamatan Ngombol, jumlah populasi ayam petelur dalam satu tahun 201.700 ekor, apabila diasumsikan setiap ekor menghasilkan kotoran ayam 33 gram/ekor/hari, maka jumlah kotoran ayam dalam satu tahun yaitu 2.429,47 ton/tahun. Menurut hasil penelitian kotoran ayam mengandung unsur Nitrogen yang cukup tinggi, diikuti dengan Kalium, serta Fosfor. Jika dibandingkan dengan pupuk kandang lainnya, pupuk kompos dari kotoran ayam mempunyai kandungan hara yang tertinggi. Berdasarkan data tersebut, untuk mengatasi keterbatasan jumlah pupuk subsidi, salah satunya yaitu pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk kompos.

Fahim Baraba, PPL Kecamatan Ngombol yang memberikan materi tersebut menyampaikan bahwa keunggulan pupuk kompos dari kotoran ayam dibandingkan kotoran hewan lainnya yaitu :

  • Pupuk kompos dari kotoran ayam kaya akan 3 nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman untuk masa pertumbuhan. Kandungan tersebut berupa Nitrogen, Fosfor, serta Kalium.Sifatnya lebih alami serta aman digunakan dari pada pupuk kimia yang berbahaya untuk lingkungan
  • Menjaga kelembapan akar tanaman sehingga proses pertumbuhan tanaman lebih stabil dan tahan terhadap hama
  • Menyuburkan dan memperbaiki kualitas tanah tanpa meninggalkan efek buruk dikemudian hari
  • Bahan kotoran ayam mudah diperoleh serta bisa juga dikombinasikan dengan bahan kompos lainnya
  • Tidak menimbulakan bau busuk dan tidak mencemari lingkungan

Sedangkan cara pembuatan pupuk kompos dari kotoran ayam yaitu menyiapkan bahan yang terdiri dari limbah kotoran ayam, EM4, tetes tebu, dan bekatul, sedangkan alat yang digunakan yaitu terpal, cangkul, gembor dan ember.

Cara membuat nya dengan menyiapkan terpal sebagai alas untuk pembuatan pupuk, kemudian letakkan kotoran ayam dan bekatul di atasnya sedikit demi sedikit, lalu siramkan larutan EM4 dan tetes tebu yang telah diencerkan secara menyeluruh sampai semua bagian tercampur dengan cara di aduk menggunakan cangkul. Selanjutnya tutup adonan tersebut dengan menggunakan plastik, terpal, atau karung goni. Proses pengomposan tersebut akan berlangsung selama 15 hari. Perlu dilakukan pengadukan adonan setiap 5 jam sekali agar adonan tidak terlalu tinggi suhunya. Setelah 15 hari, pupuk kompos siap digunakan dengan ciri tidak berbau, teksturnya gembur, bila dipegang terasa sejuk dan remah.

Pengirim : Bakti Woro Haryanti, SP

PPL Kecamatan Ngombol

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung