- Kunjungan Study Komparatif Komisi B DPRD Kabupaten Cilacap
- DKPP PURWOREJO PERKUAT KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT MELALUI OPTIMALISASI RUMAH PANGAN KITA (RPK)
- RAT Koperasi SEMBADA DKPP Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- KTNA Kecamatan Bruno Gelar Halal Bihalal Bersama Kelompok Tani Rukun Tani Gowong
- Genjot Produksi Cabai Rawit, Kunjungan Lapang di Gowong Optimistis Tembus 3,7 Ton
- Pertemuan Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Cabai Tahun Anggaran 2026
- SIDANG I KOMISI IRIGASI KABUPATEN PURWOREJO TAHUN 2026
- Anak Kambing Kurus Bawa ke Puskeswan, akan Kami Urus
- “PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN DI PASAR TRADISIONAL - DKPP PURWOREJO PASTIKAN BAHAN PANGAN BEBAS ZAT BERBAHAYA”
- PERCEPAT MODERNISASI IRIGASI, BBWS SERAYU OPAK GELAR RAKOR REHABILITASI DAERAH IRIGASI WADASLINTANG TIMUR
KKN MAHASISWA UGM GANDENG KWT DAHLIA DESA BRUNOREJO UNTUK PEMBUATAN MOL (Mikro Organisme Lokal)

PEMBUATAN MOL (Mikro Organisme Lokal) DI KWT DAHLIA DESA BRUNOREJO KOLABORASI DENGAN MAHASISWA KKN UGM
Rabu (5/7) Penyuluh Pertanian Bruno berkolaborasi dengan Mahasiswa KKN dari UGM 2022 mengadakan penyuluhan di Kelompok Wanita Tani Dahlia Desa Brunorejo dengan materi Praktek Pembuatan MOL (Mikro Organisme Lokal).
Mikro Organisme Lokal adalah sekumpulan mikroorganisme yang bermanfaat sebagai starter dalam penguraian, fermentasi bahan organik menjadi pupuk organik padat maupun cair. Kandungan dari MOL sendiri diantaranya 1) Azotobacter sp.; 2) Lactobacillus sp.; 3) Ragi; 4) Bakteri photosynthetic. Komponen utama dalam pembuatan MOL adalah sumber karbohidrat, sumber glukosa, seumber mikroorganisme dan pelarut (air).
Bersama dengan anggota KWT Dahlia Desa Brunorejo mencoba mempraktekkan pembuatan MOL Terasi dengan bahan dan cara pembuatah sebagai berikut
• Bahan:
- 1 - 1,5 liter air bekas cucian beras/air tepung beras
- 50 gram terasi (5 bungkus kecil)
- Molase 50-100 ml/1 liter air gula
• Cara Pembuatan
- Terasi sebanyak 50 gram atau 5 bungkus kecil dihaluskan
- Masukkan terasi, air bekas cucian, molase/air glukosa ke dalam wadah kemudian diaduk sampai rata
- Tutup wadah dengan rapat
- Simpan di tempat teduh dan terhindar dari sinar matahari
- Buka kembali setelah 6-7 hari, jika tidak memakai selang untuk mengeluarkan gas maka setiap hari wadah botol dibuka untuk mengeluarkan gas
- Ciri- ciri MOL yang sudah matang (berhasil) yaitu berwarna merah kecoklatan dan bau seperti tapai
MOL MEMILIKI BEBERAPA PERAN SEBAGAI BERIKUT: Pengurai atau dekomposer, Starter atau bioaktivator untuk mempercepat proses dekomposisi/penguraian pada sampah organik, Membantu memperbaiki kualitas dan menyeimbangkan kualitas tanah.
“Dengan adanya praktek pembuatan MOL Terasi dengan bahan-bahan dan cara pembuatan yang mudah semoga dapat segera dipraktekkan oleh setiap anggota” Ujar Ida, Ketua KWT Dahlia.
Pengirim : Musti Widya (PPL Kecamatan Bruno)






