- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
KT. Sedyo Maju Wonotulus adakan Rembug Rani Dukung Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2023.

Purworejo – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Purworejo pada hari Kamis, 16 Februari 2023 melaksanakan kegiatan rembug tani di Kelompok Tani Sedyo Maju Desa Wonotulus. Kegiatan rembug tani merupakan salah satu kegiatan yang didanai dari Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) Tahun 2023. Rembug tani dihadiri Kepala Desa Wonotulus, Koordinator PPL BPP Kecamatan Purworejo, PPL Kecamatan Purworejo, dan peserta demplot sejumlah 25 orang. Acara dibuka oleh ketua Kelompok Tani Sedyo Maju Bapak Warsito kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa, Sambutan Koordinator PPL BPP Kecamatan Purworejo, dan penyampaian materi oleh PPL Wibi Vita P. Hapsari.
Materi yang pertama yang disampaikan adalah mereview Program SIMURP dan teknologi CSA. Hal tersebut disampaikan karena ada 10 peserta demplot baru di Tahun 2023 ini. Terdapat 8 teknologi CSA yaitu meliputi: 1) teknologi hemat air melalui sistem irigasi intermittent/Alternate Wet and Drying (AWD)/macak-macak, 2) pemupukan berimbang melalui penggunaan perangkat uji tanah sawah/rawa (PUTS/PUTR) untuk menentukan dosis pupuk dasar Nitrogen, Phospor, dan Kalium (NPK) atau menggunakan rekomendasi pupuk dari Badan Litbang Pertanian, 3) penggunaan varietas unggul produksi tinggi yang tahan terhadap cekaman dan rendah emisi, 4) penggunaan bahan organik untuk membuat pupuk organik, 5) sistem budidaya padi jajar legowo dengan menggunakan bibit usia muda dan penggunaan benih (2-3 bibit/lubang), 6) penerapan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terpadu dengan mengutamakan penggunaan pestisida nabati, 7) penggunaan kalender tanam untuk penentuan waktu tanam, 8) pengukuran emisi GRK.
Setelah penyampaian materi review teknologi CSA dilanjutkan penyampaian materi tentang Nitrobacter. Nitrobakter adalah bakteri yang berperan penting dalam mengikat nitrogen bebas dari udara untuk difiksasi menjadi nitrit lalu diubah menjadi nitrat dan siap diserap oleh tanaman. Nitrogen merupakan alah satu unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam pertumbuhannya. Nitrogen tersedia di udara bebas dengan jumlah yang sangat besar, akan tetapi di dalam tanah ketersediaanya sangat sedikit, padahal tanaman membutuhkannya dalam jumlah yang banyak. Untuk mengikat nitrogen bebas dari udara ini, tanaman membutuhkan bantuan dari agen yang lain yaitu bakteri nitrobakter.
Selain penyampaian materi Nitrobacter juga dilakukan praktek perbanyakan Nitrobacter. Bahan dan alat yang digunakan diantaranya adalah Gentong 120 lt, Aerator, Ember, Biang Nitrobacter, Urea, dan Tetes Tebu.
Vita P. Hapsari, BPP Kecamatan Purworejo






