KT SIDO MULYO, BRINGIN MENUJU PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PRAKTEK PERBANYAKAN AGENSI PENGENDALIAN HAYATI (APH)

By DINPPKP 25 Okt 2022, 08:44:33 WIB Penyuluhan
KT SIDO MULYO, BRINGIN MENUJU PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PRAKTEK PERBANYAKAN AGENSI PENGENDALIAN HAYATI (APH)

KELOMPOK TANI SIDO MULYO DESA BRINGIN MENUJU PERTANIAN RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PRAKTEK PERBANYAKAN AGENSI PENGENDALIAN HAYATI (APH)

Oleh : Sariwati (PPL)

 

 

Hari Kamis, 20 Oktober 2022 bertempat di Rumah Bapak Ketua Kelompok Tani Sido Mulyo Desa Bringin yaitu Bapak Teguh. Dihadiri juga oleh anggota dan pengurus kelompok tani sejumlah 25 orang dan didampingi oleh penyuluh pertanian setempat. Kelompok Tani Sido Mulyo melakukan perbanyakan agensi hayati yaitu jamur paenibacillus atau biasa disebut dengan bakteri coryne. Selama ini petani dalam melakukan pengendalian menggunakan pestisida kimia. Karena dirasa pestsida kimia itu instan. Padahal penggunaan pestisida kimianyang terus-menerus dalam jangka panjang berdampak pada punahnya musuh alami yang ada di lahan budidaya petani. Maka dari itu pada pertemuan kali ini di Kleompok Tani Sido Mulyo mencoba membuat pestisida yang ramah lingkungan melalui perbanyakan APH. Kemudian paenibacillus merupakan jamur yang dapat mengendalikan penyakit pada tanaman seperti Hawar Daun Bakteri, blast dan penyakit lainnya.

Perbanyakan yang dilakukan adalah dengan cara perbanyakan melalui media cair. Bahan yang diperlukan untuk perbanyakan diantaranya yaitu :

  1. Kentang 3kg
  2. Gula pasir 250 gram
  3. Air sumur 10 liter
  4. Isolate paenibacillius 1 tabung

Adapun langkah-langkahnya yaitu :

  1. Pilih kentang yang benar-benar bagus kemudian kupas
  2. Kentang dipotong dadu ukuran 1 cm x 1 cm x 1 cm lalu cuci bersih
  3. Masukkan kentang yang telah dipotong ke dalam panic, tambahkan air hingga terendam. Rebus kentang hingga setengah matang atau kira-kira 15 menit dihitung setelah mendidih.
  4. Matikan api lalu saring rebusan kentang maka yang didapatkan adalah ekstrak kentang.
  5. Masukkan kembali ekstrak kentang ke dalam panic dan tamabh airnya hingga volume 10 lier. Tambahkan gula pasir kemudian rebus hingga mendidih kira-kira 10 meni. Maka didapatkan ekstrak kentang gula (EKG)
  6. Matikan api, biarkan panic dalam kondisi tetap tertutup hingga agak dingin.
  7. Setelah dingin masukkan media EKG ke dalam gallon yang sudah dicuci dan disterilkan dengan alcohol.
  8. Setelah benar-benar dingin masukkan isolate paenibacillus ke dalam galon
  9. Lalu pasang menggunakan instalasi fermentor diantaranya ada aerator, larutan PK, pembuangan, dan filter.
  10. Fermentasi dilakukan selama 15 hari dan apabila terjadi mati lampu biarkan saja instalasi tetap terpasang dan jangan dilepas atau dibuka.
  11. Simpan di dalam ruangan jangan terkena sinar matahari langsung.

Kriteria APH yang berhasil setelah difermentasi selama 15 hari yaitu baunya seperti tape dan warnanya berubah menyerupai putih susu dan ada gelembungnya. APH siap digunakan untuk pengendalian preventif mulai dari persiapan bibit hingga sebelum panen. Untuk perendaman benih dosis yang digunakan yaitu 1 sdm APH per 1 liter air. Kemudian untuk penyemprotan dosisnya yaitu 1 gelas aqua 250 cc per 14 liter air. Penyemprotan pada persemaian hingga masa generative sebaiknya dilakukan seminggu 1 – 2 kali.

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung