KTNA Bagelen Adakan Rakor dan Rembug Tani Hadapi MT I 2025

By DINPPKP 19 Nov 2025, 08:13:49 WIB Penyuluhan
KTNA Bagelen Adakan Rakor dan Rembug Tani Hadapi MT I 2025

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Bagelen sukses menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Rembug Tani pada Hari Selasa, 18 November 2025. Acara penting bagi sektor pertanian di Kecamatan Bagelen ini bertempat di Aula Kecamatan Bagelen, dihadiri oleh Ketua KTNA Kecamatan Bagelen dan perwakilan KTNA dari 17 desa, menunjukkan soliditas dan partisipasi penuh. Rapat dipimpin langsung oleh Camat Bagelen, Bapak Sigit Kurniawan Saputro, S.S., M.Eng., dan dipandu oleh Koordinator PPL Kecamatan Bagelen, drh. Nurani Utaminingputri,

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk mempererat silaturahmi dan solidaritas antar anggota KTNA, serta sebagai forum strategis untuk merumuskan rencana kerja dan program pertanian yang akan datang. Selain itu, rapat koordinasi ini juga berfungsi sebagai wahana evaluasi kegiatan pertanian yang sedang atau telah berjalan, serta sinkronisasi upaya yang harus dipersiapkan secara matang menjelang pelaksanaan tanam padi pada Musim Tanam (MT) 1 mendatang. Rembug tani yang menjadi bagian integral dari acara tersebut memfasilitasi pertukaran pikiran, informasi, dan pengalaman berharga antara KTNA, PPL, dan Camat Bagelen.

Beberapa topik krusial sektor pertanian dibahas secara mendalam dalam rapat tersebut. Pembahasan mencakup pengawalan program pemerintah berupa bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Purworejo, APBD Provinsi Jawa Tengah, dan APBN. Selain itu, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2025 dan pengusulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pupuk bersubsidi untuk tahun berikutnya. Isu penting lainnya adalah pemberian pelayanan pengajuan barcode BBM bersubsidi untuk alat dan mesin pertanian, sosialisasi perlindungan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), serta pengaturan pengairan lahan sawah melalui saluran irigasi.

Sebagai penutup, KTNA Kecamatan Bagelen menyepakati langkah proaktif untuk menjaga kesinambungan program dan solidaritas. Para anggota bersepakat untuk melaksanakan rapat koordinasi secara rutin, yakni empat bulan sekali. Pertemuan berkala ini dirancang untuk diadakan menjelang pelaksanaan musim tanam padi selanjutnya, bertujuan untuk menjaga silaturahmi, memperkuat solidaritas, evaluasi hasil musim tanam sebelumnya, dan menyusun perencanaan strategis untuk pelaksanaan musim tanam padi selanjutnya.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung