Kolaborasi Penyuluh Pertanian, Petugas POPT dan Poktan Argo Mulyo 2 Desa Kemranggen Dalam Pengendalian WBC

2. Wereng Punggung Putih (Sogatella
furcifera)
3. Wereng hijau (Nepothettix
virescnes)
4. Wereng Loreng (Recilia
dorsalis)
Karena dianggap sangat berbahaya,penyuluh
pertanian, petugas POPT dan poktan Argo Mulyo 2 desa Kemranggen melakukan
kolaborasi gerakan pengendalian WBC. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 18
April 2024 di blok sawah milik anggota poktan Argo Mulyo2. Kegiatan gerakan
pengendalian perlu dilakukan karena populasi wereng dalam rumpun tanaman padi
sudah lebih dari 10 ekor. Dikhawatirkan jika tidak segera dilakukan
pengendalian, maka populasi wereng akan meningkat. Paino selaku ketua poktan
Argo Mulyo 2, mengatakan sangat senang dengan diadakannya gerakan pengendalian
WBC ini karena selain racun wereng yang diberikan secara gratis, pengetahuan
petani tentang pengendalian wereng juga meningkat.
Dalam
kegiatan gerdal kali ini, racun yang digunakan adalah Venop 60WP. Venop 60WP
merupakan racun insektisida yang bersifat kontak dan berbentuk tepung dengan
kandungan MIPC 60 %. Dosis yang digunakan adalah 1 gram/liter air. Rata-rata
dalam satu tangka membutuhkan 15 gram. Setelah racun dilarutkan kedalam air,
petani langsung melakukan gerdal sesuai dengan arahan petugas POPT. Gerdal
dilakukan dengan menyemprotkan racun secara langsung ke tanaman padi. Perlu
diketahui, habitat wereng berada di pangkal tanaman padi. Jadi tanaman padi yang
disemprot racun adalah bagian pangkal dari tanaman. Hal ini yang menjadi hal
baru bagi petani. Sepemahaman petani,penyemprotan racun dalam pengendalian WBC
itu dilakukan di bagian atas tanaman seperti daun, seperti yang dilakukan
petani sebelumnya. Setelah diberikan pemahaman oleh prtugas POPT alasan kenapa
pengendalian WBC racun disemprotkan dibagian pangkal tanaman, pemahaman dan
wawasan petani jadi bertambah. Secara tidak langsung maka petani akan belajar
habitat hama tanaman padi berada, sehingga dalam pengendaliannya tepat sasaran.
Kegiatan gerdal ini dilakukan oleh 8 anggota poktan argo mulyo 2 dimulai jam
07.00. Petani antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa diantara mereka selain
membawa perlengkapan gerdal bahkan ada yang membawa bekal seadanya dari rumah.
Harapan kami semoga serangan WBC dapat dikendalikan sehingga petani dapat
tanaman padi yang dibudidayakan dapat menghasilkan sesuai dengan harapan
petani.
Breaking News
- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
Kolaborasi Penyuluh Pertanian, Petugas POPT dan Poktan Argo Mulyo 2 Desa Kemranggen Dalam Pengendalian WBC

Kolaborasi Penyuluh Pertanian,
Petugas POPT dan Poktan Argo Mulyo 2
Desa Kemranggen Dalam
Pengendalian WBC
Wereng (Nilaparvata
lugens) merupakan hama pada tanaman padi di Indonesia. Seekor
wereng betina mampu bertelur antara 100 sampai 500, dan akan menetas pada hari
ke 7 sampai ke 10. Terdapat 3 stadia perkembangan wereng yaitu telur,
nimfa dan imago (dewasa). Wereng dikatakan hama yang sangat berbahaya karena
jika populasi wereng sangat tinggi, dapat merusak seluruh hamparan. Tak jarang
banyak terjadi gagal panen karena serangan hama ini Terdapat beberapa jenis
wereng yang bisa menjadi ancaman serius bagi petani, yaitu:
1. Wereng Batang
Coklat (Nilapavarta lugens)
2. Wereng Punggung Putih (Sogatella
furcifera)
3. Wereng hijau (Nepothettix
virescnes)
4. Wereng Loreng (Recilia
dorsalis)
Karena dianggap sangat berbahaya,penyuluh
pertanian, petugas POPT dan poktan Argo Mulyo 2 desa Kemranggen melakukan
kolaborasi gerakan pengendalian WBC. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 18
April 2024 di blok sawah milik anggota poktan Argo Mulyo2. Kegiatan gerakan
pengendalian perlu dilakukan karena populasi wereng dalam rumpun tanaman padi
sudah lebih dari 10 ekor. Dikhawatirkan jika tidak segera dilakukan
pengendalian, maka populasi wereng akan meningkat. Paino selaku ketua poktan
Argo Mulyo 2, mengatakan sangat senang dengan diadakannya gerakan pengendalian
WBC ini karena selain racun wereng yang diberikan secara gratis, pengetahuan
petani tentang pengendalian wereng juga meningkat.
Dalam
kegiatan gerdal kali ini, racun yang digunakan adalah Venop 60WP. Venop 60WP
merupakan racun insektisida yang bersifat kontak dan berbentuk tepung dengan
kandungan MIPC 60 %. Dosis yang digunakan adalah 1 gram/liter air. Rata-rata
dalam satu tangka membutuhkan 15 gram. Setelah racun dilarutkan kedalam air,
petani langsung melakukan gerdal sesuai dengan arahan petugas POPT. Gerdal
dilakukan dengan menyemprotkan racun secara langsung ke tanaman padi. Perlu
diketahui, habitat wereng berada di pangkal tanaman padi. Jadi tanaman padi yang
disemprot racun adalah bagian pangkal dari tanaman. Hal ini yang menjadi hal
baru bagi petani. Sepemahaman petani,penyemprotan racun dalam pengendalian WBC
itu dilakukan di bagian atas tanaman seperti daun, seperti yang dilakukan
petani sebelumnya. Setelah diberikan pemahaman oleh prtugas POPT alasan kenapa
pengendalian WBC racun disemprotkan dibagian pangkal tanaman, pemahaman dan
wawasan petani jadi bertambah. Secara tidak langsung maka petani akan belajar
habitat hama tanaman padi berada, sehingga dalam pengendaliannya tepat sasaran.
Kegiatan gerdal ini dilakukan oleh 8 anggota poktan argo mulyo 2 dimulai jam
07.00. Petani antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa diantara mereka selain
membawa perlengkapan gerdal bahkan ada yang membawa bekal seadanya dari rumah.
Harapan kami semoga serangan WBC dapat dikendalikan sehingga petani dapat
tanaman padi yang dibudidayakan dapat menghasilkan sesuai dengan harapan
petani.
BPP
Kec. Bruno






