Kolaborasi Penyuluh Pertanian, Petugas POPT dan Poktan Argo Mulyo 2 Desa Kemranggen Dalam Pengendalian WBC

By DINPPKP 25 Apr 2024, 08:30:28 WIB Penyuluhan
Kolaborasi Penyuluh Pertanian, Petugas POPT dan Poktan Argo Mulyo 2  Desa Kemranggen Dalam Pengendalian WBC

Kolaborasi Penyuluh Pertanian, Petugas POPT dan Poktan Argo Mulyo 2

Desa Kemranggen Dalam Pengendalian WBC

 

Wereng (Nilaparvata lugens) merupakan hama pada tanaman padi di Indonesia. Seekor wereng betina mampu bertelur antara 100 sampai 500, dan akan menetas pada hari ke 7 sampai ke 10.  Terdapat 3 stadia perkembangan wereng yaitu telur, nimfa dan imago (dewasa). Wereng dikatakan hama yang sangat berbahaya karena jika populasi wereng sangat tinggi, dapat merusak seluruh hamparan. Tak jarang banyak terjadi gagal panen karena serangan hama ini Terdapat beberapa jenis wereng yang bisa menjadi ancaman serius bagi petani, yaitu:

 

1. Wereng Batang Coklat (Nilapavarta lugens)

2. Wereng Punggung Putih (Sogatella furcifera)

3. Wereng hijau (Nepothettix virescnes)

4. Wereng Loreng (Recilia dorsalis)

 

Karena dianggap sangat berbahaya,penyuluh pertanian, petugas POPT dan poktan Argo Mulyo 2 desa Kemranggen melakukan kolaborasi gerakan pengendalian WBC. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 18 April 2024 di blok sawah milik anggota poktan Argo Mulyo2. Kegiatan gerakan pengendalian perlu dilakukan karena populasi wereng dalam rumpun tanaman padi sudah lebih dari 10 ekor. Dikhawatirkan jika tidak segera dilakukan pengendalian, maka populasi wereng akan meningkat. Paino selaku ketua poktan Argo Mulyo 2, mengatakan sangat senang dengan diadakannya gerakan pengendalian WBC ini karena selain racun wereng yang diberikan secara gratis, pengetahuan petani tentang pengendalian wereng juga meningkat.

 

Dalam kegiatan gerdal kali ini, racun yang digunakan adalah Venop 60WP. Venop 60WP merupakan racun insektisida yang bersifat kontak dan berbentuk tepung dengan kandungan MIPC 60 %. Dosis yang digunakan adalah 1 gram/liter air. Rata-rata dalam satu tangka membutuhkan 15 gram. Setelah racun dilarutkan kedalam air, petani langsung melakukan gerdal sesuai dengan arahan petugas POPT. Gerdal dilakukan dengan menyemprotkan racun secara langsung ke tanaman padi. Perlu diketahui, habitat wereng berada di pangkal tanaman padi. Jadi tanaman padi yang disemprot racun adalah bagian pangkal dari tanaman. Hal ini yang menjadi hal baru bagi petani. Sepemahaman petani,penyemprotan racun dalam pengendalian WBC itu dilakukan di bagian atas tanaman seperti daun, seperti yang dilakukan petani sebelumnya. Setelah diberikan pemahaman oleh prtugas POPT alasan kenapa pengendalian WBC racun disemprotkan dibagian pangkal tanaman, pemahaman dan wawasan petani jadi bertambah. Secara tidak langsung maka petani akan belajar habitat hama tanaman padi berada, sehingga dalam pengendaliannya tepat sasaran. Kegiatan gerdal ini dilakukan oleh 8 anggota poktan argo mulyo 2 dimulai jam 07.00. Petani antusias mengikuti kegiatan ini. Beberapa diantara mereka selain membawa perlengkapan gerdal bahkan ada yang membawa bekal seadanya dari rumah. Harapan kami semoga serangan WBC dapat dikendalikan sehingga petani dapat tanaman padi yang dibudidayakan dapat menghasilkan sesuai dengan harapan petani.

 

 

BPP Kec. Bruno





Berita Purworejo

Counter Pengunjung