KTNA Bener Dorong Peningkatan Kualitas Kopi Melalui Cupping Test dan Pemberdayaan Petani Bener

By DINPPKP 17 Des 2025, 15:15:32 WIB Penyuluhan
KTNA Bener Dorong Peningkatan Kualitas Kopi Melalui Cupping Test dan Pemberdayaan Petani Bener

KTNA Bener Dorong Peningkatan Kualitas Kopi Melalui Cupping Test dan Pemberdayaan Petani Bener


Purworejo – 17 Desember 2025 – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar acara di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bener, Kabupaten Purworejo, dengan fokus pada evaluasi dan pengembangan kopi lokal. Acara ini dihadiri oleh para petani kopi, koordinator penyuluhan, PPL Kecamatan Bener, serta perwakilan dari DKPP Kabupaten Purworejo, bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi kopi melalui pendekatan ilmiah dan program pemberdayaan.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KTNA, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, Ketua KTNA juga menyajikan evaluasi dan laporan kegiatan cupping test kopi yang telah dilakukan. Menurut laporan tersebut, hasil cupping test menunjukkan performa yang baik pada beberapa aspek utama, yaitu tingkat sweetness (kemanisan), acidity (keasaman), body (kepadatan rasa), dan aftertaste (rasa sisa). Namun, Ketua KTNA menekankan perlunya peningkatan pasca panen untuk mengoptimalkan kualitas keseluruhan. "Kita telah mencapai hasil yang memuaskan di rasa dasar, tapi pengolahan pasca panen menjadi kunci untuk bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya.


Selanjutnya, Koordinator BPP Bener, Kurniasih DKW, SP, memberikan sambutan apresiasi terhadap kegiatan cupping test ini. Ia menyatakan bahwa inisiatif tersebut sangat mendukung proses sertifikasi Indikasi Geografis (IG) kopi, yang akan memberikan nilai tambah bagi produk kopi dari wilayah Bener. "Cupping test bukan hanya evaluasi, tapi juga langkah strategis untuk memastikan kopi kita memenuhi standar internasional dan mendapatkan pengakuan IG," kata Kurniasih. Apresiasi ini diharapkan memotivasi petani untuk terus berinovasi dalam budidaya dan pengolahan.


Sambutan berikutnya disampaikan oleh Febtory Setyo Harsanti, SP.MMA, yang membahas program pemberdayaan petani dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Program ini mencakup pelatihan dan pendampingan bagi petani, mulai dari teknik budidaya hingga manajemen usaha. "BRI berkomitmen untuk mendukung petani melalui akses pelatihan yang praktis dan pendampingan berkelanjutan, agar mereka bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan," jelas Febtory. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi petani, seperti akses modal dan pengetahuan teknologi.


Acara juga menyertakan informasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo, yang menyampaikan himbauan terkait budidaya kopi dan pengolahan pasca panen. DKPP menekankan pentingnya praktik budidaya yang ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik dan pengendalian hama terintegrasi, serta teknik pasca panen yang tepat untuk menjaga kualitas biji kopi. "Kami menghimbau petani untuk menerapkan standar pasca panen yang baik, seperti pengeringan yang tepat dan penyimpanan higienis, guna menghindari kerusakan dan meningkatkan nilai jual," ungkap perwakilan DKPP.

Acara KTNA di BPP Bener ini diakhiri dengan diskusi interaktif antar peserta, di mana para petani berbagi pengalaman dan rencana tindak lanjut. Diharapkan, kegiatan semacam ini akan terus digelar untuk mendukung perkembangan sektor pertanian kopi di Purworejo, menuju produksi yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi.





Berita Purworejo

Counter Pengunjung