- KWT Mugi Rahayu Kelurahan Lugosobo Bagikan Bibit Cabai dan Terong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga
- Jaring Tangguh: Perkuat Literasi Iklim dan Ketahanan Pangan Petani Desa Krandegan
- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
KOMPOSTER PENGURAI SAMPAH ORGANIK DARI DAPUR DENGAN EMBER TUMPUK

KOMPOSTER PENGURAI SAMPAH ORGANIK DARI DAPUR DENGAN EMBER TUMPUK
Sampah sampai saat ini masih menjadi permasalahan dalam kehidupan, untuk meminimalisir permasalahan sampah harus dikelola dari sumbernya secara sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan yang meliputi baik pengelolaan maupun penanganan sampah. Pengelolaan sampah plastik dapat diminimalisir dengan membawa tas belanja sendiri, membawa tempat makan dan minum sendiri, mengurangi pemakaian tissue basah, dan berhenti menggunakan sedotan plastik. Sedangkan sampah organik seperti sampah dapur dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.
Rabu, 24 Agustus 2022 Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Abadi, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang bersama Koordinator PPL dan penyuluh pertanian wilayah binaan melakukan praktek pembuatan ember tumpuk untuk komposter pengurai sampah organik dapur. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir permasalahan sampah serta pemanfaatan sampah organik sebagai pupuk. Ember tumpuk menjadi pilihan karena ini merupakan cara yang paling praktis dan minim bau.
Pembuatan ember tumpuk memerlukan bahan yang sederhana yaitu dua buah ember bekas cat (beserta tutupnya) dan satu buah kran. Dua buah ember dibuat bertumpuk yang memungkinkan air lindi terpisah dengan sampah padat sehingga menghasilkan pupuk cair. Dalam proses pengolahan limbahnya dibantu oleh larva HI (Hermetia illucens) yang dalam skala rumah tangga dikenal sebagai lalat tantara hitam (Black Soldier Fly). Larva HI dapat membantu proses pengomposan aerob dan mempercepat proses penguraian sampah organik pada ember tumpuk.
Ibu-ibu anggota KWT Mekar Abadi, Desa Gintungan sangat antusias mempraktekkan pembuatan ember tumpuk, karena selain alat yang mudah di dapat dan biaya yang murah, cara pembuatan dan prosesnya sangat mudah. Hasilnya pun sangat bermanfaat bagi petani pada khususnya yaitu pupuk organik padat, pupuk organik cair dan maggot. Jika komposter ember tumpuk dibudayakan secara berkesinambungan, lambat laun permasalahan petani akan pupuk kimia menjadi berkurang, mendukung peningkatan kesuburan lahan pertanian, produk pertanian yang dihasilkan sehat, pendapatan petani meningkat.
By. Sri Handayani Adji, PPL Gebang






