KONDISI DAMPAK EL NINO PADA MUSIM TANAM PERTAMA (MT 1) DI KECAMATAN PURWODADI

By DINPPKP 31 Des 2023, 20:45:29 WIB Penyuluhan
KONDISI DAMPAK EL NINO PADA MUSIM TANAM PERTAMA (MT 1)  DI KECAMATAN PURWODADI


KONDISI DAMPAK EL NINO PADA MUSIM TANAM PERTAMA (MT 1)

DI KECAMATAN PURWODADI

 

 

Pengertian El Nino menurut BMKG, merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah.
Jika pemanasan ini meningkat secara terus-menerus, maka potensi pertumbuhan awan di Samudra Pasifik bagian tengah pun ikut meningkat. Akibatnya, curah hujan khususnya di Indonesia akan berkurang. Secara sederhana, El Nino adalah suatu fenomena alam yang memicu terjadinya kekeringan. El Nino akan berdampak pada sektor pertanian, terutama tanaman pangan semusim yang mengandalkan air. Rendahnya curah hujan dikhawatirkan akan menyebabkan gagal panen.

Di wilayah kecamatan Purwodadi biasanya pada Bulan Desember, hampir semua lahan sawah tertanami padi, atau tutup tanam. Namun demikian hasil pengamatan PPL wiilayah binaan Desa Sumberrejo Desty Lina Erfawati, S.P pada hari Rabu, 20 Desember 2023, lahan sawah Desa Sumberrejo seluas 81 ha belum terlihat tanaman padi. Hampir semua lahan sudah dilakukan olah tanah dengan traktor untuk yang pertama (istilah petani neras), namun kegiatan ini belum bisa dilanjutkan karena keterbatasan air. Debit air dari Bendung Boro sangat kecil, saat gilir air, air tidak sampai ke lokasi, sehingga tidak bisa melanjutkan kegiatan olah tanah.

Sebagian petani sudah membuat lahan persemaian, bahkan sudah ada persemaian tanaman padi berumur sekitar 14 hari setelah sebar (hss) yang kondisi tanahnya mulai merekah karena tidak teraliri air. Seperti yang dikatakan ketua kelompok Tani Tani Makmur Desa Sumberrejo, Slamet Santoso, kegiatan olah tanah untuk menanam padi sementara dihentikan karena air irigasi tidak sampai di sawah saat ada jadwal gilir air.

Menanggapi masalah tersebut, penyuluh berkoordinasi dengan Mantri pengairan wilayah setempat, Bapak Edi dari UPT  Pemeliharaan Jalan dan Irigasi Purwodadi Dinas PUPR Kabupaten Purworejo, yang mengatur air dari Daerah Irigasi (DI) Boro Kemantren I, melalui sambungan telpon. Informasi dari Edi, hal ini terjadi karena debit air dari DI Boro kecil, sebagai contoh, pada hari Selasa, tanggal 19 Desember 2023, debit air yang keluar dari Bendung Boro 400 liter/detik, yang dialirkan ke wilayah Desa Sumberrejo bagian Selatan sampai dengan Desa Bragolan. Dengan debit air tersebut, hanya lahan di dekat saluran irigasi sekunder saja yang memungkinkan teraliri, dan dibantu dengan pompanisasi. Debit air akan bertambah jika turun hujan dengan intensitas yang cukup.

Petugas statistik tanaman pangan Kecamatan Purwodadi Sri Sukmowati, S.P, pada hari Rabu, 20 Desember 2023, mencatat baru sebagian kecil lahan sawah di Kecamatan Purwodadi yang tertanami padi, kurang lebih 521 hektar dari luas sawah 2.709 hektar, atau sekitar 19% dari total luas sawah. Kondisi ini sangat berbeda dengan tahun lalu, di Kecamatan Purwodadi pada bulan Desember tahun 2022, lahan sawah sudah 100% tertanami padi.

 

(Desty Lina Erfawati, S.P.- Penyuluh Pertanian BPP Purwodadi).

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 





Berita Purworejo

Counter Pengunjung