- Gerdal Ulat Grayak dan Kutu Kebul Dukung Keberhasilan Program Intensifikasi Tembakau di Desa Kambangan
- *WASPADA! Banyak Kucing Mati Mendadak di Beberapa Wilayah*
- P2L KWT Sejahtera Desa Cepedak : Bersama Menanam, Bersama Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga
- DKPP Purworejo Jalin Kerjasama Dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah AdakanTemu Pelanggan oleh Balai Pelayanan Veteriner
- Akselerasi Populasi Ternak, Program \"Subali Sapira\" Sukses Antarkan Sapi Peternak hingga Bunting
- Rangkaian Kegiatan Lapangan Program SUBALI SAPIRA DKPP
- MENUJU KEMANDIRIAN PANGAN, DUA PROYEK LUMBUNG PANGAN DI PURWOREJO RESMI SERAH TERIMA AKHIR
- Kelompok Tani Ngudi Makmur desa Clapar Giatkan Tanam Tembakau di Lahan Tegalan Sungai Bogowonto
- Gerakan Pengendalian Menggunakan Agen Hayati Ramah Lingkungan di Desa Kerep Kemiri
- RUMAH PANGAN KITA DKPP PURWOREJO SENANTIASA HADIR MENEMANI SETIAP JUM’AT PAGI
KERJASAMA BPP PURWOREJO - LPP MWCNU KECAMATAN PURWOREJO

KERJASAMA BPP PURWOREJO - LPP MWCNU KECAMATAN PURWOREJO
BPP Kecamatan Purworejo pada hari Kamis, tanggal 12 Januari 2023 melaksanakan pendampingan kegiatan Pelatihan Pertanian Organik yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pelatihan (LPP) MWCNU Kecamatan Purworejo yang bertempat di sekertariat P4S Tani Mandiri Kelurahan Baledono dan peserta adalah 40 petani perwakilan dari MWCNU wilayah 5.
Ketua MWCNU Kecamatan Purworejo, Bapak KH Muhammad Haekal, S.Pdi mengucapkan terimakasih atas dukungan dari BPP Kecamatan Purworejo dan berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut ke wilayah-wilayah lain.
BPP Purworejo memberikan gambaran bahwa manusia masih tetap membutuhkan nasi sebagai makanan yang mana nasi berasal dari beras, beras berasal dari padi yang ditanam di sawah oleh petani. Maka kualitas beras dan sawah harus dijaga agar tetap subur dan memberikan hasil yang bagus serta menyehatkan kita dan anak cucu kita. Oleh karena itu petani wajib mengetahui cara menjaga dan memperbaiki kondisi ekosistem lahan sawah. Guna mewujudkan pertanian yang berkelanjutan maka petani diberikan pelatihan teknologi pertanian ramah ekosistem yang mudah dan murah.
Sinergitas antara pihak pemerintah dan LSM yang peduli dengan pertanian diharapkan akan mempercepat peningkatan produksi pangan berkelanjutan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pertanian organik, tanya jawab, dan diakhiri dengan praktek pembuatan pupuk hayati dan perbanyakan dekomposer nitro.
Setelah selesainya pelatihan ini diharapkan adanya peningkatan penerapan teknologi budidaya pertanian organik yang akan berdampak pada peningkatan produksi pangan sehat yang berkelanjutan.
========Ardiyanti Nuswantari, SP==========
PPL BPP Purworejo






