KOORDINASI GERDAL TEMBAKAU DI KELOMPOKTANI BAROKAH TANI MAKMUR DESA BLIMBING

By DINPPKP 21 Jun 2024, 15:25:41 WIB Penyuluhan
KOORDINASI GERDAL TEMBAKAU DI KELOMPOKTANI BAROKAH TANI MAKMUR DESA BLIMBING

KOORDINASI GERDAL TEMBAKAU DI KELOMPOKTANI BAROKAH TANI MAKMUR DESA BLIMBING

Kamis 20/6/2024 bertempat disalah satu rumah anggota kelompok tani yakni bapak Tumaeni diadakan pertemuan dalam rangka persiapan gerdal (Gerakan pengendalian) hama dan penyakit tanaman tembakau. Acara berlangsung dengan baik dimulai dari sambutan perwakilan kelompok tani dan dilanjutkan sambutan dari koordinator penyuluh pertanian kecamatan Bruno. Acara dihadiri dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Balai Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Ibu Elvie, Perwakilan dari DKPP Kab Purworejo Bp. Muslih, Kepala Desa Blimbing, PPL Bruno dan juga segenap pengurus dan anggota kelompok tani sejumlah 25 orang peserta.

Koordinasi gerdal ini bertujuan untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman tembakau. Dijelaskan Elvie, pencegahan penyakit lebih baik bila dibandingkan dengan mengobati, oleh karenanya pengendalian dengan APH (Agen Pengendali Hayati) berupa Trichoderma dan Beveria Basiana (BB) sangat dianjurkan sebelum penggunakan pestisida kimia. Trichoderma merupakan cendawan yang memiliki banyak manfaat dalam dunia pertanian terutama untuk tanah dan tanaman. Manfaat tersebut diantaranya adalah sebagai biofungisida, dekomposer dan biofertilizer. Sebagai biofungisida, trichoderma mampu mengendalikan penyakit yang berasal dari jenis jamur terutama patogen tular tanah. Patogen tular tanah adalah mikroorganisme penyebab penyakit yang siklus hidupnya berada di dalam tanah. Sebagai dekomposer, trichoderma mampu menguraikan  bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana. Dari kemampuan trichoderma menguraikan bahan organic sebagaimana tersebut diatas, maka trichoderma ini dapat menyuburkan tanah sekaligus memperbaiki struktur tanah dan pH tanah. Mekanisme Trichoderma sehingga dapat mengendalikan penyakit pada tanaman, antara lain :

  1. Persaingan tempat tumbuh, dimana trichoderma ini memiliki kecepatan tumbuh yang lebih tinggi dibandingkan jamur penyakit yang ada disekitarnya.
  2. Persaingan oksigen dan nutrisi.
  3. Trichoderma dapat menghasilkan racun yang dapat menghancurkan jamur yang ada disekitarnya.
  4. Trichoderma mudah beradaptasi pada lingkungan atau dengan kata lain trichoderma memiliki daya adaptasi yang cukup tinggi.

Trichoderma dapat diaplikasikan pada pupuk kandang, saat pengolahan lahan, pada pembibitan dan pada pertanaman. Untuk tanaman musiman dapat diaplikasikan 7-14 hari sekali, untuk tanaman tahunan dapat diaplikasikan 1-3 bulan sekali. Pengaplikasian trichoderma ini dianjurkan seawal mungkin sebelum tanam dan aplikasi secara rutin. Cara aplikasi trichoderma dapat dilakukan dengan cara ditabur atau dikocor atau bisa juga keduanya menyesuaikan situasi dan kondisi tempat. Pada saat mengaplikasikannya, usahakan tanah dalam kondisi lembab atau tidak terlalu kering supaya pertumbuhan trichoderma dapat maksimal. Demikian juga dengan Beveria Basiana, Jamur ini bersifat parasit bagi serangga-serangga hama. Jamur akan hidup dan bermetabolisme dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan kematian serangga hama. Maka dari itulah jamur ini disebut sebagai jamur entomopatogen. Jamur Beveria Bassiana membunuh serangga hama melalui kontak spora. Spora yang berkontak dengan tubuh serangga hama menyebabkan infeksi. 

Kegiatan ini akan berlangsung dua kali pertemuan, pertemuan pertama yakni koordinasi pelaksanaan gerdal dan pertemuan kedua adalah pelaksanaan gerdal itu sendiri. Pada pertemuan kali ini kelompok tani mendapatkan sejumlah fasilitas bantuan berupa 4 tangki sprayer, trichoderma dan Beveria basiana padat serta yang berbentuk cair. dan juga seminar kit. Semoga dengan fasilitas yang penuh dari pemerintah akan memperlancar proses kegiatan budidaya tembakau di kelompok tani Barokah Tani Makmur desa Blimbing.

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung