- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
KT. Sedyo Maju Wonotulus adakan Rembug Rani Dukung Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2023.

Purworejo – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo pada hari Kamis, 16 Februari 2023 melaksanakan kegiatan rembug tani di Kelompok Tani Sedyo Maju Desa Wonotulus. Kegiatan rembug tani merupakan salah satu kegiatan yang didanai dari Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2023. Rembug tani dihadiri Kepala Desa Wonotulus, Koordinator PPL BPP Kecamatan Purworejo, PPL Kecamatan Purworejo, dan peserta demplot sejumlah 25 orang. Acara dibuka oleh ketua Kelompok Tani Sedyo Maju Bapak Warsito kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa, Sambutan Koordinator PPL BPP Kecamatan Purworejo, dan penyampaian materi oleh PPL Wibi Vita P. Hapsari.
Materi yang pertama yang disampaikan adalah mereview Program SIMURP dan teknologi CSA. Hal tersebut disampaikan karena ada 10 peserta demplot baru di Tahun 2023 ini. Terdapat 8 teknologi CSA yaitu meliputi: 1) teknologi hemat air melalui sistem irigasi intermittent/Alternate Wet and Drying (AWD)/macak-macak, 2) pemupukan berimbang melalui penggunaan perangkat uji tanah sawah/rawa (PUTS/PUTR) untuk menentukan dosis pupuk dasar Nitrogen, Phospor, dan Kalium (NPK) atau menggunakan rekomendasi pupuk dari Badan Litbang Pertanian, 3) penggunaan varietas unggul produksi tinggi yang tahan terhadap cekaman dan rendah emisi, 4) penggunaan bahan organik untuk membuat pupuk organik, 5) sistem budidaya padi jajar legowo dengan menggunakan bibit usia muda dan penggunaan benih (2-3 bibit/lubang), 6) penerapan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terpadu dengan mengutamakan penggunaan pestisida nabati, 7) penggunaan kalender tanam untuk penentuan waktu tanam, 8) pengukuran emisi GRK.
Setelah penyampaian materi review teknologi CSA dilanjutkan penyampaian materi tentang Nitrobacter. Nitrobakter adalah bakteri yang berperan penting dalam mengikat nitrogen bebas dari udara untuk difiksasi menjadi nitrit lalu diubah menjadi nitrat dan siap diserap oleh tanaman. Nitrogen merupakan alah satu unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam pertumbuhannya. Nitrogen tersedia di udara bebas dengan jumlah yang sangat besar, akan tetapi di dalam tanah ketersediaanya sangat sedikit, padahal tanaman membutuhkannya dalam jumlah yang banyak. Untuk mengikat nitrogen bebas dari udara ini, tanaman membutuhkan bantuan dari agen yang lain yaitu bakteri nitrobakter.
Selain penyampaian materi Nitrobacter juga dilakukan praktek perbanyakan Nitrobacter. Bahan dan alat yang digunakan diantaranya adalah Gentong 120 lt, Aerator, Ember, Biang Nitrobacter, Urea, dan Tetes Tebu.
Vita P. Hapsari, BPP Kecamatan Purworejo






