- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
KOORDINASI GERDAL TEMBAKAU DI KELOMPOKTANI BAROKAH TANI MAKMUR DESA BLIMBING

KOORDINASI GERDAL
TEMBAKAU DI KELOMPOKTANI BAROKAH TANI MAKMUR DESA BLIMBING
Kamis
20/6/2024 bertempat disalah satu rumah anggota kelompok tani yakni bapak
Tumaeni diadakan pertemuan dalam rangka persiapan gerdal (Gerakan pengendalian)
hama dan penyakit tanaman tembakau. Acara berlangsung dengan baik dimulai dari
sambutan perwakilan kelompok tani dan dilanjutkan sambutan dari koordinator
penyuluh pertanian kecamatan Bruno. Acara dihadiri dari Dinas Pertanian dan
Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura
dan Perkebunan Ibu Elvie, Perwakilan dari DKPP Kab Purworejo Bp. Muslih, Kepala
Desa Blimbing, PPL Bruno dan juga segenap pengurus dan anggota kelompok tani
sejumlah 25 orang peserta.
Koordinasi gerdal ini
bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pengendalian hama dan
penyakit pada tanaman tembakau. Dijelaskan Elvie, pencegahan penyakit lebih
baik bila dibandingkan dengan mengobati, oleh karenanya pengendalian dengan APH
(Agen Pengendali Hayati) berupa Trichoderma dan Beveria Basiana (BB) sangat
dianjurkan sebelum penggunakan pestisida kimia. Trichoderma merupakan cendawan yang memiliki banyak manfaat dalam dunia
pertanian terutama untuk tanah dan tanaman. Manfaat tersebut diantaranya adalah
sebagai biofungisida, dekomposer dan biofertilizer. Sebagai biofungisida, trichoderma mampu mengendalikan penyakit yang
berasal dari jenis jamur terutama patogen tular tanah. Patogen tular tanah
adalah mikroorganisme penyebab penyakit yang siklus hidupnya berada di dalam
tanah. Sebagai dekomposer, trichoderma mampu menguraikan bahan organik
menjadi senyawa yang lebih sederhana. Dari kemampuan trichoderma menguraikan
bahan organic sebagaimana tersebut diatas, maka trichoderma ini dapat
menyuburkan tanah sekaligus memperbaiki struktur tanah dan pH tanah. Mekanisme
Trichoderma sehingga dapat mengendalikan penyakit pada tanaman, antara lain :
- Persaingan
tempat tumbuh, dimana trichoderma ini memiliki kecepatan tumbuh yang lebih
tinggi dibandingkan jamur penyakit yang ada disekitarnya.
- Persaingan
oksigen dan nutrisi.
- Trichoderma
dapat menghasilkan racun yang dapat menghancurkan jamur yang ada
disekitarnya.
- Trichoderma
mudah beradaptasi pada lingkungan atau dengan kata lain trichoderma
memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi.
Trichoderma dapat diaplikasikan pada pupuk kandang,
saat pengolahan lahan, pada pembibitan dan pada pertanaman. Untuk tanaman
musiman dapat diaplikasikan 7-14 hari sekali, untuk tanaman tahunan dapat
diaplikasikan 1-3 bulan sekali. Pengaplikasian trichoderma ini dianjurkan
seawal mungkin sebelum tanam dan aplikasi secara rutin. Cara aplikasi
trichoderma dapat dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor atau bisa juga
keduanya menyesuaikan situasi dan kondisi tempat. Pada saat mengaplikasikannya,
usahakan tanah dalam kondisi lembab atau tidak terlalu kering supaya pertumbuhan
trichoderma dapat maksimal. Demikian juga dengan Beveria Basiana, Jamur ini bersifat parasit bagi serangga-serangga hama. Jamur
akan hidup dan bermetabolisme dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian
serangga hama. Maka dari itulah jamur ini disebut sebagai jamur entomopatogen.
Jamur Beveria Bassiana membunuh serangga hama melalui kontak spora. Spora yang
berkontak dengan tubuh serangga hama menyebabkan infeksi.
Kegiatan ini akan berlangsung dua kali pertemuan, pertemuan
pertama yakni koordinasi pelaksanaan gerdal dan pertemuan kedua adalah
pelaksanaan gerdal itu sendiri. Pada pertemuan kali ini kelompok tani
mendapatkan sejumlah fasilitas bantuan berupa 4 tangki sprayer, trichoderma dan
Beveria basiana padat serta yang berbentuk cair. dan juga seminar kit. Semoga
dengan fasilitas yang penuh dari pemerintah akan memperlancar proses kegiatan
budidaya tembakau di kelompok tani Barokah Tani Makmur desa Blimbing.






